Wanita Kesayangan Presdir.

Wanita Kesayangan Presdir.
Cerai


__ADS_3

" Mau memakai baju di kamar mandi, kenapa?' tanya Isabela


" Ganti di sini saja," pinta Paulus


" Tidak, aku malu," jawab Isabela sambil berjalan ke arah kamar mandi.


" Kenapa mesti malu? Bukankah aku sudah melihat tubuh polos mu begitupula denganku," jawab Paulus.


" Daddy kenapa jadi mesum sih?" tanya Isabela


" Mesum sama mommy memang tidak boleh," goda Paulus


" Sebentar lagi kakak ipar ku datang nanti tolong bukakan pintu," ucap Isabela mengalihkan pembicaraan.


" Ok," jawab Paulus


Isabela masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Paulus menatap satu persatu ke empat anak kembarnya sambil tersenyum, dirinya tidak menyangka bisa mempunyai anak kembar dan tidak tanggung - tanggung sekaligus 4.


" Daddy akan menjaga kalian begitu pula dengan mommy kalian walau nyawa menjadi taruhannya," ucap Paulus.


Tidak berapa pintu kamar Isabela di ketuk membuat Paulus turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu, Paulus membuka pintu dan melihat Katarina membawa paper bag.


" Ini satu steel pakaian milik suamiku yang belum pernah di pakai," ucap Katarina sambil memberikan paper bag.


" Terima kasih kak," jawab Paulus sambil menerima paper bag tersebut.


" Sama - sama." jawab Katarina.


Katarina tersenyum kemudian membalikkan badannya menuju ke arah kamarnya untuk menemani buah hatinya yang masih tertidur dengan pulas nya sedangkan Paulus menutup pintunya dengan rapat.


Paulus membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah sofa untuk meletakkan paper bag. Paulus menarik tali jubah handuk dan mulai memakai celana boxer kemudian berlanjut memakai celana panjang bersamaan pintu kamar mandinya terbuka.


Isabela berjalan ke arah Paulus kemudian mengambil kemeja yang masih berada di dalam paper bag. Isabela membantu memakaikan kemeja Paulus membuat Paulus bahagia atas perlakuan Isabela hingga lima belas menit kemudian Paulus sudah memakai pakaian santai.


" Daddy, mommy sangat mengantuk," ucap Isabela sambil berjalan ke arah ranjang.


" Daddy juga," jawab Paulus.


" Daddy tidur di ujung dan mommy tidur di ujung satunya lagi," ucap Isabela


" Ok," jawab Paulus


Mereka pun masing - masing tidur sesuai apa yang dikatakan oleh Isabela dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tertidur dengan pulas nya hingga satu jam kemudian pintu kamar Isabela di buka secara perlahan oleh mami Elisabeth dan mommy Paulina.


" Melihat seperti itu secepatnya menikahkan mereka agar putraku bisa melindungi putrimu dan ke empat cucu kita terlebih tidak ada lagi yang menghina ke empat cucu kita," ucap mommy Paulina sambil menutup pintu kamar putrinya.


" Benar katamu secepatnya kita menikahkan mereka, bagaimana kalau besok saja secara sederhana nanti resepsinya baru besar?" tanya mami Elisabeth


" Aku sangat setuju, aku akan menghubungi butik langganan ku," ucap mommy Paulina sambil menuruni anak tangga begitu pula dengan mami Elisabeth.


" Kalau begitu aku akan memesan catering untuk acara pernikahan besok," ucap mami Elisabeth.


" Sip, kalau begitu aku dan suamiku pulang dulu untuk mempersiapkan untuk acara besok," ucap mommy Paulina


" Ok," jawab mami Elisabeth singkat.


" Aku titip putraku," ucap mommy Paulina.


" Putramu juga putraku kan sebentar lagi kita menjadi besan sekaligus menjadi satu keluarga," ucap mami Elisabeth.


" Benar katamu sebentar lagi kita menjadi satu keluarga," ucap mommy Paulina.


Merekapun mengobrol bersama hingga mereka sampai di ruang keluarga kemudian mommy Paulina dan daddy Paulinus pergi meninggalkan mansion milik papi Dennis begitu pula dengan keluarga besar Alvonso. Di tempat yang berbeda pria paruh baya memarahi istrinya karena sikapnya yang selalu sombong membuat mereka menjadi miskin.


Plak


" Gara - gara ulah mu aku di pecat dan tidak berkerja di manapun, sungguh si*al aku menikah denganmu," maki pria paruh baya tersebut kemudian menampar pipi istrinya.


