
Serempak Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita menengok ke arah belakang dan benar saja ada mobil hitam yang mengikuti mobil mereka.
" Mommy, coba kita belok kanan?" usul Abiyoga
" Bukankah mall jalannya lurus?" tanya Isabela
" Untuk memastikan mom, mobilnya masih mengikuti kita atau tidak," ucap Abiyoga.
" Ok," jawab Isabela singkat.
Isabela mengikuti saran putra pertamanya namun mobil hitam tersebut masih mengikutinya kemudian Abiyoga memintanya untuk belok kiri namun lagi - lagi mobil hitam tersebut mengikuti mereka.
Hal itu membuat Anindita meminta ponsel milik Isabela dan Isabela memberikan tasnya ke Anindita untuk mengambil sendiri karena Isabela sedang mengendarai mobil.
Anindita membuka tas milik Isabela dan mencari ponsel milik mommynya setelah ketemu Anindita mencari kontak daddy kemudian menekan tombol berwarna hijau dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Paulus
( " Ada apa mom?" tanya Paulus yang masih memimpin rapat )
( " Daddy, ini Anindita," jawab Anindita )
( " Ada apa Anindita? daddy lagi meeting satu jam lagi kita ketemu," ucap Paulus ).
( " Daddy mobil kami diikuti," jawab Anindita ).
( " Cerita kan lebih jelas," pinta Paulus dengan jantung berdebar kencang sambil berdiri )
( " Tadi kak Abiyoga meminta mommy untuk belok kanan dan mobil itu belok kanan begitu pula ketika belok kiri mobil itu masih mengikuti mobil kami," jawab Anindita ).
( " Baik daddy, akan susul kalian," ucap Paulus sambil berjalan meninggalkan ruang meeting )
( " Meeting dilanjutkan besok," ucap Paulus sambil menghentikan langkahnya )
( " Baik tuan," jawab mereka serempak )
( " Mommy, awas!!!!" teriak Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita serempak )
Brak
( " Akhhhhhhhhhhhhhh!!!" teriak Isabela, Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita serempak )
Tut Tut Tut
" Hallo... Hallo..." panggil Paulus dengan nada bergetar dan tubuhnya langsung lemas seperti tidak bertenaga.
Grep
Entah kenapa Paskalis dan Patrick datang ke perusahaan kakak kembarnya karena semenjak Paulus menikah, Paulus membuat perusahaan baru gabungan dengan perusahaan milik istrinya yang bernama Isabela sedangkan perusahaan yang dulu dikelolanya diserahkan ke Paskalis dan Patrick.
__ADS_1
Paskalis dan Patrick melihat kakak kembarnya keluar dari ruangan meeting sambil memegang ponselnya namun tiba - tiba tubuh kakaknya seperti mau ambruk membuat ke dua adik kembarnya berjalan dengan langkah cepat kemudian memeluk tubuh kakak kembarnya agar tidak terjatuh ke lantai.
" Ada apa kak?" tanya Paskalis dan Patrick serempak dengan nada kuatir.
" Kita pergi sekarang," ucap Paulus sambil berdiri dengan tegak dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah lift.
" Sebenarnya apa yang terjadi kak?" tanya Paskalis penasaran sambil menekan tombol lift.
" Ada yang menabrak mobil istriku dan aku tidak tahu apa yang terjadi dengan istri dan ke empat anak kembarku," ucap Paulus sambil masuk ke dalam kotak persegi tersebut dengan diikuti oleh ke dua adik kembarnya.
" Apa???" pekik Paskalis dan Patrick serempak.
" Kecelakaan ini pasti di sengaja karena tadi mobil istriku diikuti oleh mobil lain," ucap Paulus.
'' Kita akan buat perhitungan dengan mereka,'' ucap Patrick sambil menahan amarahnya.
Ting
Pintu lift terbuka dan mereka berjalan ke arah parkiran, Paskalis menghubungi daddy Paulinus untuk mengabarkan kalau Isabela dan ke empat ponakannya mengalami kecelakaan sedangkan Paulus menghubungi papi Dennis dan sambungan pertama langsung di angkat.
( " Ada apa Paulus?" tanya papi Dennis tanpa basa basi )
( " Pi, Isabela dan ke empat anak kembar kami mengalami kecelakaan dan sekarang kami lagi melacak keberadaan mereka," jawab Paulus )
( " Apa??? Baik papi akan mengecek di mana kejadiannya," ucap papi Dennis )
Papi Dennis langsung memutuskan sambungan secara sepihak sedangkan Paulus, Paskalis dan Patrick masuk ke dalam mobil. Paskalis mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan di sebelahnya duduk Patrick sambil menghubungi anak buahnya untuk mencari lokasi kecelakaan.
