
Kini mereka sudah berkumpul di ruang kerja milik papi Dennis, papi Dennis duduk bersebelahan dengan ke dua anak kembarnya Mikael dan Isabela sedangkan Alviana bersama suaminya Arlan.
" Oh ya Mikael, pria yang menembaknya apa sudah mengatakan sesuatu?" tanya papi Dennis.
" Ke dua pria itu tidak mau bicara bahkan mereka bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya sendiri," ucap Mikael.
" Si*l kita tidak tahu siapa dalang dari balik ini semua," ucap papi Dennis dengan nada kesal.
" Oh ya Anindya dan Anindita tidak mirip dengan Isabela, apa jangan - jangan wajah mereka berdua mirip dengan seorang pria dan pria itu mempunyai banyak musuh," tebak Alviana.
" Bisa juga," jawab papi Dennis.
" Coba kak Alviana retas rekaman cctv video yang di bandara siapa tahu menemukan petunjuk dan aku akan meretas rekaman cctv waktu ke tiga cucuku dan menantuku Katarina yang sedang di serang musuh." ucap Dennis sambil memberikan laptop miliknya ke Alviana.
" Ok," jawab Alviana sambil menerima laptop milik Dennis.
Papi Dennis mengambil laptop satunya lagi karena kebetulan dirinya mempunyai dua laptop, papi Dennis dan Alviana mengutak atik laptopnya untuk mencari petunjuk.
__ADS_1
Di tempat yang berbeda Paulus juga melakukan hal yang sama hanya saja bedanya Paulus dengan sengaja menghapus semua bukti rekaman video cctv yang berada di bandara dan juga bukti rekaman video cctv dalam perjalanan ketika dirinya dan ke dua adiknya melawan musuh mereka.
Hal Itu dilakukan oleh Paulus karena dirinya tidak ingin identitas dirinya dan ke dua adik iparnya di ketahui oleh orang yang berniat jahat padanya.
" Sudah selesai sekarang berangkat ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA, aku sangat berharap ke tiga anak kecil yang imut itu adalah anakku," ucap Paulus kemudian meletakkan laptopnya di samping pengemudi.
Paulus menyalakan mobil kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit. Singkat cerita Paulus sudah memberikan sampel rambut milik Abrisam dan juga milik dirinya untuk dilakukan tes DNA.
Banyak gadis dan wanita menatap lapar ke arah Paulus dan seperti biasa Paulus tidak pernah memperdulikannya. Paulus berjalan dengan angkuh hingga dirinya sampai ke parkiran mobil kemudian berjalan ke arah mobilnya.
Paulus membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi bersamaan ponselnya tiba - tiba berdering membuat Paulus mengambil ponselnya dari saku jasnya dan melihat ada panggilan masuk dari Elisa membuat Paulus tersenyum menyeringai.
( ' Semoga saja Elisa mengobrol dengan Isabela,' ucap Paulus dalam hati ).
Elisa : Hallo Isabela
Isabela : Hallo
__ADS_1
Elisa : Bagaimana kabarmu, sombong nih tidak ada kabar beritanya
Isabela : Maaf aku sangat sibuk mengurus ke empat anak kembarku
Elisa : Tunggu dulu, apakah ayahnya adalah pria yang melakukan di hotel waktu lima tahun yang lalu?
Isabela : Iya benar
Elisa : Kamu tidak menggugurkannya?
Isabela : Tidak karena bagaimanapun ke empat anakku tidak bersalah dan yang patut disalahkan mantan sahabat kita karena gara - gara dia aku kehilangan harta berhargaku yang selama ini aku jaga.
Elisa : Apakah selama 5 tahun kamu sudah menikah?
Isabela : Pffftttt.... Hahahaha...
Elisa : Aish, aku bertanya kenapa kamu tertawa lepas.
__ADS_1
Isabela : Bagaimana tidak tertawa? Habis pertanyaanmu sangat lucu..
Elisa : Apa jangan - jangan kamu sudah menikah dan menikahnya diam - diam tanpa memberitahukan kami?