
" Anindita, Abiyoga, Abrisam," panggil Katarina
" Tante Katarina," panggil ke tiga anak kecil tersebut dengan serempak.
Ke tiga anak imut itupun langsung turun dari pangkuan Paulus, Paskalis dan Patrick kemudian berjalan ke arah Katarina membuat ke tiga pemuda tampan itu seakan tidak rela melepaskan ke tiga anak imut tersebut.
" Tante, mommy mana?" tanya Abiyoga
" Mommy sudah pulang bersama Anindya dan paman Mikael jadi tante yang mengantar kalian pulang," ucap Katarina menjelaskan.
" Maaf telah merepotkan tuan - tuan," ucap Katarina.
" Jadi ibu kok tidak bertanggung jawab," gumam Paulus namun masih terdengar jelas oleh Katarina membuat Katarina mendekati Paulus.
" Maaf tuan, mommy mereka masuk ke rumah sakit karena tubuhnya digunakan sebagai tamengnya ketika ada musuh yang menembak putrinya," ucap Katarina pelan.
" Aku terpaksa berbohong agar ke tiga anaknya tidak kuatir jadi jangan pernah katakan kalau mommynya tidak bertanggung jawab," sambung Katarina pelan
Deg
Jantung Paulus berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan dirinya sangat kuatir dengan keadaan wanita itu siapa lagi kalau bukan Isabela sekaligus marah dengan penembak itu.
" Rumah sakit mana?" tanya Paulus dengan nada kuatir.
__ADS_1
" Maaf aku tidak bisa mengatakannya," ucap Katarina lalu berjalan mundur kemudian menggendong Anindita dengan menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kanannya menggandeng tangan Abrisam.
" Apakah pelakunya sudah tertangkap?" tanya Paulus.
" Sudah," jawab Katarina singkat.
" Kami akan mengantar kalian ke rumah sakit," ucap Paulus.
" Maaf tuan tidak perlu repot - repot," tolak Katarina dengan nada halus.
" Kami tidak merasa repot," ucap Paulus yang ingin mengantar mereka.
" Maaf..." ucapan Katarina terpotong oleh Paulus.
" Maksudnya?" tanya Katarina dengan nada bingung.
" Ke tiga ponakan mu nyaris di culik oleh sepasang suami istri," ucap Paulus
" Apa?? Tolong ceritakan lebih lengkap?" tanya Katarina dengan nada terkejut.
Paulus menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi membuat Katarina yang mendengarnya menahan amarahnya dari awal kedatangan sepasang suami istri hingga ingin menculiknya namun dapat digagalkan oleh Paulus, Paskalis dan Patrick dengan cara merebut Anindita, Abiyoga dan Abrisam.
" Itulah yang terjadi," ucap Paulus mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
" Anindita, Abiyoga dan Abrisam bukankah kalian bisa bela diri? kenapa kalian pasrah ketika di bawa oleh mereka?" tanya Katarina sambil menatap ke tiga ponakannya.
Anindita, Abiyoga dan Abrisam hanya senyum pepsodent membuat Katarina menepuk keningnya sedangkan ke tiga pemuda tampan menatap ke tiga anak kecil yang imut sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Kenapa kalian bertiga melakukan itu?" tanya Paulus sambil menatap ke tiga anak kecil tersebut.
" Maaf daddy, kami ingin tahu apakah daddy dan paman - paman perduli dengan kami atau tidak," ucap Anindita jujur.
" Maafkan ke tiga ponakanku," ucap Katarina tidak enak hati.
" Sayang, dia bukan daddy kalian," ucap Katarina berusaha menasehati ke tiga ponakannya.
" Benar kata tante kalian kalau paman bukan daddy kalian.' ucap Paulus entah kenapa ketika mengatakan hatinya terasa sakit.
" Huaaaaaa...." tangis Anindita.
" Sudah dek, daddy memang tidak sayang sama kita lebih baik kita pulang saja," ucap Abiyoga berusaha menenangkan adik bungsunya.
" Ayo tante kita pulang saja," ucap Abrisam
" Ayo sayang," ucap Katarina.
" Tunggu biar paman yang menemani kalian pulang," ucap Paulus seakan tidak rela meninggalkan mereka bertiga .
__ADS_1
" Tidak perlu lebih baik kita pulang sendiri saja," Tolak Anindita dengan wajah di tekuk.