Wanita Kesayangan Presdir.

Wanita Kesayangan Presdir.
Daddy Paulinus


__ADS_3

" Baiklah," jawab Paulus akhirnya karena dirinya tidak tega melihat Abrisam terkadang meringis ketika tubuhnya digerakkan.


Paulus keluar dari mobil kemudian memutari mobilnya ke arah samping dan membuka pintu belakang pengemudi, Paulus duduk di samping Abrisam kemudian dengan perlahan membuka kaos Abrisam hingga matanya membulat sempurna.


Selain di punggungnya memar terkena bekas pukulan juga ada tanda bulatan hitam di punggungnya yang sama persis dengannya membuat Paulus melirik sekilas ke arah Abiyoga tapi di punggungnya tidak ada tanda bulatan hitam.


" Usap lah punggung Abrisam dengan menggunakan minyak yang ada di dalam botol ini," ucap Katarina sambil memberikan botol tersebut.


Paulus menerima pemberian botol tersebut dan tanpa sengaja menyentuh kulit Katarina membuat Paulus sangat terkejut karena tubuhnya tidak bereaksi sedikitpun begitu pula ketika dirinya menyentuh kulit Abrisam.


" Apakah aku sudah sembuh?" gumam Paulus namun terdengar jelas di telinga Katarina.


" Memang Paulus sakit apa?" tanya Katarina sambil mengambil botol yang berada di dalam tas.


" Jika kulitku menyentuh kulit orang lain maka kulitku langsung bereaksi kemerahan dan langsung gatal - gatal," jawab Paulus dengan jujur.


Paulus juga tidak mengerti kenapa dengan Katarina dirinya merasa nyaman bukan karena suka dengan Katarina tapi cenderung seperti hubungan saudara tidak lebih begitu pula sebaliknya Katarina tidak mempunyai perasaan apapun.


" Nanti aku cek nadinya," jawab Katarina.


" Apakah kamu bisa menyembuhkan penyakit ku?" tanya Paulus tidak percaya sambil mengeluarkan isi minyak yang ada di dalam botol di telapak tangannya.


" Berdoa saja semoga aku bisa menyembuhkannya," jawab Katarina.

__ADS_1


" Daddy sakitttt!!!" teriak Abrisam ketika tangan Paulus mengusap punggung Abrisam.


" Maaf sayang," jawab Paulus sambil meniup punggung Abrisam.


Paulus dan Katarina mengurut punggung Abiyoga dan Abrisam setelah lima belas menit kemudian Paulus dan Katarina sudah selesai dan punggung Abiyoga dan Abrisam kini sudah mendingan.


" Bagaimana sudah  mendingan?" tanya Katarina.


" Sudah tante," jawab Abiyoga dan Abrisam serempak.


" Terima kasih tante dan daddy," ucap Abiyoga dan Abrisam serempak lagi sambil masing - masing memakai pakaiannya kembali.


" Sama - sama sayang," jawab Katarina dan Paulus serempak juga.


Paulus mengarahkan tangannya ke arah Katarina kemudian Katarina mulai mengecek kondisi Paulus melalui nadinya hingga lima belas menit kemudian Katarina menarik tangannya dan mengambil obat yang ada di dalam tasnya sedangkan Paulus yang melihat Katarina menarik tangannya ikut menarik tangannya kemudian menatap ke arah Katarina.


" Apakah aku bisa sembuh?" tanya Paulus penuh harap.


" Kemungkinan bisa sembuh tapi kamu harus menemukan belahan jiwamu dan menyumbangkan darah sebanyak dua kali," ucap Katarina.


" Maksudnya?" tanya Paulus tidak mengerti.


" Jika kamu terluka dan kekurangan darah dan belahan jiwamu menyumbangkan darahnya kemungkinan besar bisa sembuh," jawab Katarina.

__ADS_1


" Sebenarnya aku sudah menemukan belahan jiwaku tapi sayang kami terpisah," ucap Paulus sambil membuka pintu mobil.


" Semoga kamu bisa menemukan belahan jiwamu," ucap Katarina.


" Amin," jawab Paulus.


Paulus menutup pintu mobil milik Katarina kemudian memutari mobil dan membuka pintu depan pengemudi setelah memasang sealbeltnya, Paulus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang namun belum ada lima menit ke tiga anak kecil tersebut tertidur dengan pulas.


Katarina langsung pindah posisi duduk di tengah agar bisa memeluk Abiyoga dan Abrisam sedangkan Paulus kembali menghentikan mobilnya di pinggir jalan kemudian menurunkan perlahan jok kursi mobil agar Anindita bisa tidur dengan nyaman.


Setelah selesai Paulus menyalakan mobilnya kembali dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di mansion milik orang tuanya bersamaan daddy Paulinus dan mommy Paulina hendak masuk ke dalam mobil namun ketika melihat ada mobil asing membuat sepasang suami istri tersebut membatalkan niatnya masuk ke dalam mobil. Paulus yang melihat ke dua orang tuanya hendak pergi langsung keluar dari mobil.


" Lho Paulus, katanya mau pergi ke luar negri bersama ke dua adikmu?" tanya mommy Paulina.


" Ke dua adikmu mana?" tanya daddy Paulinus sambil menatap ke dalam mobil yang masih tertutup dengan kaca mobil.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2