
" Karena hanya bertanggung jawab tanpa mencintaiku aku tidak mau, karena menikah tanpa cinta biasanya berakhir dengan perceraian," jawab Elisa sambil menatap Paskalis dengan tatapan sendu.
" Jujur aku sudah lama mencintaimu," jawab Paskalis sambil membalas tatapan Elisa.
" Sejak kapan?" tanya Elisa dengan wajah terkejut.
" Sejak kapannya aku tidak tahu tapi yang pasti ketika kita bertemu selalu bertengkar hingga beberapa hari aku tidak bertemu denganmu aku sangat rindu dengan pertengkaran dan lama - lama aku menyadari kalau aku mulai menyukaimu terlebih ketika kamu mengobrol dengan pria lain membuatku ingin marah dan ingin melarang mu untuk dekat dengan pria itu dan aku baru menyadari kalau aku cemburu," jawab Paskalis.
" Aku sudah mengatakan yang sejujurnya jadi maukah sepulang dari ini kita ke rumah orang tuamu untuk melamar mu menjadi istrimu?" tanya Paskalis
" Aku mau," jawab Elisa dengan wajah bersemu merah.
Cup
" Terima kasih," jawab Paskalis sambil mengecup kening Elisa
Elisa menganggukkan kepalanya kemudian turun dari ranjang dengan menutupi tubuh polosnya dengan selimut namun bagian privasinya sangat perih membuat Elisa menaikkan kembali ke dua kakinya.
" Ada apa?" tanya Paskalis
" Perih," ucap Elisa singkat.
Tanpa menjawab Paskalis turun dari ranjang kemudian menggendong Elisa ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Paskalis yang sejak tadi menahannya akhirnya melakukan kembali hubungan suami istri begitu pula dengan ke dua saudara kembarnya bersama pasangan masing - masing tepatnya Paulus bersama istrinya sedangkan Paskalis dan Patrick bersama calon istrinya.
Satu jam kemudian mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai dan keluar dari kamar masing - masing dengan wajah berbeda, jika ke tiga pria wajahnya segar dan bersemangat berbeda dengan ke tiga wanita wajahnya lelah terlebih cara jalan Elisa dan Rebecca yang berbeda seperti ada yang mengganjal.
" Elisa dan Rebecca, kalian melakukan itu?" tanya Isabela polos
" Patrick, semalam kan kakak minta bantuan kalian berdua untuk melakukan bersama Elisa tapi kamu malah melakukannya bersama Rebecca," sambung Paulus
" Habis kak, suasana yang sepi dan dingin kami melakukannya," ucap Patrick
" Bukannya kamu...." ucapan Paulus terpotong oleh Patrick
" Lebih baik kita pulang karena setelah ini kami akan menghadap ke mommy dan daddy untuk melamar Rebecca," jawab Patrick
" Kakak juga akan menghadap ke mommy dan daddy untuk melamar Elisa," ucap Paskalis tidak mau kalah.
" Ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang saja," ucap Paulus
" Baik kak," jawab mereka serempak
Mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah mobil hingga tiga jam kemudian mereka sudah sampai di mansion milik orang tua daddy Paulinus.
Kini mereka berada di ruang keluarga bersama pasangan masing - masing membuat daddy Paulinus dan mommy Paulina menatap satu persatu dengan tatapan bingung pasalnya baru kali ini ke dua putra kembarnya membawa pasangannya.
Bruk
Bruk
" Mommy, daddy," panggil Paskalis dan Patrick serempak sambil berlutut di depan ke dua orang tuanya.
" Ada apa?" tanya daddy Paulinus dan mommy Paulina dengan tatapan bingung karena baru kali ini mereka berdua berlutut.
" Mommy dan daddy, maafkan perbuatan kami," ucap Paskalis
" Kami melakukan kesalahan terbesar melakukan hubungan suami istri sebelum kami resmi menikah," sambung Patrick
" Karena itu ijinkan kami untuk menikah dengan pasangan kami masing - masing," sambung Paskalis.