" Aku tidak tahu kalau orang yang aku singgung ternyata adalah anak dari salah satu pemilik perusahaan tempat suamiku berkerja," jawab istrimu.


" Walau tidak tahu tapi kamu itu harus jaga mulutmu jangan suka ngomongin orang, berapa kali aku selalu bilang jangan suka menggunjing tapi kamu tidak pernah gubris dan sekarang kamu kena batunya." ucap suaminya dengan nada setengah oktaf.

__ADS_1


" Tapi..." ucapan istrinya terpotong oleh suaminya.


" Mulai sekarang kita cerai," ucap suaminya sambil berjalan meninggalkan istrinya.


" Awas kamu wanita murahan aku akan buat perhitungan denganmu," ucap istrinya sambil menahan amarahnya pada Isabela.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu lanjutannya silahkan baca novelku yang lain dengan judul :



Menceritakan tentang kisah orang tua Paulus.


" Tuan Paul, boleh temani aku minum?" tanya gadis itu


" Tidak, aku mau pulang." tolak Paulinus


Sambil berjalan dan diikuti oleh asisten setianya yang bernama Hendrik. Gadis itupun tidak mau menyerah, gadis itu berjalan dengan cepat menyusul Paulinus kemudian memegang tangannya membuat Paulinus marah dan mendorong tubuh gadis itu hingga terjatuh.


bruk


akhhhhh


" Jangan pernah menyentuhku!!" bentak Paulinus sambil menahan tangannya yang terasa gatal akibat sentuhan gadis itu.


Semua orang menatap Paulinus dan gadis itu dan seorang pria paruh baya mendekati mereka.


" Ada apa tuan Paulinus? kenapa dengan putriku?" tanya pria paruh baya itu sambil mengangkat tubuh putrinya agar berdiri.


" Anak tuan sudah berani menyentuhku, aku tidak suka, Hendrik ayo pergi." perintah Paulinus sambil menahan hasratnya.


" Baik tuan." Jawab Hendrik


Mereka pergi meninggalkan tempat pesta pernikahan menuju ke mobil. Hendrik mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga mereka sudah sampai di sebuah hotel murah.


" Hendrik kenapa kamu menyewa hotel murah seperti ini." omel Paulinus sambil berjalan dengan diikuti oleh Hendrik dari arah belakang


" Maaf tuan, hanya hotel ini yang paling bagus karena tempat menginap yang lainnya lebih jelek." ucap Hendrik mengulangi perkataannya waktu mereka pertama kalinya datang ke hotel tersebut.


" Baik tuan." ucap Hendrik patuh.


Kini mereka sudah berada di luar kamar hotel, mereka berdua terkejut karena kamar hotel nomer 306 ada dua.


" Hendrik panggil resepsionis di mana kamarku? kenapa nomer 306 ada dua." perintah Paulinus.


" Baik tuan." Jawab Hendrik.


Hendrik pergi ke resepsionis dan tidak berapa lama resepsionis dan Hendrik datang.


" Maaf tuan ini seharusnya 309." ucap resepsionis sambil membetulkan angka 6.


" Pergilah." usir Hendrik


" Baik, sekali lagi maafkan kami." ucap resepsionis dengan nada sopan.


Hendrik masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan ucapan resepsionis sedangkan Hendrik masuk ke dalam kamar 308 yang berada di sebelah tuannya.


Paulinus masuk ke dalam kamarnya dan menyalakan lampu saklar.


ceklek


Kamar langsung terang kemudian Paulinus membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benang pun kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk meredamkan hasratnya yang semakin memuncak.


" Si*l wanita ular itu berani bermain - main denganku, aku akan menghukumnya secara sadis." ucap Paulinus sambil mandi dengan air dingin dari shower.


Setengah jam lebih Paulinus mandi hingga tubuhnya menggigil tapi pengaruh obat itu belum juga hilang.


" Si*l dingin sekali tapi pengaruh obatnya belum juga hilang." omel Paulinus.


Karena tubuhnya sudah sangat menggigil Paulinus memutar kran shower hingga air shower berhenti mengalir. Paulinus mengambil handuk dengan tubuh menggigil kemudian keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang.

__ADS_1


Paulinus menarik selimutnya dan matanya langsung membulat sempurna melihat seorang gadis sedang tertidur pulas dengan tubuh tanpa sehelai benangpun.


