Wanita Kesayangan Presdir.

Wanita Kesayangan Presdir.
Ada apa sayang?


__ADS_3

" Ada apa sayang?" tanya Isabela sambil berlutut agar sejajar dengan ke empat anak kembarnya.


" Mommy tidak lupa sama kami kan?" tanya Anindita.


" Maaf bukannya mommy melupakan kalian tapi waktu mommy kecelakaan mommy mengalami amnesia dan hanya mengingat sebagian, maafkan mommy," ucap Isabela yang tidak bisa berbohong


" Anak - anak, jangan sedih kita bersama - sama membantu mommy agar mommy ingat dengan kita," ucap Paulus sambil berlutut di samping istrinya, dirinya sungguh tidak tega melihat wajah kecewa ke empat anak kembarnya.


" Betul kata daddy, tolong bantu mommy agar mommy ingat dengan kalian berempat dan juga daddy," sambung Isabela.


Grep


Isabela entah kenapa ketika melihat kesedihan ke empat anak kembarnya membuat hatinya terasa sangat sakit membuat tangan kirinya memeluk Paulus dari arah samping sedangkan tangan kanannya direntangkan ke arah samping tanda dirinya ingin di peluk membuat Paulus tersenyum bahagia.


Paulus membalas pelukan istrinya sedangkan tangan satunya direntangkan ke arah samping mengikuti Isabela dan ke empat anak kembar mereka langsung memeluk ke dua orang tuanya.


" Abiyoga akan membantu mommy agar mommy ingat dengan kami," ucap Abiyoga

__ADS_1


" Kami juga," sambung Abrisam, Anindya dan Anindita bersamaan.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya namun tiba - tiba ketika hendak berdiri Isabela merasakan kram pada ke dua kakinya membuat Isabela terdiam sedangkan Paulus yang melihat istrinya tidak berdiri membuatnya kuatir dan langsung bertanya.


" Ada apa mom?" tanya Paulus dengan nada kuatir.


" Ke dua kakiku kram dad," jawab Isabela sambil memegang salah satu kaki Paulus


" Biar daddy yang menggendong mommy," jawab Paulus


Tanpa menunggu jawaban Paulus langsung menggendong Isabela ala bridal style menuju ke arah kamarnya membuat Isabela tanpa sadar mengalungkan ke dua tangannya ke leher Paulus agar dirinya tidak terjatuh.


" Baik dad," jawab  Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita serempak.


" Abiyoga, tolong bukakan pintu kamar mommy dan daddy," pinta Paulus


" Baik dad," jawab Abiyoga patuh

__ADS_1


Abiyoga berjalan ke arah pintu kamar orang tuanya kemudian membuka pintunya dengan lebar sedangkan Paulus yang melihat pintu kamarnya sudah terbuka berjalan ke arah kamarnya menuju ke arah ranjang dan membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan sedangkan Abiyoga menutup pintu kamar ke dua orang tuanya dengan rapat kemudian berjalan ke arah kamarnya.


" Mommy, apakah ke dua kaki mommy masih sakit?" tanya Paulus dengan wajah masih kuatir.


" Sudah agak mendingan," jawab Isabela sambil bangun dan duduk dengan bersandar di kepala ranjang dengan memijat ke dua kakinya.


" Biar daddy yang memijat ke dua kaki mommy," ucap Paulus sambil menarik dress istrinya agar naik ke atas hingga memperlihatkan sepasang kaki istrinya yang sangat mulus.


" Tapi dad..." ucapan Isabela terpotong oleh Paulus.


" Tidak ada penolakan," ucap Paulus.


Isabela hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena dirinya selain canggung sekamar dengan pria walau pria di depan suaminya dan juga dirinya tidak enak hati jika Paulus memijat ke dua kakinya.


Selesai mengangkat dress milik Isabela ke atas Paulus mulai memijat kaki kiri Isabela membuat Isabela meringis hal itu membuat Paulus menghentikan untuk memijat kaki istrinya.


" Padahal daddy pelan lho? tidak terlalu keras tapi kenapa wajah mommy seperti orang meringis menahan rasa sakit," ucap Paulus

__ADS_1


" Tidak apa - apa dad lanjutkan saja, mungkin karena mommy lama koma dan tubuh mommy jarang digerakkan makanya terasa sakit," jawab Isabela.


" Betul tidak apa-apa?" tanya Paulus sambil menatap mata istrinya.


__ADS_2