Wanita Kesayangan Presdir.

Wanita Kesayangan Presdir.
Berpura - pura


__ADS_3

" Ada apa adikku yang paling cantik?" tanya Mikael sambil membalas pelukan adik kesayangannya.


" Kakak, apakah benar kakak sudah menikah?" tanya Isabela sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang kakaknya.


Mikael yang tidak tahu kalau adik kesayangannya hilang ingatan membuat Mikael bingung membuat Mikael melepaskan pelukannya dan mendorong perlahan tubuh Isabela.


" Bukannya adikku sudah tahu kalau kakak sudah menikah dengan Katarina dan kami sudah mempunyai dua anak kembar laki - laki dan kamu juga sudah menikah dengan Paulus dan mempunyai 4 anak kembar," jawab Mikael menjelaskan.


" Kenapa aku tidak ingat semua kak?" tanya Isabela sambil memegangi kepalanya dengan menggunakan ke dua tangannya.


" Ssttt.... Jangan di paksa, kakak akan coba buat ramuan agar kamu ingat semuanya," ucap Katarina sambil mengusap bahu Isabela


" Sayang, adikku hilang ingatan?" tanya Mikael dengan wajah terkejut


" Iya honey," jawab Katarina


" Kenapa sama kakak ingat?" tanya Mikael dengan wajah bingung.


" Karena Isabela hanya ingat sebagian selain itu lupa termasuk aku, suaminya dan ke empat anak kembarnya," jawab Isabela

__ADS_1


" Apakah sayangku bisa menyembuhkan agar ingatannya bisa kembali?" tanya Mikael


" Tanaman yang akan aku jadikan obat agak sulit di dapat tapi aku akan coba menanyakan temanku siapa tahu di mana aku menemukannya," jawab Katarina


" Memang tanaman apa yang di cari? Aku akan meminta bantuan orang - orang ku," tanya Paulus yang sejak tadi diam.


Katarina mengatakan obat apa yang dibutuhkan sedangkan Paulus hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian Paulus menghubungi orang kepercayaannya yang berada di Tiongkok untuk mencari tanaman yang dibutuhkan oleh Katarina.


Setelah selesai menghubungi Paulus menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya sambil menatap wajah cantik istrinya, ingin rasanya memeluknya tapi tidak ingin membuat istrinya menjauh darinya.


" Kak Mikael, memang istri kakak bisa mengobati ku?" tanya Isabela penasaran.


" Memang kakak kenal dengan kakak ipar di mana?" tanya Isabela


" Di rumah sakit, waktu itu kakak mengalami kelumpuhan dan Katarina yang menyembuhkan ke dua kaki kakak setelah itu kami menikah," jawab Mikael menceritakan secara singkat awal pertemuan dengan istrinya yang bernama Katarina.


" Sambil menunggu obatnya datang, kakak harap kamu temui ke empat anak kembar mu, kasihan mereka menunggumu sadar dari koma," ucap Katarina dengan nada lembut.


" Benar apa yang dikatakan Katarina lebih baik kamu dan Paulus masuk ke kamar anak kalian dan hibur mereka," sambung papi Dennis

__ADS_1


"  Ayo dek temui mereka," sambung Mikael


" Baiklah dad, kak Mikael dan kakak ipar," jawab Isabela yang sebelumnya menghembuskan nafasnya dengan perlahan,


Isabela berjalan dengan diikuti oleh Paulus meninggalkan ruangan tersebut ke arah tangga, satu demi satu mereka menaiki anak tangga hingga akhirnya Paulus memberitahukan di mana letak kamar ke empat anak kembarnya yang bersebelahan dengan kamar mereka yang berada di tengah - tengah.


" Kamar kita yang ini dan kamar sebelah kanan adalah kamar Abiyoga dengan Abrisam sedangkan yang di kamar sebelah kiri adalah kamar Anindya dan Anindita," ucap Paulus menjelaskan.


" Isabela," panggil Paulus karena sejak tadi Isabela hanya diam tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun.


" Ya," jawab Isabela singkat.


" Maukah kamu berpura - pura tidak lupa karena anak - anak akan sedih jika kamu lupa," pinta Paulus penuh harap


Ceklek


Isabela terdiam antara memilih bersedia pura - pura tidak lupa atau memilih tidak setuju, hingga akhirnya dirinya ingin mengeluarkan suaranya bertepatan kamar Anindya dan Anindita terbuka dan menatap dirinya dengan tatapan mata berkaca - kaca.


" Mommy," panggil Anindya dan Anindita serempak dengan wajah sendu.

__ADS_1


__ADS_2