
" Paman Mikael, kenapa wajah paman yang sangat tampan berubah jadi jelek?" tanya Anindita dengan wajah imutnya.
" Masa sih wajah paman yang sangat tampan jadi jelek?" tanya Mikael tidak percaya sambil memegangi wajahnya.
" Coba paman senyum," pinta Anindita.
Mikael yang melihat Anindita tersenyum membuat Mikael ikut tersenyum manis membuat Katarina tidak bisa menahan tawanya hingga dirinya tertawa dengan lepas.
" Pffftttt... Hahahaha..." tawa Katarina lepas mendengar ucapan Anindita.
" Katarina, jangan tertawa ingat aku akan menghukum dirimu," ucap Mikael sambil menatap tajam ke arah katarina.
" Huaaaaaa....." tangis Anindita.
" Sayang kenapa menangis?" tanya Mikael dan Katarina bersamaan.
" Ada apa Anindita?" tanya papi Dennis dan Isabela bersamaan.
Isabela berjalan dengan di bantu papi Dennis memegang bahu Isabela karena punggungnya terluka terkena luka tembak, Abiyoga, Abrisam dan Anindita serempak menatap Isabela.
" Mommy kenapa?" tanya Abiyoga, Abrisam dan Anindita serempak sambil berjalan ke arah Isabela yang sedang duduk bersebelahan papi Dennis
__ADS_1
" Hanya luka kecil sayang," ucap Isabela yang tidak ingin ke tiga anak kembarnya kuatir.
" Apa yang terjadi mom?" tanya Abiyoga.
" Waktu mommy dan Anindya berjalan keluar dari toilet baru beberapa langkah berjalan ada seseorang yang ingin menembak Anindya membuat mommy memeluk Anindya dan akhirnya mommy yang terkena luka tembak," ucap Isabela yang tidak ingin berbohong karena Isabela tahu ke empat anaknya adalah anak genius yang bisa mencari informasi dengan mudah.
" Selanjutnya apa yang terjadi mom?" tanya Abrisam.
" Ketika mommy tertembak tante dan paman kalian datang dan tante Katarina melemparkan kartu domino ke arah pria yang tadi menembak mommy, lalu paman Dennis membawa mommy dan Anindya ke rumah sakit sedangkan tante Katarina menjemput kalian bertiga," jawab Isabela.
" Kalian bertiga kenapa lama?" tanya Isabela.
" Kami bertiga mau di culik mommy tapi untung daddy datang menyelamatkan kami," ucap Anindita.
" Ceritakan lebih detail," pinta Isabela.
Abiyoga menceritakan dari kedatangan sepasang suami istri yang datang untuk menculik mereka bertiga dan Paulus berserta ke dua adik kembarnya menolong mereka bertiga hingga dalam perjalanan mereka berempat di serang oleh segerombolan pria yang tidak di kenal dan diselamatkan kembali oleh Paulus dan ke dua adik kembarnya.
" Itulah yang terjadi mom," jawab Abiyoga mengakhiri ceritanya.
" Siapa mereka? kenapa menyerang ke empat anakku?" tanya Isabela pada dirinya sendiri.
__ADS_1
" Siapa yang menyerang ke empat ponakanku?" tanya Alviana dan Arlan serempak tiba - tiba datang.
" Hallo kak," panggil Dennis sambil berdiri.
Dennis mencium punggung Alviana kemudian ke Arlan dilanjutkan ke yang lainnya dan kini mereka semua duduk sambil menatap ke arah Isabela.
" Ini tante, aku bingung ketika kami baru datang dari bandara anakku Anindya mau di tembak oleh seseorang dan juga ke tiga anak kembarku di serang segerombolan pria," ucap Isabela menjelaskan.
" Apakah kamu mempunyai musuh?" tanya Dennis.
" Tidak ada pi," jawab Isabela.
" Kenapa mereka menyerang ke empat anakmu?" tanya Dennis.
" Aku juga tidak tahu pi," jawab Isabela.
" Anak - anak kalian istirahat," perintah Isabela
" Baik mom," jawab mereka bertiga serempak dengan patuh.
Ke tiga anak yang sangat menggemaskan berjalan ke arah anak tangga dengan di temani Katarina menuju ke arah kamarnya meninggalkan mereka di ruang keluarga.
__ADS_1
" Kita ke ruang kerjaku," ucap Dennis sambil berdiri.