
Tidak terasa waktu terus berlalu dan kiniĀ Isabela dan Paulus sudah resmi menikah dan tinggal di mansion milik Paulus mereka hidup bahagia bersama ke empat anak kembar mereka.
" Daddy, hari ini setelah antar anak - anak ke sekolah mommy janjian sama kakak ipar," ucap Isabela sambil mengancingkan kemeja suaminya.
" Ok, kalau ada apa - apa kabarin daddy," ucap Paulus.
" Baik dad," jawab Isabela
" Mommy, daddy," panggil ke empat anak kembarnya sambil mengetuk pintu.
" Sebentar sayang," ucap Isabela sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu.
Paulus melanjutkan mengancingkan kemejanya kemudian memasangkan dasi bersamaan ke empat anak kembarnya memeluk ke dua kaki Paulus, kaki kanan di peluk oleh Abiyoga dan Abrisam sedangkan kaki kirinya dipeluk oleh Anindya dan Anindita.
" Daddy, hari ini antar kami ke sekolah ya?" pinta Anindita
" Maaf sayang, hari ini daddy ada rapat dengan pemegang saham," jawab Paulus.
" Tapi daddy, kami ingin daddy mengantar kami ke sekolah seperti teman - teman kami yang di antar mommy dan daddy," ucap Anindya.
" Maaf sayang tidak bisa, besok ya daddy antar," bujuk Paulus sambil berlutut.
" Anak - anak kan ada mommy, jadi pergi sama mommy saja ya," bujuk Isabela sambil ikut berlutut.
" Daddy jahat!!!... Daddy tidak sayang sama kami," teriak ke empat anak kembarnya sambil melepaskan pelukannya.
Ke empat anak kembar tersebut serempak membalikkan badannya kemudian berlari keluar dari kamarnya membuat Paulus dan Isabela sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Daddy bingung, rapat ini sangat penting tapi anak - anak?" ucap Paulus dengan nada frustrasi.
" Sudahlah daddy, nanti mommy bujuk anak - anak nanti mereka juga mengerti kok," ucap Isabela dengan nada lembut
" Daddy janji besok pagi kita antar anak - anak sama - sama," ucap Paulus
" Jangan sering berjanji sayang, kemarin sayangku juga janji mau menemani anak - anak ke sekolah tapi nyatanya," ucap Isabela.
" Janji deh besok daddy akan menemani kalian," ucap Paulus merasa bersalah.
" Mommy pegang janji daddy," ucap Isabela
Cup
__ADS_1
" Terima kasih sayang sudah ngertiin daddy dan mau menerima segala kekurangan daddy," ucap Paulus kemudian mengecup kening istrinya.
" Kita sebagai suami istri harus saling menerima segala kekurangan pasangan kita," ucap Isabela.
Grep
" Aku sangat bersyukur bisa menikah denganmu dan aku harap kamu perasaanmu tidak akan pernah berubah untukku," ucap Paulus sambil memeluk istrinya.
" Begitu pula dengan daddy," ucap Isabela.
Cup
" Ayo kita turun," ajak Paulus.
" Ayo sayang," ucap Isabela
" Kadang kamu memanggilku dengan sebutan daddy dan kadang memanggilku dengan sebutan sayang," ucap Paulus sambil memeluk Isabela dari arah samping dan berjalan keluar dari kamar mereka.
" Daddy juga sama," jawab Isabela
Paulus hanya tersenyum kemudian membelai rambut istrinya dengan lembut sambil berjalan menuruni anak tangga menuju ke meja makan. Paulus yang awalnya tersenyum berubah menjadi sendu pasalnya melihat ke empat anak kembarnya wajahnya serempak cemberut sedangkan Isabela mendekati ke empat anak kembarnya untuk membujuknya.
" Mommy dan daddy, maafkan kami ya," ucap ke empat anak kembarnya serempak yang tidak tega melihat wajah sedih mommynya.
