
"Hanya kamu satu - satunya yang tidak membuat kulitku alergi," ucap Paulus
"Jika bersama wanita lain kulit kak Paulus langsung alergi?"tanya Isabela memastikan.
"Tepat sekali," jawab Paulus
"Kenapa bisa begitu?"tanya Isabela.
"Aku tidak tahu mungkin turunan," jawab Paulus.
"Maaf, nurunin siapa?"tanya Isabela.
"Daddy tapi sudah lama daddy sembuh," ucap Paulus.
"Bagaimana caranya?"tanya Isabela.
"Waktu itu mama dua kali menyumbangkan darah ke ayah kemungkinan itu yang membuat mama sembuh," ucap Paulus.
" Seandainya kak Paulus sembuh, apakah kak Paulus mencari wanita lain?"tanya isabella
"Tidak," jawab Paulus singkat.
"Kenapa?"tanya Isabela penasaran.
"Karena wanita yang aku cintai adalah wanita yang berada di depanku ini. Wanita yang membuatku bertahun-tahun mencari dimana keberadaan mu dan sekarang kini kamu berada di depanku ini, jadi bagaimana mungkin aku mencari wanita lain lagi," ucap Paulus sambil menggenggam ke dua tangan Isabela.
" Benarkah kak Paulus mencari ku selama bertahun - tahun?"tanya Isabela tidak percaya.
"Tentu saja hanya saja aku sulit menemukanmu, apakah kamu menyewa orang yang ahli program IT?" tanya Paulus penasaran.
"Tidak," jawab Isabela singkat.
'' Lalu mengapa aku sangat sulit meretas identitas mu? juga ketika aku meretas video cctv, waktu kejadian pertama kali kita melakukan di hotel juga waktu di bandara di mana anak kita hampir di culik oleh pasangan istri dan di tambah ketika ketiga anak kita di segerombolan orang," tanya Paulus beruntun karena sejujurnya dirinya sejak dulu hingga sekarang masih penasaran.
'' Aku sangat berterima kasih kakak telah menolong ke 3 putraku dan juga untuk hari ini,'' ucap Isabela.
'' Oh ya satu lagi pas di kafe,'' sambung Isabela yang belum sempat bilang terima kasih karena Paulus sering menolong dirinya dan juga ke 4 anak kembarnya.
'' Ralat anak kita,'' sambung Paulus.
'' Iya anak kita,'' ucap Isabela.
'' Oh ya pertanyaan ku belum di jawab, kenapa aku sangat sulit meretas identitas mu?'' tanya Paulus mengulangi pertanyaannya.
"Karena papi ku meminta bantuan paman Louis dan paman Max agar menutup semua akses tentangku dan ke empat anak kembarku," jawab Isabela
Grep
__ADS_1
"Ralat anak kita," ucap Paulus mengulangi perkataannya sambil memeluk Isabela.
" Iya anak kita," jawab Isabela sambil berusaha melepaskan dua tangan Paulus tapi Paulus dengan sengaja memeluk Isabela dengan erat.
"Aku tidak bisa bernafas," ucap Isabela.
" Maaf," jawab Paulus untuk pertama kali sambil mengurangi pelukannya.
"Mommy, daddy," panggil ke empat anak kembarnya serempak yang tiba - tiba datang.
"Hallo sayang," panggil Isabela dan Paulus serempak sambil melepaskan pelukannya.
Isabela dan Paulus langsung ayak sambil merentangkan ke dua tangan untuk memeluk empat anak kembarnya namun Isabela sangat terkejut melihat empat anak kembarnya serempak memeluk Paulus membuat Isabela menurunkan dua tangan dengan wajah sedih.
"Kalian lebih sayang sama daddy dari pada mommy ya? baiklah kalian berdua sama daddy.' ucap Isabela sambil menahan air mata agar tidak terjatuh kemudian hendak berdiri.
Grep Grep Grep Grep Grep
Paulus dan ke empat anak kembarnya serempak memeluk Isabela sambil terisak.
" Mommy... hiks... hiks... hiks... mommy jangan marah karena kami sangat sayang mommy dan daddy," ucap Anindita sambil terisak.
"Mommy...hiks...hiks...hiks...kami ingin seperti teman - teman yang lainnya di mana setiap liburan pergi bersama mommy dan daddy," sambung Anindya sambil ikut terisak.
