
Sejak kejadian melakukan hubungan suami istri Isabela tidak mau lagi suaminya menyentuh dirinya mengingat dirinya tidak sanggup untuk meminta lebih hingga tidak terasa sudah seminggu kejadian tersebut hubungan mereka berjalan di tempat.
Hanya mengobrol tanpa melakukan kontak fisik sebenarnya Paulus ingin melakukan hubungan suami istri tapi istrinya selalu menolaknya karena dirinya sama sekali belum mengingatnya.
" Oh ya kemarin pas pergi ke mall aku bertemu dengan ke dua sahabatku dan kami ingin melakukan kemping di gunung, apakah daddy mau ikut?" tanya Isabela.
" Boleh, Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita bagaimana? apakah di ajak?" tanya Paulus
" Lebih baik kalian pergi bersama ke dua sahabat Isabela dan kalau perlu bawa ke dua adikmu Paskalis dan Patrick biar Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita sama opa dan oma," ucap papi Dennis yang sangat berharap putri bungsunya ingat jika sudah menikah dan mempunya suami dan empat anak kembar.
" Apakah tidak merepotkan papi dan mami?" tanya Paulus
" Papi dan mami tidak merasa repot kok jadi kalian tenang saja," ucap papi Dennis.
" Benar kata papi, sekali - sekali kalian refreshing bersama ke dua sahabat Isabela mungkin bisa membuat Isabela ingat semuanya, biar Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita bersama kami," ucap Katarina
" Oh ya, kapan berangkatnya?" tanya mami Elisabeth
" Lusa mi," jawab Isabela
" Kalau begitu, kalian pergi ke mall untuk membeli apa - apa yang kalian butuhkan agar besok kalian tinggal menyiapkan barang - barang yang mesti di bawa," ucap papi Dennis.
" Baik pi," jawab Isabela dan Paulus serempak sambil turun dari sofa.
Isabela dan Paulus mengecup punggung tangan papi Dennis, mami Elisabeth dan Katarina secara bergantian bersamaan kedatangan Mikael.
" Mau kemana?" tanya Mikael sambil mengulurkan tangannya karena hendak di cium punggung tangan kanannya.
" Mau ke mall kak, lusa mau kemping sama ke dua sahabat Isabela," jawab Isabela
" Maaf kak, kalau kami pergi kemping tidak membawa Abiyoga, Abrisam, Anindya dan Anindita," ucap Paulus tidak enak hati.
" Santai saja apalagi selama kalian menikah kalian belum bulan madu jadi anggaplah ini bulan madu yang tertunda," ucap Mikael yang juga sama - sama berharap adik bungsunya segera sadar dan ingat dengan suami dan ke 4 anak kembarnya.
" Terima kasih kak, kami pergi dulu," pamit Paulus sambil berjalan berdampingan tanpa memeluk istrinya karena istrinya tidak mau di sentuh.
__ADS_1
" Hati - hati di jalan," ucap mereka serempak.
" Terima kasih,' jawab Paulus dan Isabela serempak sambil melangkahkan ke dua kakinya ke pintu utama.
Dua Hari Kemudian
Hari yang di tunggu akhirnya datang Paulus bersama istrinya Isabela dan ke dua adiknya Paskalis dan Patrick berserta ke dua sahabatnya yang bernama Elisa Lumbantoruan dan Rebecca William, mereka pergi dengan menggunakan satu mobil. Singkat cerita kini mereka sudah sampai di tempat tujuan, udaranya sangat bersih karena jauh dari polusi dan sangat dingin membuat mereka menggunakan jaket tebal.
" Kita kemping di mana?" tanya Paulus
" Di sebelah sana kak dekat dengan sungai," jawab Isabela.
" Kita buat dua tenda saja," usul Isabela
" Setuju satu khusus wanita dan satunya khusus pria," ucap Elisa
" Ok," jawab mereka serempak
Merekapun mulai memasang tenda setelah lima menit kemudian mereka sudah selesai memasang tenda, Paskalis dan Patrick di tugaskan kakak kembarnya untuk mencari kayu bakar untuk membuat api unggun sedangkan para wanita mengeluarkan perlengkapan untuk memasak dengan di bantu Paulus.
