
Papi Dennis berjalan ke arah Isabela dan melihat Isabela masih setia memejamkan matanya bersamaan kedatangan daddy Paulus, Katarina dan dokter.
" Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita, kalian pergilah ke kamar nanti daddy menyusul," ucap daddy Paulus sambil berlutut agar sama tingginya
" Tapi daddy, kami ingin menunggu mommy," ucap Anindita
" Iya daddy, kami ingin menunggu mommy," jawab Abiyoga, Abrisam, Anindya serempak
" Kalian pasti ingin mommy bisa sadar dan mengenali kalian kan?" tanya Katarina dengan nada lembut.
" Ingin tante," jawab ke empatnya dengan serempak.
" Jadi kalian istirahatlah di kamar nanti daddy dan mommy akan datang ke kamar kalian," ucap Katarina walau dirinya tidak yakin.
" Baik tante," jawab ke empatnya dengan serempak.
Ke empat anak kembar tersebut pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju ke kamar mereka masing - masing bersamaan Katarina membuka matanya.
" Papi, mereka siapa?" tanya Isabela sambil menatap Katarina dan daddy Paulus secara bergantian.
" Apakah kamu tidak mengenalnya sama sekali?" tanya papi Dennis tidak percaya apa yang di dengarnya.
" Tidak papi, memang siapa mereka pi?" tanya Isabela penasaran
__ADS_1
" Kalau yang ini namanya Katarina istri kakakmu," jawab papi Dennis
" Kak Mikael sudah menikah sejak kapan?" tanya Isabela dengan wajah terkejut
" Sudah lama dan juga mempunyai dua anak kembar," jawab papi Dennis.
" Lalu pria itu?" tanya Isabela
" Dia suamimu dan yang ke empat anak kecil tadi adalah anak kalian," jawab papi Dennis
Isabela memejamkan sepasang matanya sambil memegangi kepalanya yang seakan mau pecah membuat Katarina berteriak kesakitan.
" Jangan di paksa nyonya pelan - pelan saja nanti nyonya akan ingat siapa nyonya," ucap dokter tersebut.
Isabela melakukan seperti yang dikatakan oleh dokter tersebut dan tidak berapa lama rasa sakit pada kepalanya mulai menghilang sedikit demi sedikit kemudian Isabela membuka matanya.
" Setiap merasakan pusing lakukan apa yang tadi nyonya lakukan," ucap dokter tersebut.
" Maaf nyonya semua alat yang menempel di tubuh nyonya akan kami lepaskan," ucap dokter tersebut.
Isabela menganggukkan kepalanya kemudian dokter dengan di bantu perawat melepaskan selang infus, selang oksigen dan selang lainnya.
" Istriku kenapa dok?" tanya daddy Paulus setelah melihat dokter dan perawat sudah selesai melepaskan semua selang yang menempel di tubuh istrinya.
__ADS_1
" Maaf tuan, istri anda mengalami amnesia," jawab dokter tersebut
" Tapi kenapa istriku hanya ingat dengan ayah mertuaku?" tanya daddy Paulus
" Nyonya kehilangan separuh ingatannya jadi nyonya hanya mengingat ketika dirinya belum menikah," jawab dokter tersebut
" Bagaimana supaya istriku bisa kembali ingatannya" tanya daddy Paulus
" Lakukan apa yang menjadi kesukaannya sehingga nyonya ingat akan masa lalunya tapi saya minta jangan di paksa pelan - pelan saja secara bertahap karena jika di paksa bisa membahayakan jiwanya," jawab dokter tersebut
" Baik dok aku akan mengingatnya," jawab Paulus
" Karena nyonya sudah sadar maka kami akan kembali berkerja di rumah sakit," ucap dokter tersebut.
" Baik dok, terima kasih atas bantuannya," ucap Katarina
" Sama - sama nyonya," jawab dokter tersebut.
Dokter dan perawat pergi meninggalkan tempat tersebut bersamaan kedatangan Mikael, Mikael berjalan ke arah Isabela sambil tersenyum bahagia karena adiknya sudah sadar sedangkan Isabela yang melihat kakak kesayangannya datang langsung turun dari ranjang dan berjalan ke arah Mikael.
Grep
" Kakak," panggil Isabela sambil memeluk kakak kesayangannya tanpa menyadari kalau suaminya cemburu walau Mikael adalah kakak iparnya sekaligus kakak kandung Isabela
__ADS_1