Wanita Kesayangan Presdir.

Wanita Kesayangan Presdir.
Mereka bertiga adalah anakmu


__ADS_3

" Daddy merasa mereka bertiga adalah anakmu," ucap daddy Paulinus.


" Mommy juga berpikir sama," jawab mommy Paulina.


" Paulus juga merasa seperti itu juga dad, mom," jawab Paulus.


" Oh ya, tadi Abrisam memberikan beberapa helai rambut untuk minta di tes DNA, kamu bawa rambut milik Abrisam dan rambutmu juga untuk di tes DNA," perintah daddy Paulinus sambil mengambil helaian rambut milik Abrisam dan diberikan ke Paulus.


Paulus membuka dompetnya dan mengambil dua lembar uang kertas kemudian menyimpan dompetnya kembali di saku celana belakangnya.


Paulus meletakan  rambut milik Abrisam di uang kertas tersebut kemudian melipatnya di uang kertas pertama setelah selesai Paulus menarik beberapa helai rambut Paulus dan di letakkan di uang kertas ke dua lalu dilipatnya sama seperti uang kertas pertama.


" Semoga saja mereka anak - anakku," ucap Paulus sambil memasukkan dua kertas uang tersebut di saku kemejanya.


" Amin, jawab ke dua orang tuanya dengan serempak.


" Aku pergi lagi mom," ucap Paulus sambil berjalan ke arah mobil yang berada di garasi.

__ADS_1


" Mau kemana lagi?" tanya daddy Paulinus.


" Ke rumah sakit dad setelah itu mau ke kantor ke dua adik kembarku ada di kantor," jawab Paulus.


" Ok, hati - hati," jawab daddy Paulinus.


" Kebetulan kami juga mau pergi ke mall mau membeli barang - barang keperluan dapur," sambung mommy Paulina.


" Hati - hati dad, mom," jawab Paulus.


" Kamu juga," jawab mommy Paulina sambil masuk ke dalam mobil ketika suaminya membukakan pintu samping pengemudi.


Daddy Paulinus membuka pintu mobilnya kemudian naik ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi, daddy Paulinus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah mall sedangkan di tempat yang berbeda Katarina yang baru saja pergi dari mansion milik daddy Paulinus mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena suaminya menghubungi kembali dengan kondisi marah karena Katarina belum juga sampai di mansion milik mertuanya yang bernama Dennis Taylor.


Lima belas menit kemudian Katarina sudah sampai di mansion sedangkan ke tiga anak imut tersebut hanya menggelengkan kepalanya melihat Katarina mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi membuat Katarina menatap ke tiga ponakannya.


" Kenapa kalian bertiga menggelengkan kepala?" tanya Katarina sambil keluar dari mobil.

__ADS_1


" Tante takut ya sama paman Mikael?" goda Anindita sambil turun dari mobil dan diikuti oleh ke dua kakak kembarnya.


" Aish, kamu masih kecil berani ya menggoda tante sambil menggendong Anindita kemudian menarik hidung Anindita dengan lembut.


" Tapi benar kan?" tanya Anindita sambil menaik turunkan ke dua alisnya.


" Kalian itu masih kecil, jangan bicara seperti orang dewasa," ucap Katarina sambil melangkahkan ke dua kakinya ke arah pintu utama dengan diikuti Abiyoga dan Abrisam.


" Walau masih kecil tapi kami bisa kok membantu tante tanpa paman memarahi tante," ucap Anindita.


" Benarkah?" tanya Katarina tidak percaya.


" Lihat saja tante," jawab Anindita percaya diri.


Ke tiga anak imut dan sangat menggemaskan berjalan bersama Katarina hingga mereka sudah sampai di ruang keluarga di mana wajah Mikael suami Katarina memerah menahan amarahnya membuat Katarina menundukkan wajahnya seperti orang kedapatan sedang berselingkuh sedangkan Anindita yang melihat Mikael menahan amarahnya meminta Katarina untuk menurunkan dirinya.


Setelah Katarina menurunkan Anindita, Anindita langsung berlari kecil ke arah Mikael sambil merentangkan ke dua tangannya.

__ADS_1


" Anindita jangan berlari nanti jatuh," ucap Mikael sambil berdiri dan berjalan ke arah Anindita.


__ADS_2