Paulus mengutak atik laptopnya untuk mencari keberadaan istri dan ke empat anak kembarnya dalam hatinya yang sangat dalam dirinya sangat menyesal karena dirinya sangat egois hanya memikirkan pekerjaan yang baru dirintisnya ketika ke empat anak kembarnya memintanya untuk menemaninya mengantar ke sekolah.
" Sudah ketemu mereka berada di jalan xxxxxxx," ucap Paulus
" Baik kak," jawab Paskalis sambil menambah kecepatan.
Tidak berapa lama ponsel milik Paulus berdering membuat Paulus mengambil ponselnya dan melihat papi Dennis menghubungi dirinya.
( " Hallo pi," panggil Paulus )
( " Isabela dan ke empat cucuku dalam perjalananan menuju ke rumah sakit Setia Kasih, kamu pergilah ke sana ," ucap papi Dennis )
( " Baik pi," jawab Paulus )
Tut Tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Paulus menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan, dirinya sangat berharap Isabela dan ke empat anak kembarnya baik - baik saja.
" Kita pergi ke rumah sakit Setia Kasih," perintah Paulus.
__ADS_1
" Baik kak," jawab Paskalis
" Akhhhhhhhhhhhhhh!!!" teriak Paulus frustrasi
" Ada apa kak??" tanya Paskalis dan Patrik serempak dengan nada terkejut untungnya Paskalis bisa menguasai kendaraan kalau tidak bisa bahaya karena dirinya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
" Seandainya tadi pagi kakak mengikuti permintaan ke empat anakku tentu hal ini tidak akan terjadi," ucap Paulus sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
" Kita tidak pernah tahu kak kalau kejadiannya seperti ini," ucap Patrick yang tidak tega melihat kakak kembarnya merasa sangat bersalah.
" Kakak akan mencari dalangnya dan jika sudah ketemu kakak akan menyiksanya sampai orang itu memohon ampun," ucap Paulus sambil menggenggam ke dua tangannya menahan amarahnya.
" Aku juga kak akan menyiksanya karena telah berani mengusik keluarga kita," jawab Paskalis
" Aku juga kak," ucap Patrick
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit dan mereka melihat keluarga besar daddy Alvonso sudah datang begitu pula dengan mommy Paulina dan daddy Paulinus.
" Bagaimana keadaan istri dan ke empat anak kembarku mom?" tanya Paulus pada mommy Paulina dengan wajah sangat sedih dirinya benar - benar sangat takut kehilangan istri dan ke empat anak kembarnya.
" Mommy tidak tahu karena mommy dan daddy baru datang," ucap mommy Paulina
" Isabela menjadikan tubuhnya menjadi tamengnya bagi ke empat anak kalian dan kondisinya lebih parah dari ke empat anak kembar kalian," ucap papi Dennis
Grep
Tubuh Paulus langsung melemas ketika mengetahui kalau kondisi istrinya lebih parah dan untunglah daddy Paulinus menahan tubuh Paulus.
" Sebelum kecelakaan terjadi Anindita menghubungi katanya ada mobil hitam yang mengikutinya dan aku meninggalkan ruangan meeting untuk membantu mereka. Tapi tiba - tiba aku mendengar ke empat anak kami berteriak : Mommy awas ... setelah itu aku mendengar suara mereka berteriak dan sambungan komunikasi kami terputus," ucap Paulus.
" Sopir itu sudah kami tangkap dan kami sudah menginterogasinya katanya sopir itu di bayar oleh seorang wanita, kami juga sudah menangkapnya katanya wanita itu berkerja sama dengan para ibu - ibu yang suaminya di pecat olehmu dan juga olehku," ucap Dennis
" Apa???" teriak daddy Paulus, mommy Paulina, Paulus, Paskalis dan Patrick serempak.
Teriakan mereka membuat telinga keluarga besar daddy Alvonso berdengung dan mereka serentak menutup telinganya masing - masing.
" Ingat ini rumah sakit bukan pasar," ucap daddy Alvonso dengan nada kesal.
" Maaf," jawab daddy Paulus, mommy Paulina, Paulus, Paskalis dan Patrick serempak dengan nada pelan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan baca karya novel punya teman dengan judul :
__ADS_1