
" Kalian berdua kenal?" tanya Isabela dengan nada bingung sambil berusaha melepaskan pelukannya.
" Tuan siapa? Kenapa memeluk kekasihku?" tanya Vincent tanpa memperdulikan pertanyaan Isabela.
" Seperti yang aku bilang kalau aku kekasihnya, apakah kamu tidak mendengarnya?" tanya pemuda tampan tersebut.
" Apakah benar yang dikatakan tuan ini?" tanya Vincent tidak percaya dengan apa yang dikatakan pemuda tampan tersebut.
Isabela menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menganggukkan kepalanya membuat Vincent langsung berdiri dan bersiap menampar Isabela membuat pemuda tampan tersebut ikut berdiri sambil menatap tajam ke arah Vincent.
" Bertahun - tahun aku menunggu dirimu tapi apa balasan mu padaku hah!!!!" bentak Vincent.
Grep
" Jangan pernah kamu menampar calon istriku apalagi ada keinginan untuk melukainya," ucap pemuda tampan tersebut sambil menahan tangan Vincent kemudian menekannya ke atas.
" Akhhhhh... Sakit...." teriak Vincent
__ADS_1
Bruk
Pemuda tampan tersebut mendorong tubuh Vincent dengan sekuat tenaga membuat Vincent langsung terjatuh sedangkan Isabela, Elisa dan Rebecca ikut berdiri.
" Apa yang dikatakan Valen benar, kalau kamu adalah wanita murahan. Sungguh aku sangat menyesal kenal denganmu," ucap Vincent sambil berusaha berdiri dan memegang tangannya yang terasa sakit akibat tangannya di tekuk oleh pemuda tampan tersebut.
Pemuda tampan tersebut sangat marah mendengar Vincent menghina Isabela membuat pemuda tampan tersebut berjalan ke arah Vincent kemudian menarik kerahnya lalu memukul wajah Vincent.
Bugh
" Isabela, apakah kamu kekurangan uang sehingga laki - laki ini membayar mu dan melindungi dirimu? Aku punya uang yang sangat banyak aku sanggup membayar mu berapapun yang kamu minta dan kita bisa melakukan hubungan suami istri sama seperti laki - laki ini." ucap Vincent sambil menghapus darah segar yang keluar dari sudut bibirnya dengan menggunakan ibu jarinya.
Plak
Isabela yang mendengar ucapan Vincent membuat Isabela marah dan berjalan ke arah Vincent kemudian menamparnya dengan keras membuat Isabela menahan rasa sakit pada punggungnya tapi berusaha di tahannya.
" Dulu aku sungguh buta menyukaimu tapi aku bersyukur kita tidak jadi menikah dan sungguh aku sangat menyesal mengenal pria yang tidak menjaga mulutnya dengan baik seperti dirimu," desis Isabela.
__ADS_1
" Justru aku sangat menyesal kenal dengan dirimu, ternyata kamu sama seperti wanita lainnya wanita murahan," ucap Vincent menghina Isabela kembali.
Bugh Bugh
Bruk
Duag Duag
Grep
Pemuda tampan tersebut memukul Vincent sebanyak dua kali membuat Vincent ambruk sedangkan pemuda tampan tersebut melihat Vincent ambruk ke lantai membuat pemuda tampan tersebut menendang Vincent sebanyak dua kali namun di tendangan yang ke tiga Isabela memeluk pemuda tampan tersebut dengan erat sambil menahan rasa sakit teramat sangat pada punggungnya.
" Aku mohon hentikan, aku tidak ingin kakak di penjara," mohon Isabela.
Pemuda tampan tersebut memejamkan matanya untuk menahan amarahnya sedangkan Elisa dan Rebecca sangat terkejut karena pakaian Isabela terkena noda darah sedangkan tubuh Isabela mulai melemah dan bersandar di punggung pemuda tampan tersebut. Elisa dan Rebecca berjalan ke arah mereka berdua kemudian menyentuh punggung Isabela di mana pakaiannya berubah warna merah.
" Punggungnya basah, Isabela punggungmu kenapa berdarah?" tanya Elisa dan Rebecca bersamaan sambil menahan tubuh Isabela agar tidak terjatuh.
__ADS_1