Paskalis dan Patrick meletakkan kayu bakar kemudian mereka mulai duduk di tikar yang sudah disiapkan oleh Paulus, mereka pun makan dan minum hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum dengan menggunakan pembungkus nasi dan nanti sampahnya digunakan untuk membakar kayu bakar.
Siang berganti malam dan Paulus serta Paskalis mulai membuat api unggun untuk mengurangi hawa dingin yang menusuk tulang, mereka memakai jaket dan selimut sambil duduk di api unggun namun tiba - tiba mulai rintik tanda sebentar lagi akan hujan tapi mereka tetap duduk di api unggun.
" Hujannya mulai deras lebih baik kita masuk ke dalam tenda," usul Isabela yang mulai merasa menggigil.
" Ayo, badanku menggigil," ucap Elisa dengan gigi gemeletuk.
" Sama badanku juga menggigil," sambung Rebecca yang juga merasakan udaranya semakin dingin.
" Ok," jawab Paulus, Paskalis dan Patrick serempak
Mereka pun masuk ke dalam tenda dengan tubuh menggigil bersamaan hujan semakin bertambah deras membuat di sekitarnya mulai tergenang air membuat mereka serempak memakai jas hujan.
" Airnya sudah mulai tinggi lebih baik kita pergi dari sini," usul Isabela sambil menggendong tas ransel besar.
__ADS_1
" Iya, ini airnya sudah mulai masuk ke dalam tenda," ucap Rebecca.
" Tendanya bagaimana?" tanya Elisa
" Kita tinggal saja tidak ada waktu apalagi aku juga bawa tenda yang belum di pakai," ucap Isabela
" Ok," jawab Elisa dan Rebecca serempak
Ke tiga wanita tersebut keluar dari tenda dan melihat Paulus, Patrick dan paskalis sudah berdiri di depan tenda dengan menggunakan jas hujan.
" Kita pergi dari sini menuju ke arah mobil," ucap Paulus sambil menggenggam tangan Isabela.
" Elisa dan Rebecca kalian genggam tangan Paskalis dan Patrick karena hujan semakin deras!!!" teriak Paulus karena suara hujan dan petir saling bersahutan.
" Ok," jawab Elisa, Rebecca, Paskalis dan Patrick serempak
Mau tidak mau mereka saling menggenggam tangan, Elisa dengan Paskalis sedangkan Rebecca dengan Patrick tapi udaranya yang sangat dingin membuat Isabela, Elisa dan Rebecca menggigil kedinginan.
" Daddy, udaranya sangat dingin," ucap Isabela sambil melepaskan pelukannya kemudian memeluk suaminya dari arah samping.
" Sama mom, daddy juga dingin," ucap Paulus sambil membalas pelukan Isabela.
" Kak Paskalis bolehkan aku memeluk kakak?" tanya Elisa dengan gigi gemeletuk sambil melepaskan genggamannya kemudian memeluk tubuhnya sendiri.
" Boleh," jawab Paskalis yang juga merasakan dingin teramat sangat.
" Kak Patrick, bolehkah aku memeluk kakak?" tanya Rebecca dengan tubuh menggigil
" Silahkan," jawab Patrick singkat
Mereka pun saling berpelukan hingga akhirnya mereka sudah sampai di mobil karena udaranya sangat dingin membuat mereka langsung masuk ke dalam mobil dan tidak memperdulikan jok mobilnya menjadi basah. Paskalis duduk di kursi pengemudi dan di sampingnya Elisa sedangkan yang lainnya duduk di kursi belakang pengemudi.
Mereka pergi meninggalkan tempat tersebut dan mencari tempat yang lebih tinggi hingga melihat sebuah mansion membuat Paskalis menuju ke arah mansion tersebut untuk menumpang.
Paskalis menghentikan mobilnya di depan gerbang kemudian Patrick turun dari mobil dan berjalan ke arah gerbang untuk menekan bel berulang kali namun tidak ada jawaban membuat Patrick mencoba membuka gerbang yang ternyata tidak di kunci dengan lebar kemudian Patrick masuk ke dalam sedangkan Paskalis melajukan mobilnya masuk ke dalam gerbang.
__ADS_1
" Sepertinya mansion ini sudah lama tidak di tempati," ucap Paulus sambil turun dari mobil dengan diikuti yang lainnya.