" Siapa kamu, bangun!!" bentak Paulus


hening


" Si*l dia tidur pulas sekali haruskah aku mendorongnya hingga jatuh tapi tanganku menjadi merah dan gatal - gatal." ucap Paulinus


Gadis itu masih setia memejamkan matanya walau Paulinus membentaknya membuat Paulinus terpaksa memegang tubuh Paulinus untuk di dorong ke lantai.


" Kenapa aku menyentuhnya tanganku tidak langsung memerah dan gatal." ucap Paulinus ketika tangannya menyentuh tubuh gadis itu.


Akhirnya untuk pertama kalinya mereka melakukan hubungan suami istri. Paulinus melakukan secara berulang-ulang dan sudah tidak terhitung berapa banyak dia mengeluarkan laharnya ke rahim gadis itu hingga tubuhnya terasa lelah barulah Paulinus berhenti setelah mengeluarkan laharnya. Paulinus mengangkat tubuhnya dan berbaring di samping gadis itu dan memeluknya.


cup


" Aku akan bertanggung jawab siapapun dirimu aku tidak perduli." ucap Paulinus sambil mengecup pucuk rambut gadis itu.


Tidak berapa lama Paulinus pun tertidur pulas karena tubuhnya sangat lelah melakukan olahraga malam untuk pertama kalinya.


Pagi harinya Paulinus perlahan membuka matanya dan menatap wajah cantik gadis yang masih tertidur pulas.


" Sebenarnya aku ingin menerkammu lagi tapi aku harus memberikan hukuman untuk wanita ular itu yang telah berani memberikan obat perangs**g padaku." ucap Paulinus sambil perlahan melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Lima belas menit Paulinus sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar. Paulinus berjalan ke lemari dan memakai pakaian santai.


" Sebentar lagi aku akan kembali dan kita lanjutkan yang semalam." ucap Paulinus sambil memandangi gadis yang di klaim menjadi miliknya karena gadis itu telah berhasil menyentuh tubuhnya tanpa ada reaksi kulit yang memerah dan gatal - gatal seperti sebelumnya.


Paulinus pergi meninggalkan gadis itu dan keluar dari kamarnya dan menutup pintu bertepatan kedatangan asistennya. Mereka pergi menuju ke sebuah gedung tua untuk memberikan pelajaran orang yang telah berani mengusiknya.


Setelah kepergian Paulinus gadis itu perlahan membuka matanya, matanya membulat sempurna karena dirinya berada di ruangan asing.


" Kenapa aku berada di sini?" ucap gadis itu


Gadis itupun bangun dan dirinya sangat terkejut melihat dirinya tanpa menggunakan sehelai benang pun.


" Apa yang terjadi kenapa aku tidak memakai pakaian sama sekali." ucap gadis itu


Gadis itupun bangun dan turun dari ranjang tapi bagian privasinya terasa perih.


" Apa yang terjadi kenapa bagian privasiku terasa perih." ucap gadis itu.


Gadis itupun bangun dan berjalan perlahan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah selesai gadis itu memakai handuk bekas di pakai oleh Paulinus.


Gadis itu keluar mencari pakaiannya dan tidak berapa lama gadis itu menemukan pakaiannya yang berada di kolong meja. Gadis itupun langsung memakai pakaiannya dan pergi meninggalkan kamar hotel itu yang kebetulan tidak pernah di kunci.


Gadis itu pergi ke rumah sahabatnya yang kebetulan sangat dekat dengan hotel tempat dirinya tertidur di hotel. Singkat cerita gadis itu sudah sampai di rumah sahabatnya.


tok


tok


tok


ceklek


" Paulina." panggil sahabatnya dengan nada terkejut karena tidak biasanya pagi - pagi sahabatnya datang.


Ya gadis itu adalah Paulina yang sudah direnggut mahkota berharganya oleh Paulinus.


" Maria." panggil Paulina sambil menangis.


" Kita masuk ke dalam dulu." ucap Maria


Merekapun masuk ke dalam rumah Maria dan duduk di ruang keluarga. Paulina memeluk sahabatnya sambil menangis dan menceritakan apa yang terjadi.


" Kamukan bisa program IT coba kamu retas mansionmu kita bisa tahu apa yang terjadi sebenarnya." usul Maria


" Baiklah, aku pinjam laptopmu." pinta Paulina


" Sebentar." ucap Maria

__ADS_1


Maria berjalan ke kamarnya dan mengambil laptopnya kemudian memberikan ke Paulina. Paulina pun menerima laptop kemudian mulai meretas cctv mansionnya.


" Aku akan meretas cctv dimana aku selesai makan malam." ucap Paulina


__ADS_2