Wanita Kesayangan Presdir.

Wanita Kesayangan Presdir.
Enam Bulan Kemudian


__ADS_3

Daddy Paulus menatap istrinya yang masih setia memejamkan matanya hingga akhirnya kepala daddy Paulus diletakkan di samping ranjang istrinya dengan menggunakan ke dua tangannya dan tidak membutuhkan waktu lama daddy Paulus tertidur dengan pulas nya..


Enam Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya sudah enam bulan Isabela belum sadar dari komanya sedangkan ke empat anak kembar yang bernama Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita sudah sehat dan beraktifitas kembali.


Isabela yang masih belum sadar akhirnya di pindahkan ke mansion milik daddy Alvonso karena peralatannya lebih lengkap seperti rumah sakit di tambah ada dokter dan perawat yang mengecek kondisi Isabela.


" Mommy, bangun kami semua sangat merindukan mommy," ucap Anindya


" Benar kata kak Anindya, kami semua merindukan mommy," sambung Anindita


" Mommy tahu setiap malam kita tidak sengaja melihat daddy menangis sambil mengecup tangan mommy," sambung Abiyoga.


" Mommy, bangun kalau mommy tidak bangun kami akan marah sama mommy," ancam Abrisam.


" Kok kakak ngomongnya gitu? mommy walau kak Abrisam marah sama mommy, Anindya tidak marah kok sama mommy," ucap Anindya polos


" Anindita juga tidak marah sama mommy," jawab Anindita


" Kakak sengaja bicara seperti itu supaya mommy sadar," ucap Abrisam yang tidak mungkin bisa marah sama mommy Isabela.


" Anak - Anak jangan berisik, nanti mommy terganggu," ucap daddy Paulus dengan nada lembut.

__ADS_1


" Daddy, kapan mommy sadar?" tanya Anindya


" Daddy tidak tahu sayang," jawab daddy Paulus sambil menggenggam tangan istrinya.


" Daddy, kami lapar ingin masakan daddy," pinta Anindita.


" Oke," jawab daddy Paulus singkat sambil melepaskan genggaman tangannya.


Daddy Paulus mengerutkan keningnya sambil menatap tangannya yang di genggam erat oleh Isabela seakan tidak ingin di lepas oleh Isabela kemudian pandangannya beralih ke mata Isabela yang masih setia memejamkan matanya.


" Ayo daddy," ajak Anindya.


" Sebentar," ucap daddy Paulus sambil melepaskan genggaman tangan Isabela tapi Isabela semakin menggenggam erat.


" Kamu siapa?" tanya Isabela dengan wajah sangat terkejut melihat pria tampan mengecup keningnya dan dekat dengan wajahnya.


" Aku suamimu, apakah istriku sudah melupakan aku? sayang kamu jangan bercanda," ucap Paulus sambil tersenyum bahagia karena istrinya sudah sadar dari komanya.


" Mommy," panggil ke empat anak kembarnya ikut tersenyum bahagia.


" Mommy, kalian siapa?" tanya Isabela sambil memandang satu persatu ke empat anak kecil tersebut bersamaan Isabela memegangi kepalanya dengan menggunakan ke dua tangannya


" Hiks... hiks...  hiks... kami anakmu mom," ucap Anindita sambil terisak

__ADS_1


" Huaaaaaa..." tangis ke empat anaknya serempak.


" Maaf mommy benar - benar tidak ingat dengan kalian." ucap Isabela yang merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya.


" Sayang, apa kamu benar - benar tidak ingat denganku dan ke empat anak kembar kita?" tanya Paulus dengan wajah terkejut karena ternyata istrinya tidak bercanda.


" Aku... Akhhhhhhhhhhh.... sakit...!!!" teriak Isabela dan tidak berapa lama Isabela tidak sadarkan diri.


" Isabela!!" teriak Paulus sambil memeluk tubuh istrinya


" Mommy!!!" teriak ke empat anak kembarnya


" Paulus ada apa?" tanya papi Dennis yang mendengar ke empat cucu kembarnya menangis.


" Opa, mommy hiks... hiks... hiks... " isak Anindita


" Mommy Kalian kenapa? Paulus kenapa kamu memeluk tubuh Isabela?" tanya papi Dennis


" Isabela sudah sadar tapi tidak ingat dengan kami," ucap Paulus sambil berjalan keluar memanggil dokter


" Apa??? sudah sadar?" tanya papi Dennis terkejut


" Iya opa, hiks... hiks... hiks...tapi mommy tidak ingat dengan kami," ucap Anindita sambil terisak.

__ADS_1


__ADS_2