" Mommy maafkan sekarang kalian sarapan setelah itu kita berangkat," ucap Isabela sambil duduk di kursi makan.
" Terima kasih sayang sudah mau memaafkan daddy dan daddy juga sudah memaafkan kalian berempat," ucap Paulus sambil duduk di kursi makan.
" Sekarang kita makan bersama tapi sebelumnya Abiyoga memimpin doa terlebih dahulu," ucap Isabela
" Baik mom," jawab Abiyoga.
Abiyoga memimpin doa setelah beberapa menit Abiyoga selesai berdoa dan merekapun sarapan bersama dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
Singkat cerita Isabela duduk di kursi pengemudi sedangkan di samping pengemudi Abiyoga sedangkan Abrisam, Anindya dan Anindita duduk di kursi belakang pengemudi.
" Mommy, Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita nanti makan siang kita bertemu di restoran favorit," ucap Paulus sambil membuka kaca mobil belakang pengemudi.
Walau ke empat anak kembarnya sudah meminta maaf tapi rasa bersalah membuat Paulus mengajak ke empat anak kembarnya dan istrinya untuk makan bersama di restoran favorit mereka.
" Ok," jawab Isabela, Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita serempak
__ADS_1
Isabela mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah ke empat anak kembarnya sedangkan di mobil yang berbeda Paulus yang duduk di kursi belakang mobil dan di depan pengemudi duduk bodyguard yang merangkap sebagai sopir berangkat menuju ke arah perusahaannya.
Singkat cerita kini Isabela sudah sampai di sekolah ke empat anak kembarnya setelah mengantar sampai di depan gerbang sekolah Isabela pergi lagi menuju ke kafe tempat janjian dengan kakak iparnya yang bernama Katarina.
Lima belas kemudian Isabela sudah sampai di kafe dan masuk ke dalam kafe sambil mencari keberadaan Katarina, Katarina yang melihat adik iparnya datang langsung melambaikan tangannya ke arah Isabela.
Isabela yang melihat lambaian tangan Katarina langsung menuju ke arah Katarina dan mereka seperti biasa cipika cipiki ciri khas wanita.
" Mau pesan apa?" tanya Katarina setelah Isabela duduk
" Aku sudah sarapan jadi aku pesan minuman saja," jawab Isabela
" Ok," jawab Katarina singkat
Katarina melambaikan tangannya ke arah pelayan restoran dan pelayan restoran langsung datang dan mencatat pesanan mereka kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
" Isabela, kamu kan tahu kalau aku suka meracik obat bagaimana kalau kita berkerja sama?" tanya Katarina.
" Berkerja sama dalam bidang apa?" tanya Isabela.
" Kamukan pernah tinggal di luar negri dan mempunyai perusahaan dalam bidang farmasi jadi bagaimana kalau kita berkerja sama," usul Katarina,
" Boleh kak aku setuju," jawab Isabela
" Ok, deal ya," ucap Katarina
" Deal," jawab Isabela
Mereka pun berjabat tangan kemudian tidak berapa lama melepaskannya bersamaan kedatangan pelayan restoran sambil membawa pesanan mereka.
Merekapun mengobrol sambil sekali - kali minum hingga tidak terasa sudah jam sepuluh merekapun berpisah, Isabela pergi menjemput ke empat anak kembarnya yang berada di sekolah TK begitu pula dengan Katarina hanya saja sekolahnya berbeda ke dua anak kembarnya kelas tiga SD.
Singkat cerita kini Isabela mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah mall bersama ke empat anak kembarnya karena restoran favorit mereka berada di mall.
" Masih ada waktu satu setengah jam, sambil menunggu daddy kita pergi ke permainan anak," ucap Isabela sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Baik mom," jawab ke empat anak kembarnya serempak.
Isabela tersenyum sambil sekali - kali matanya menatap ke arah spion mobil hingga beberapa saat ada satu mobil hitam mengikuti mobilnya.
" Anak - anak sepertinya ada yang mengikuti mobil kita," ucap Isabela
__ADS_1