
" Sabar ya kak, suatu saat pasti kakak dan kak Isabela dapat bertemu," ucap Paskalis.
" Oh ya kak, minggu depan pembukaan penerimaan murid baru apa kita pergi ke sekolah milik kita saja kak siapa tahu ketemu dengan kak Isabela bersama ke empat anak kembar," ucap Patrick
Paulus yang awalnya mengusap wajahnya dengan menggunakan ke dua tangannya menatap Patrick sambil tersenyum bahagia.
" Ide bagus, minggu depan kita ke tempat sekolah milik kita," ucap Paulus.
" Kalau begitu kita pulang saja kak," ucap Paskalis.
" Kamu yang nyetir ya karena kakak lelah," ucap Paulus.
" Baik kak," jawab Paskalis patuh.
Paskalis menyalakan mobilnya kemudian menekan tombol jendela dan otomatis jendela langsung tertutup secara otomatis. Paskalis mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik daddy Paulinus untuk beristirahat.
7 Hari Kemudian
Hari demi hari berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa sudah tujuh hari dan seperti apa yang dikatakan oleh Paulus sesuai usul Patrick untuk datang ke acara pembukaan sekolah, ke tiga pria tampan hari ini bersiap - siap untuk pergi membuat ke dua orang tuanya menatap mereka dengan tatapan bingung karena melihat wajah Paulus yang tidak seperti biasanya.
" Paulus ada apa?" tanya mommy Paulina.
" Mau ke sekolah milik kita mom," jawab Paulus.
__ADS_1
" Kok tumben pergi ke sekolah?" tanya mommy Paulina dengan wajah bingung begitu pula dengan daddy Paulinus.
" Siapa tahu ketemu ke empat anak kembarku mom," jawab Paulus.
" Kalau begitu mommy ikut," ucap mommy Paulina.
" Daddy juga mau ikut," sambung daddy Paulinus.
" Baik mom, dad," jawab Paulus sambil tersenyum kembali.
" Kalau begitu kita makan dulu setelah itu kita berangkat," ucap mommy Paulina.
" Ok," jawab mereka serempak.
" Cucu - cucu opa dan oma hari ini mau ikut pendaftaran sekolah ya?" tanya papi Dennis.
" Iya opa," jawab Abrisam.
" Kakak antar ya?" tawar Mikael.
" Tidak usah kak biar kami berangkat sendiri apalagi kan kakak kerja di perusahaan kakak juga di perusahaan ku," ucap Isabela
" Kalau ada apa - apa hubungi kami," ucap papi Dennis.
__ADS_1
" Baik pi," jawab Isabela patuh.
" Isabela kenapa ke empat anak kalian tidak bersekolah milik keluarga?" tanya Mikael.
" Cari suasana baru kak tapi kalau sudah lulus ke empat anakku akan sekolah milik keluarga besar kita," jawab Isabela.
Mikael hanya menganggukkan kepalanya kemudian Isabela mencium punggung papi Dennis, mami Elisabeth, Mikael dan istrinya yang bernama Katarina berlanjut ke empat anak kembarnya secara bergantian.
Singkat cerita kini mereka berada di dalam mobil dan Isabela duduk di kursi pengemudi dan di sampingnya putra pertamanya yang bernama Abiyoga sedangkan yang duduk di kursi belakang pengemudi duduk Abrisam, Anindya dan Anindita.
Isabela mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga dirinya melihat lampu merah menyala membuat Isabela menghentikan mobilnya menunggu lampu hijau sedangkan ke empat anak kembarnya menatap ke arah jalan raya dari kaca mobil melihat kendaraan yang juga sedang berhenti hingga.
Tidak berapa lama Abrisam tanpa sengaja melihat orang yang di kenalnya berada di dalam mobil berwarna hitam membuat Abrisam menurunkan jendelanya hal itu membuat ke tiga saudara kembarnya melihat Abrisam.
" Kak Abrisam, kenapa di buka jendelanya? banyak polusi tahu," ucap Anindita,
" Lihat ada daddy yang duduk di tengah - tengah," tunjuk Abrisam
Mereka bertiga serempak menatap ke arah mobil hitam dan benar saja mereka melihat Paulus sedang duduk di tengah - tengah kursi belakang pengemudi yang di mana daddy Paulinus yang duduk di pojok dekat mobil sedang membuka jendela mobilnya.
" Memangnya paman itu daddy kita?" tanya Anindya karena belum pernah bertemu dengan Paulus.
" Daddy!!!!" teriak Abiyoga, Abrisam dan Anindita serempak.
__ADS_1