
Isabela : Pffftttt.... Hahahaha...
Elisa : Kok ketawa lagi
Isabela : Maaf, selama aku tinggal di luar negri memang banyak yang mengajakku menikah tapi aku selalu menolaknya hingga suatu ketika aku berada di kantin kampus tiba - tiba kepalaku pusing dan tidak sadarkan diri. Tahu - tahu aku berada di rumah sakit dan kata temanku aku hamil, jujur saat itu aku sangat terkejut apa yang aku takutkan terjadi tapi aku berpikir anak yang aku kandung tidak bersalah dan akupun memutuskan untuk mempertahankan janinnya hingga mereka lahir.
Elisa : Lalu apa yang terjadi selanjutnya?
Isabela : Ada beberapa pria yang mau menikah denganku dan mau menerima ke empat anakku tapi aku selalu menolaknya hingga sampai sekarang.
Elisa : Kenapa kamu menolaknya?
Isabela : Cinta itu tidak bisa dipaksakan terlebih aku ingin fokus mengurus ke empat anakku sambil berkerja.
Elisa : Kamu sudah kerja di mana?
Isabela : Di salah satu perusahaan milik Taylor
Elisa : Hebat kamu Isabela
Isabela : Hebat kenapa?
Elisa : Perusahaan Taylor adalah perusahaan yang sangat besar dan sangat sulit masuk ke sana, aku saja gagal ketika tes wawancara.
Isabela : Sekarang sudah kerja?
Elisa : Sudah, tapi sayang sebentar lagi mau bangkrut.
Isabela : Perusahaan apa?
__ADS_1
Elisa : PT. Elang Perkasa
Isabela : Aku belum pernah mendengarnya.
Elisa : Perusahaan kecil
Isabela : Oh
Elisa : Kita ketemuan yuk, kangen
Isabela : Boleh, di mana?
Elisa : Di tempat biasa
Isabela : Ok, jangan lupa undang yang lainnya.
Elisa : Ok, bawa ke empat anakmu ya.
Elisa : Kenapa?
Isabela : Karena waktu kami pulang dari bandara ada seseorang yang ingin menembak putriku nomer 3 dan aku menjadikan tubuhku sebagai tameng.
Elisa : Apa??? Kenapa ingin menembak putrimu? Kamu baik - baik saja? Mana yang terluka?
Isabela : Kebiasaan deh kalau nanya borongan.
Elisa : Maaf habis aku kaget banget
Isabela : Aku pun juga kaget dan bukan itu saja ketika dalam perjalanan mobil Kakak ipar ku juga di serang dan untunglah ada tiga pria dan segerombolan pria berpakaian hitam - hitam menolong Kakak ipar ku dan ke tiga anakku.
__ADS_1
Elisa : Apa??? Siapa mereka?
Isabela : Aku tidak tahu.
Elisa : Bagaimana dengan ke empat anak kembar mu? apakah ada yang terluka? apakah kamu juga terluka?
Isabela : Ke tiga anakku di punggungnya lebam tapi sudah lumayan menghilang berkat obat Kakak ipar ku sedangkan aku terkena luka di punggung tapi sudah lumayan.
Elisa : Kalau begitu aku ke rumahmu.
Isabela : Aku sudah pindah.
Elisa : Tinggal di mana?
Isabela : Rumahku sangat kecil, kita ketemu di tempat biasa agar kita leluasa untuk mengobrol
Elisa : Ok
Isabela : Maaf, aku ingin melihat ke empat anak kembarku.
Elisa : Ok, bye
Isabela : Bye
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus sedangkan Paulus yang sejak tadi setia mendengarkan percakapan Isabela dan Elisa membuat Paulus tersenyum bahagia sambil memeluk ponselnya .
" Terima kasih Isabela, kamu mempertahankan anak kita dan secepatnya aku akan menemukanmu agar kita menikah dan hidup bahagia. Aku akan melindungi kamu dan ke empat anak kembar kita dari orang jahat," ucap Paulus.
__ADS_1
" Oh ya aku akan meretas cctv di luar bandara mudah - mudahan aku dapat menemukan petunjuk," ucap Paulus yang tiba - tiba teringat dengan ucapan Isabela yang mengatakan dirinya di jadikan sebagai tameng putrinya.
" Aku akan menghukum semua orang yang telah berani mengusik wanitaku dan juga ke empat anak kembarku," ucap Paulus yang mengklaim Isabela sebagai miliknya.