Ke dua orang tuanya menghembuskan nafasnya dengan berat karena dulu mereka seperti itu, putra pertamanya juga sama dan kini putra ke dua dan ke tiga mengikuti jejaknya.
Bruk
Bruk
" Tante dan om, jangan memarahi kak Paskalis yang harus disalahkan seharusnya Elisa karena kemarin malam Elisa tidak sadarkan diri karena tubuh Elisa menggigil kedinginan jadi terpaksa kak Paskalis melakukan itu, maafkan Elisa tante, om," ucap Elisa sambil berlutut di samping kekasihnya.
" Tante dan om, jangan marahi kak Patrick karena yang patut di salahkan adalah Rebecca karena kemarin malam kak Patrick berusaha melawannya dan memintaku untuk pergi karena saat itu aku juga menginginkannya di tambah suasana yang sangat dingin membuatku meminta kak Patrick untuk melakukannya," sambung Rebecca ikut berlutut di samping kekasihnya.
" Kalian bangunlah, hari ini kita melamar Rebecca dan Elisa," ucap daddy Paulinus
" Baik dad," jawab mereka berempat
" Sekarang kita ganti pakaian untuk melamar ke dua calon menantu kita," ucap mommy Paulina sambil memeluk Elisa dan Rebecca.
" Terima kasih tante dan om yang telah merestui hubungan kami," ucap Elisa dan Rebecca serempak sambil membalas pelukan calon mertuanya mommy Paulina
__ADS_1
" Mulai sekarang dan seterusnya panggil kami dengan sebutan mommy dan daddy," ucap mommy Paulina sambil melepaskan pelukannya.
" Baik mom, dad," ucap Elisa dan Rebecca serempak sambil melepaskan pelukannya.
" Oh ya mom, Anna dan Anne kapan pulang dari negara S?" tanya Paulus
" Bulan depan," jawab mommy Paulina
" Aku tidak sabar godain mereka berdua," ucap Paskalis
" Sama kak, aku juga tidak sabar godain mereka," sambung Patrick
" Isabela, Anna dan Anne itu siapa?" bisik Elisa dan Rebecca serempak dengan nada cemburu.
" Daddy dan mommy," panggil Isabela
" Ada apa sayang," jawab ke dua mertuanya dengan serempak
" Kalau boleh tahu Anna dan Anne itu siapa?" tanya Isabela dengan nada cemburu.
Grep
" Anna dan Anne itu adik kembar kami jadi istriku jangan cemburu ya," ucap Paulus
" Isabela, apakah kamu masih belum ingat?" tanya mommy Paulina.
" Belum mom," jawab Isabela
" Sabar ya, mudah - mudahan ingat dengan semuanya," ucap mommy Paulina sambil menepuk pelan punggung Isabela.
" Amin," jawab Isabela
" Sekarang kita ganti pakaian dulu setelah itu kita pergi melamar Elisa dan Rebecca," ucap mommy Paulina
" Maaf dad, mom biasanya kalau acara lamaran bawa barang - barang untuk serah - serahhan," ucap Elisa tidak enak hati
" Biasanya begitu, apa besok atau lusa biar kami yang membeli semuanya, maaf ya mom dan dad," sambung Rebecca bicara hati - hati takut tidak di terima
" Ya ampun, daddy sampai lupa untuk membawa barang - barang," ucap daddy Paulinus
" Yang lainnya siap - siap biar mommy dan daddy yang mengurus semuanya," ucap daddy Paulinus
" Baik dad," jawab mereka serempak
Paulus, Isabela, Paskalis dan Patrick meninggalkan ruang keluarga sedangkan Mommy Paulina dan daddy Paulinus masing - masing menghubungi teman bisnisnya untuk memesan barang - barang yang akan digunakan untuk serah - serah han, Rebecca dan Elisa hanya duduk manis karena mereka bingung mau melakukan apa.
