
" Kalian akan tahu nanti, sekarang kalian bertiga di dalam jangan keluar," perintah Katarina sambil keluar dengan membawa tas kecil yang berisi kartu domino dan juga yang berada di tangannya.
" Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Katarina.
" Ternyata cantik juga wanita ini sayang kalau kita bu nuh," ucap salah satu pria dengan pikiran mesumnya tanpa memperdulikan pertanyaan Katarina.
" Benar sekali, lebih baik menemani kita di ranjang dan ke tiga anak kecil itu kita culik dan di jual," sambung temannya.
Peletak
" Aduh," ucap pria itu sambil mengelus kepalanya akibat kepalanya di jitak oleh temannya.
" Dasar bo doh kenapa kamu membuka identitas kita," omel pria itu.
" Hehehe... Maaf," jawab temannya sambil tertawa terkekeh.
" Sudahlah apalagi dia hanya sendiri," ucap pria itu sambil berjalan ke arah Katarina.
__ADS_1
Jleb
" Akhhhhhhhhhhh...." teriak pria tersebut.
Bruk
Sebelum mendekati Katarina, Katarina melempar satu kartu domino dan mengenai kening pria tersebut membuat pria itu berteriak kesakitan.
Pria tersebut tidak sempat menghindar dari serangan mendadak Katarina membuat pria itu ambruk lalu kejang - kejang dan tidak berapa lama menghembuskan nafas terakhirnya. Semua teman - temannya sangat terkejut melihat temannya ma ti mengenaskan dengan mata melotot membuat mereka sangat marah terhadap Katarina.
" Kurang a jar serang wanita itu," ucap salah satu dari mereka yang diperkirakan adalah pemimpin mereka.
Pemimpin itu kemudian menghubungi anak buahnya yang berada di markas untuk datang, setelah selesai menghubungi pemimpin tersebut menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya sambil melihat anak buahnya menyerang Katarina seorang diri.
Tidak membutuhkan waktu lama datang 4 mobil dan keluarlah rombongan pakaian serba hitam sebagian membantu untuk menyerang Katarina dan sebagian berjalan ke arah mobil milik Katarina untuk menculik ke tiga anak kembar yang imut.
" Kakak, kasihan tante Katarina terdesak," ucap Anindita yang berada di dalam mobil.
__ADS_1
" Iya benar dek," jawab Abrisam.
" Lihat mereka datang ke sini," ucap Abiyoga.
" Kita keluar saja kak, aku membantu tante Katarina dan untuk kak Abiyoga dan Abrisam menyerang mereka," ucap Anindita
" Ok," jawab ke dua kakaknya.
Ke tiga anak kecil yang sangat imut keluar dari mobil dan seperti yang dikatakan oleh Anindita ke dua kakaknya menyerang para penjahat sedangkan Anindita membantu Katarina.
Katarina menghindar dan menyerang mereka karena dirinya di keroyok dari berbagai posisi, perkelahian yang tidak seimbang itu membuat Katarina terdesak, walau ada bantuan dari Anindita tapi karena Anindita masih kecil tenaganya kalah jauh dengan orang dewasa terlebih mereka sangat banyak.
Di saat terdesak tiga pria tampan datang dan langsung membantu mereka siapa lagi kalau bukan Paulus, Paskalis dan Patrick. Paulus membantu Abiyoga dan Abrisam sedangkan Paskalis dan Patrick membantu Katarina karena musuhnya lebih banyak dan tidak berapa lama datang lagi segerombolan pria berpakaian serba hitam membantu Katarina dan ke tiga anak imut tersebut.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Ke tiga pria tampan tersebut mengikuti mobil Katarina tapi ketika melewati rel kereta api mobil milik Paulus terpaksa berhenti karena kereta api melewati mobil mereka hingga akhirnya plang pintu kereta api tersebut terbuka setelah kereta api itu pergi menjauh.
__ADS_1
" Si al kita kehilangan jejak," umpat Paskalis.
Paskalis mengendarai mobil sambil sekali - kali melirik jalan untuk mencari mobil Katarina begitu pula dengan Paulus dan Patrick. Hingga hampir setengah jam mereka mencari tapi mereka tidak menemukannya kemudian Paulus baru teringat kalau dirinya seorang ahli IT.