
Pemuda tampan tersebut yang mendengar ucapan Elisa dan Rebecca langsung membalikkan tubuhnya dan melihat Isabela memejamkan matanya sambil menahan rasa sakit pada punggungnya.
" Punggungku sakit," ucap Isabela dengan nada lirih.
Grep
Tanpa banyak bicara pemuda tampan tersebut menggendong Isabela ala bridal style dan berjalan meninggalkan kafe tersebut membuat ke dua sahabatnya menahan pemuda tampan tersebut.
" Berhenti!!!" teriak Rebecca sambil mengejar pria tampan tersebut diikuti Elisa.
" Mau di bawa kemana sahabatku?" tanya Elisa.
" Aku akan membawanya ke rumah sakit," jawab pemuda tampan tersebut.
" Biar kami yang membawanya ke rumah sakit," ucap Elisa.
" Bawalah mobil sahabatku dan ikuti kami," ucap pemuda tampan tersebut.
" Tapi..." ucapan Rebecca terpotong oleh pemuda tampan tersebut.
" Kalau kamu tidak percaya padaku ikutlah denganku," ucap pemuda tampan tersebut.
" Bagaimana?" tanya Rebecca.
" Aku ikut mobil kakak itu dan kamu pakai mobil Isabela," jawab Elisa.
__ADS_1
" Ok," jawab Elisa singkat.
" Kunci mobilku ada di saku celanaku," ucap pemuda tampan tersebut.
Tanpa banyak bicara Elisa mengambil kunci mobil yang ada di saku celana pemuda tampan tersebut kemudian menekan remote mobil hingga terdengar suara tanda pintu mobil tidak terkunci.
" Kakak duduklah di belakang biar aku yang mengendarai mobil," ucap Elisa sambil membuka pintu belakang pengemudi.
Tanpa banyak bicara pemuda tampan tersebut masuk ke dalam mobil sambil masih menggendong Isabela, punggung Isabela masih mengeluarkan darah segar hal itu membuat tangan pemuda tampan tersebut ikut basah.
" Isabela bertahanlah," ucap pemuda tampan tersebut sambil memeluk Isabela.
" Maaf. nama kakak siapa? kakak kok kenal Isabela?" tanya Elisa sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
" Maaf apakah kakak orang yang pernah..." ucap Elisa menggantungkan kalimatnya.
Paulus mengerti kalimat selanjutnya membuat Paulus menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena Paulus tahu ke dua sahabatnya sudah tahu apa yang terjadi dengan Isabela hingga Isabela mempunyai 4 anak kembar.
" Memang benar, akulah orang yang tidur bersama Isabela dan jujur aku berusaha menahannya tapi pengaruh obatnya sangat kuat hingga terjadilah kejadian tersebut," jawab Paulus.
" Berarti kakak dan Isabela melakukan hubungan suami istri dan mempunyai..." ucap Elisa menggantungkan kalimatnya namun dalam hatinya meruntuki kebodohannya.
" Empat anak kembar," sambung Paulus yang tahu kalimat selanjutnya.
" Cepatlah, darahnya tidak berhenti keluar!!" perintah Paulus.
__ADS_1
Elisa menambah kecepatan mobil hingga lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit, Paulus membuka pintu mobil kemudian turun dari mobil dan berjalan sambil memanggil perawat. Dua perawat langsung datang sambil membawa brangkar kemudian Paulus menurunkan perlahan tubuh Isabela.
Paulus dan Elisa mengikuti brangkar tersebut hingga datang empat orang dokter dan salah satu dokter tersebut melihat Isabela membuat matanya membulat sempurna.
" Isabela," guman dokter tersebut namun masih terdengar ke tiga rekan dokternya.
" Maaf dok, saya mau menemani ponakan saya," ucap dokter tersebut ke rekan kerjanya.
" Ok, silahkan," jawab ke tiga dokter tersebut dengan serempak.
" Apa yang terjadi dengan Isabela?" tanya dokter tersebut sambil mengikuti brangkar tersebut.
" Dokter kenal dengan Isabela?" tanya Elisa tanpa menjawab pertanyaan dokter tersebut.
" Isabela adalah ponakanku, apa yang terjadi dengan Isabela?" tanya dokter tersebut mengulangi perkataannya.
" Waktu Isabela menampar Vincent tiba - tiba punggungnya berdarah," jawab Elisa.
" Silahkan menunggu di luar," ucap dokter tersebut sambil masuk ke ruang UGD.
Paulus membaca nama dokter tersebut dan nama dokter tersebut adalah dokter Rocky, Paulus berdiri agak menjauh dari Elisa karena tidak mungkin berdekatan dengan Elisa mengingat dirinya alergi jika kulitnya bersentuhan dengan gadis atau wanita lain.
Paulus mengambil ponselnya yang di simpannya di saku jasnya untuk menghubungi Paskalis adik kembarnya, sambungan pertama langsung di angkat oleh Paskalis.
( " Hallo kak," )
__ADS_1