Satu Bulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan kini Paskalis resmi menikah dengan Elisa sedangkan Patrick menikah dengan Rebecca, acara resepsi pernikahan mereka dirayakan dalam gedung yang sama dan diadakan dengan sangat mewah. Ke dua sahabatnya yang bernama Elisa dan Rebecca sangat kaget ternyata Isabela adalah keluarga terkaya nomer 1.
Keluarga terkaya pertama di tempati keluarga besar Alvonso, keluarga terkaya ke dua di tempati keluarga besar daddy Thomas dan yang ke tiga keluarga besar daddy Paulinus karena putranya menikah dengan cucu daddy Alvonso membuat Paulinus dan keluarganya pindah posisi menjadi keluarga terkaya nomer 1.
" Aku tidak menyangka kalau keluargamu terkaya nomer satu," ucap Elisa
" Sama, aku juga tidak menyangka," sambung Rebecca
" Maaf ya aku tidak jujur dengan kalian karena aku ingin mencari teman yang benar - benar tulus menerimaku apa adanya," ucap Isabela
" Tidak apa - apa dengan begini kita jadi tahu mana yang pantas dijadikan sahabat dan mana yang tidak karena sahabat yang baik adalah di saat susah dan senang selalu ada untuk kita," ucap Rebecca.
" Betul kata Rebecca, contohnya Valen, dia tidak pantas dijadikan sahabat karena mempunyai niat jahat sama kamu," sambung Elisa
" Jahat sama aku, memang kenapa dengan Valen?" tanya Isabela
" Dia memberikan obat pe rang sang ke dalam makanan dan minuman kemudian mengajakmu untuk bertemu dengan temannya Valen tapi sebenarnya ingin menyerahkan mu ke beberapa pria dan untunglah kamu berhasil melawan mereka." jawab Elisa
" Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Isabela sambil memegangi kepalanya yang tiba - tiba pusing.
Grep
" Lalu istriku masuk ke dalam kamarku dan memintaku untuk melakukan hubungan suami istri," jawab Paulus singkat yang tidak ingin bercerita lebih detail sambil memeluk istrinya dari arah samping.
" Betulkah?" tanya Isabela sambil menyadarkan tubuhnya ke dada bidang suaminya.
" Benar sayang," jawab Paulus.
" Daddy, mommy ingin pergi ke toilet," ucap Isabela sambil melepaskan pelukan suaminya
__ADS_1
" Daddy temani," ucap Paulus
" Hanya sebentar dad," ucap Isabela sambil berjalan ke arah toilet
" Baiklah," jawab Paulus pasrah
Isabela berjalan dengan santai ke arah toilet dan tanpa sepengetahuan Isabela dua orang berjalan mengikuti Isabela dari arah belakang hingga di jalan yang sepi Isabela baru tersadar kalau dirinya diikuti membuat Isabela membalikkan badannya dan melihat dua orang yang dikenalnya.
" Vincent, Valen," panggil Isabela dengan wajah terkejut.
" Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu salah satu putri terkaya nomer satu?" tanya Valen penuh rasa iri hati
" Bilang atau tidak memang apa urusanmu? Aku jadi tahu kalau kamu memang tidak pantas menjadi sahabat kami," ucap Isabela
"Isabela ceraikan suamimu dan menikahlah denganku aku janji akan membahagiakan dirimu," ucap Vincent
" Maaf, aku tidak bisa karena aku mencintai suamiku," jawab Isabela
" Sudahlah Vincent lebih baik culik dia dan minta tebusan," ucap Valen
" Benar katamu," jawab Vincent
Akhirnya mereka berdua menyerang Isabela secara bertubi - tubi sedangkan Isabela berusaha menghindar dan menyerang hingga rasa pusing kembali menyerangnya membuat Isabela memegangi kepalanya. Valen yang diliputi rasa dendam dan iri hati terhadap mantan sahabatnya membuat Valen mendorong tubuh Isabela hingga membentur dinding.
