
" Sudah Elisa, ini rumah sakit," ucap Rebecca sambil menarik tangan sahabatnya.
" Aku kesel sama pria itu," ucap Elisa sambil menatap tajam ke arah Paskalis.
" Aku tidak perduli," jawab Paskalis acuh tak acuh.
" Huh dasar sama wanita tidak mau mengalah semoga jodohnya susah," ucap Elisa.
" Aku tidak suka wanita karena wanita itu nyusahin dan ribet kecuali mommy ku," ucap Paskalis.
" Pantas saja," jawab Elisa.
" Pantas apa?" tanya Paskalis sambil menatap tajam ke arah Elisa.
" Elisa!!! Berisik malu di lihat orang," ucap Rebecca dengan nada setengah oktaf.
" Paskalis!!! sekali lagi bersuara aku lempar kamu ke jalan raya," ancam Paulus dengan nada naik setengah oktaf.
Paskalis dan Elisa langsung terdiam namun mereka berdua saling menjulurkan lidahnya kemudian memalingkan wajahnya. Tidak berapa lama pintu UGD terbuka dan tampak dokter Rocky berjalan ke arah mereka.
" Dokter bagaimana keadaan Isabela?" tanya Paulus dengan nada kuatir.
" Sahabat kami Isabela, apakah baik - baik saja?" tanya Elisa dan Rebecca serempak secara bersamaan.
__ADS_1
" Isabela baik - baik saja," jawab dokter Rocky.
" Boleh aku melihatnya?" tanya Paulus penuh harap.
" Maaf, Isabela sudah di bawa oleh keluarganya untuk dipindahkan ke rumah sakit lain," jawab dokter Rocky.
" Apa???" teriak mereka serempak
Dokter Rocky langsung menutup ke dua telinganya karena ke dua telinganya langsung berdengung.
" Maaf ini rumah sakit jadi di mohon kesadarannya untuk tidak berteriak," ucap dokter Rocky.
" Isabela di rawat di rumah sakit mana?" tanya Paulus.
" Apakah tadi kak Isabela di bawa dengan menggunakan mobil ambulance?" tanya Patrick
" Benar," jawab dokter Rocky tanpa curiga sedikitpun.
" Kak Paulus coba retas cctv jalan siapa tahu kita masih bisa mengejarnya," ucap Patrick.
" Kalau begitu kami permisi dulu dok," pamit Paskalis.
Ke tiga pria tampan tersebut langsung membalikkan badannya meninggalkan mereka membuat Elisa dan Rebecca juga berpamitan. Sepeninggal mereka dokter Rocky berjalan ke arah ruangnya dengan langkah cepat.
__ADS_1
Setelah sampai di ruangannya dokter Rocky mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian mencari nomer kontak sahabatnya yang bernama papi Dennis setelah ketemu dokter Rocky menekan nomer tersebut dan sambungan pertama langsung di angkat oleh papi Dennis.
( " Ada apa Bro?' tanya papi Dennis tanpa basa basi ).
( " Dennis, ada orang yang akan meretas cctv cepat hapus sebelum mereka menemukan Dennisa yang berada di dalam mobil ambulance," jawab dokter Rocky ).
( " Apa?? baik aku akan meminta bantuan Max untuk menghapusnya karena jika aku menghapusnya masih bisa diperbaiki lagi," ucap papi Dennis ).
( " Terima kasih ya Bro kapan - kapan aku traktir makan," ucap papi Dennis ).
( " Santai saja sesama sahabat saling membantu," jawab dokter Rocky ).
( " Bukan sahabat tapi saudara," jawab papi Dennis ).
( " Iya saudara, ok deh jangan lupa langsung hapus sebelum mereka berhasil meretasnya," ucap dokter Rocky ).
( " Ok," jawab papi Dennis singkat ).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian papi Dennis langsung menghubungi Max untuk menghapus rekaman video cctv setelah selesai papi Dennis menyimpan kembali ponselnya.
Di tempat yang berbeda Paulus mengutak atik laptopnya di dalam mobil dengan di temani ke dua adik kembarnya hingga setengah jam kemudian Paulus menghembuskan nafasnya dengan kasar karena rekaman video cctv sudah terhapus.
__ADS_1
" Si*l selalu seperti ini, padahal aku sudah ketemu dengan Isabela dan menggendongnya ketika Isabela pingsan," ucap Paulus dengan nada frustrasi.