"Mommy... hiks... hiks... hiks... kami masih kecil belum bisa membela mommy jika mommy disakiti orang yang tubuhnya lebih besar dari kami tapi kalau ada daddy kita semua bisa dilindungi seperti kejadian yang tadi," sambung Abiyoga sambil ikut terisak.
"Maafkan mommy." ucap Isabela sambil ikut terisak karena dirinya sangat bersalah tidak ada keinginan untuk menemukan keberadaan ayah mereka.
"Maafkan daddy, yang telah membuat kalian sedih dan mulai sekarang dan seterusnya daddy akan melindungi kalian semua termasuk mommy," ucap Paulus.
"Terima kasih daddy," jawab ke empat anak kembar mereka serempak.
" Isabela, kami ingin ke rumah orang tuamu untuk melamar mu," ucap mommy Paulina sambil berjalan ke arah mereka.
"Secepat itukah tante?"tanya Isabela sambil melepaskan pelukannya kemudian berdiri dan diikuti oleh Paulus.
"Panggil mommy seperti Paulus memanggilku dengan sebutan mommy," ucap mommy Paulina.
"Baik tante eh mom," ucap Isabela yang belum terbiasa memanggil mommy.
"Kami melakukan lamaran karena kalian sudah ada anak bahkan kembar 4 jadi kalian menikah agar putraku bisa menjaga dan tidak ada lagi yang menghina kalian lagi," ucap mommy Paulina
"Baik mommy, demi anak - anak," ucap Isabela yang tidak tega ke empat anak kembarnya yang menginginkan seorang daddy.
Isabela belum ada perasaan terhadap Paulus tapi demi ke empat anak kembarnya dirinya rela mengorbankan perasaannya sendiri bagaimanapun juga Paulus tidak bersalah karena kejadian itu terjadi ketika dirinya masuk ke dalam kamar Paulus di tambah Paulus beberapa kali menyelamatkan ke tiga anak kembarnya, ketika dirinya bertengkar dengan mantan kekasihnya dan terakhir ketika mereka berempat direndahkan oleh banyak orang sedangkan untuk Paulus sejak kejadian malam panasnya dengan Isabela, Paulus langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
" Mommy sudah menghubungi toko perhiasan dan barang - barang untuk serah - serah han jadi kita berangkat sekarang ke rumah orang tuamu," ucap mommy Paulina.
__ADS_1
"Baik mom," jawab Isabela pasrah.
Mereka berjalan ke arah parkiran yang melewati lapangan dan taman bermain khusus kanak-kanak yang awalnya ramai kini sepi hanya terlihat daddy Paulinus.
Daddy Paulinus berjalan ke arah Isabela sambil memeluk calon menantunya Isabela sebentar kemudian melepaskan pelukannya sambil tersenyum dan Isabela membalas senyumannya.
Daddy Paulinus langsung berlutut sambil merentangkan ke dua tangan seolah meminta dipeluk oleh ke empat cucunya.
"Ayo peluk opa kalian." pinta paulus
"Opa," panggil ke empat anak kembarnya dengan serempak kemudian memeluknya.
" Cucu - cucu opa dan oma," ucap papa Paulinus sambil memeluk ke empat cucunya.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian daddy Paulinus berdiri dan berjalan ke arah Isabela dan memeluknya kembali.
" Terima kasih telah merawat dan membesarkan ke empat cucu kami, kami tidak sabar menjadikanmu sebagai menantu pertama kami," ucap daddy Paulinus.
Grep
" Terima kasih, berkat dirimu putraku sering tersenyum di tambah dengan ke empat anak kalian," ucap mommy Paulina ikut memeluk Isabela.
" Isabela juga terima kasih karena telah menerima Isabela dan ke empat anak kami," ucap Isabela sambil membalas pelukan ke dua mertuanya.
" Tentu saja kami menerimamu dan menjadi bagian dari keluarga kami," jawab mommy Paulina.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian mommy Paulina memperkenalkan ke dua adik kandung Paulus siapa lagi kalau bukan Paskalis dan Patrick. Setelah selesai berkenalan mereka pergi ke tempat parkiran.
" Mommy dan daddy aku ikut mobil Isabela," ucap Paulus
"Harus kamu ikut mobil mereka," ucap mommy dan daddy serempak.
"Kami titip calon menantu dan ke empat cucu oma dan opa," sambung ayah Paulinus.
"Baik mom, dad," jawab Paulus
" Mommy mana kuncinya?"tanya Paulus ke Isabela
"Mommy?"tanya ulang Isabela.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Sambil menunggu lanjutannya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1