Bruk
Kepala Isabela terbentur dinding hingga bayangan masa lalu tiba - tiba datang dan Isabela ingat akan semuanya bersamaan tubuhnya ambruk.
Ketika Vincent dan Valen hendak mengulurkan tangannya tiba - tiba terdengar suara bentakan membuat mereka berdiri dengan tegak kemudian membalikkan badannya dan melihat dua gadis yang menatapnya dengan tatapan mem bu nuh.
" Apa yang kalian lakukan dengan kakak ipark6u hah!!!" bentak gadis pertama
" Kakak," panggil gadis ke dua sambil berjalan ke arah Isabela yang tidak sadarkan diri.
Valen dan Vincent tanpa menjawab menyerang ke dua gadis tersebut dan dengan sangat lincah ke dua gadis tersebut bisa mengalahkan mereka berdua hingga babak belur.
" Kak Anna, tolong angkat tubuh kak Isabela aku akan menelepon kakak," ucap Anne
" Ok," jawab Anna singkat.
Anne mengambil ponselnya dan sambungan pertama langsung diangkat, Anne menceritakan apa yang terjadi setelah beberapa saat sambungan komunikasi langsung terputus.
Belum ada lima menit Paulus datang bersama papi Dennis dan Mikael, Paulus menggendong Isabela dan di bawa ke kamar mereka dengan diikuti oleh ke dua adik kembarnya Anna dan Anne sedangkan Dennis dan Mikael membawa Valen dan Vincent ke markas mereka di mana akan dijadikan santapan hewan peliharaan keluarga besar daddy Alvonso.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di kamar dan sudah di tunggu oleh Katarina, setelah beberapa saat Isabela tersadar dan melihat ke arah sekelilingnya.
" Daddy, mommy sudah ingat semuanya," ucap Isabela
Grep
" Benarkah?" tanya Paulus tidak percaya sambil memeluk tubuh mungil istrinya.
" Iya dad," jawab Isabela sambil melepaskan pelukan suaminya kemudian turun dari ranjang tapi di tahan oleh suaminya.
" Istirahatlah," ucap suaminya.
" Aku sudah baik - baik saja, hari ini ke dua adik ipar ku menikah dengan ke dua sahabatku jadi tidak enak kalau kita tidak menghadiri pesta pernikahannya." jawab Isabela
" Baiklah," jawab Paulus pasrah
Mereka pun keluar dari kamar hotel menuju ke acara pesta resepsi pernikahan ke dua sahabatnya yang menikah dengan ke dua adik iparnya.
Banyak orang memberikan ucapan selamat ke dua pasangan suami istri baru. Isabela sangat bahagia dan bersyukur mempunyai orang tua dan kakak kembarnya yang selalu mendukungnya dan memberikan semangat ketika dirinya mengalami keterpurukan, suami yang sangat sayang dan tulus padanya, mempunyai empat anak kembar yang sangat pintar dan menghormati orang yang lebih tua dan mempunyai dua sahabat yang tulus tidak seperti Valen dan Vincent.
Tamat
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Terima kasih buat para pembaca setiaku semoga Tuhan membalas kebaikan buat para pembaca setiaku, terima kasih juga atas komentar dari para pembaca dan maaf kalau author kadang tidak membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author membacanya dengan sangat senang sekali, terima kasih sudah memberikan vote, like dan hadiahnya semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semuanya. Amin.
Inti dari cerita ini adalah carilah sahabat yang benar - benar tulus dengan kita, mau menerima apa adanya kita baik di saat susah maupun senang. Jika kita mempunyai teman yang hanya memikirkan untung rugi dan sering menyakiti hati kita lebih baik jangan terlalu dekat karena yang ada kita sakit hati.
Sahabat yang baik tidak pernah memikirkan untung rugi karena mereka sangat tulus bersahabat dengan kita karena author pernah mengalami seperti itu.
Terima kasih,
Yayuk Triatmaja
__ADS_1