Wanita Kesayangan Presdir.

Wanita Kesayangan Presdir.
Tiga Pemuda Kembar


__ADS_3

Louis dan Max ingin mengatakan tapi mengingat jika Valen akan dibebaskan membuat ke dua pria tampan tersebut diam membisu tanpa banyak bicara dan tidak memperdulikan teriakan dan permohonan Valen.


" Lakukan segera!!!" perintah salah satu anak buah Max dan Louis.


" Baik tuan," jawab mereka serempak.


" Tuan, sepertinya gadis ini masih orisinil bolehkah aku duluan?" tanya salah satu anak buahnya yang sangat suka melakukan hubungan suami istri.


" Silahkan," jawab Max dengan datar dan dingin.


***Adegan Dewasa  dan Mengandung Kekerasan Jangan Di Tiru dan bila tidak suka mohon di skip ***


Jleb


" Akhhhhhhhhhhh..... Sakit!!!" teriak Valen.


Anak buahnya sangat bahagia mendengar hal tersebut kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun. Pria itu pun langsung menarik tangan Valen membuat Valen berdiri dan tanpa pemanasan terlebih dahulu langsung memasukkan tombak sakti miliknya ke bagian privasinya di hentakkan ke dua pria itu berhasil menerobos goa yang masih sempit membuat Valen berteriak kesakitan dan bukan itu saja dari arah belakang pria preman memaksakan tombak saktinya ke dalam lubang an*s membuat Valen berteriak kesakitan.


Hampir setengah jam mereka melakukan hubungan suami istri hingga tombaknya menembakkan laharnya dan ke dua pria itu langsung menarik tombak saktinya dan berlanjut ke dua pria lainnya.


Hal itu dilakukan secara bergantian dengan pria yang berbeda membuat Valen tidak sadarkan diri tapi mereka tidak memperdulikan hal tersebut hingga pria preman yang berjumlah ke dua puluh satu termasuk salah satu anak buahnya Max dan Louis sudah selesai melakukannya aksi biadabnya.


" Kalian pergilah," usir Max


" Baik tuan," jawab mereka serempak sambil mengambil pakaian mereka.


Merekapun memakai pakaian mereka kemudian pergi meninggalkan markas tersebut sedangkan Max dan Louis melakukan pekerjaan terakhir yaitu mengeluarkan pisau lipat dari saku belakang celana panjangnya masing - masing.

__ADS_1


" Pipi kanan apa pipi kiri?" tanya Louis


" Aku pipi kiri," jawab Max


" Ok, aku pipi kanan dan kita lakukan secara bersamaan," ucap Louis


Srettttttttttttttttttttttt


Srettttttttttttttttttttttt


" Akhhhhhhhhhhh....  sakit!!" teriak Valen


Valen yang tidak sadarkan diri terpaksa membuka matanya dengan paksa dikarenakan ke dua pipinya kanan dan kiri di gores dengan pisau lipat yang sangat tajam hingga keluar darah segar membuat Valen berteriak kesakitan.


" Buang wanita ular ini di pinggir jalan," ucap Max sambil membersihkan pisau lipatnya di tubuh polos Valen.


" Biarkan wanita ular itu tidak memakai pakaian selembar pun," sambung Louis yang juga ikutan membersihkan pisau lipat kesayangannya di tubuh polos Valen.


Ke empat anak buahnya membawa pergi Valen tanpa memperdulikan teriakan kesakitan di pipi dan bagian privasinya sedangkan Louis dan Max hanya menatapnya datar dan dingin tanpa ada rasa empati sedikitpun terhadap Valen karena Valen telah berani merusak ponakan yang mereka sayangi.


" Bagaimana dengan orang yang di sewa wanita ular itu?" tanya Louis dengan nada dingin.


" Sesuai perintah tuan mereka semua sudah kami kebi*i agar mereka tidak bisa melakukan itu lagi terhadap para gadis dan wanita manapun," jawab salah satu anak buah kepercayaannya.


" Bagus, kalau begitu kami pergi dulu," ucap Max.


" Baik tuan," jawab pria tersebut.

__ADS_1


Max dan Louis pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan di tempat yang berbeda seorang pria tampan ke arah kamar hotel VVIP tempat dirinya menginap dengan wajahnya dihiasi dengan senyuman karena sebentar lagi akan bertemu dengan seseorang yang sejak semalam dirindukan.


" Kakak kenapa dari tadi senyam-senyum sendiri?" tanya adik kembarnya.


" Iya nih tidak seperti biasanya," jawab adik kembar bungsu.


" Sebentar lagi kakak akan menikah," jawab kakak kembarnya.


" Kakak serius?" tanya ke dua adik kembarnya tidak percaya.


" Kakak serius, apakah selama ini kakak selalu bercanda?" tanya kakak kembarnya sambil menatap tajam ke dua adik kembarnya.


" Aish sifat kakak sama seperti daddy," gerutu adik bungsunya.


Kakaknya hanya tersenyum tanpa banyak bicara hingga ke tiga pemuda kembar sudah sampai di kamar masing - masing, pemuda tampan itupun masuk ke dalam kamarnya namun senyuman yang tadi menghiasi wajahnya kini hilang entah kemana dan matanya langsung membulat sempurna dengan apa yang di lihatnya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa yang terjadi selanjutnya?  Siapa ke tiga pemuda kembar tersebut? Tunggu di bab selanjutnya ya


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semoga  Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.


Dari author,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


__ADS_2