
" Tidak ada, di hati daddy hanya kamu," jawab Paulus dengan jujur.
" Kita mandi bersama," bisik Paulus sambil menggigit ujung telinga Isabela
Selesai mengatakan itu Paulus menciumi bibir Isabela dan berlanjut ke arah lehernya sambil melucuti pakaian Isabela begitu pula dengan dirinya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian menariknya ke dalam kamar mandi, Paulus menarik Isabela ke arah shower.
" Sayang, hadap ke arah shower," bisik Paulus
Isabela dengan patuh menghadap ke arah shower kemudian Paulus memberikan pemanasan terlebih dahulu sedangkan Isabela yang sudah pernah merasakan walau antara sadar dan tidak membuat Isabela ketagihan dan bertahun - tahun menahannya dengan cara menyibukkan diri dengan mengurus ke empat anak kembarnya.
Jleb
" Ahhhhhhh..." teriak Isabela
Setelah di rasa cukup Paulus memasukkan tombak saktinya ke goa milik Isabela membuat Isabela menge rang nikmat membuat Paulus tersenyum kemudian Paulus menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang hingga setengah jam kemudian tombak sakti milik Paulus mengeluarkan laharnya dan dimasukkan ke dalam rahim Isabela.
Isabela memutar kran air shower kemudian merekapun mandi bersama. Hingga setengah jam kemudian Paulus mematikan kran shower sambil memasukkan kembali tombak saktinya membuat tubuh Isabela terasa lemas dan menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Paulus.
" Daddy, badanku sangat lelah," ucap Isabela
" Sebentar sayang," jawab Paulus sambil menggerakkan pinggulnya berulang - ulang.
" Sayang?" tanya ulang Isabela
" Karena aku sangat sayang sama calon istriku dan tidak sabar menikah denganmu," ucap Paulus.
" Sejak kapan daddy jadi tukang gombal?" tanya Isabela.
" Sejak kenal denganmu," bisik Paulus kemudian menciumi leher Isabela.
Isabela merasakan geli dan nikmat secara bersamaan hingga lima belas menit kemudian Paulus mengeluarkan laharnya dari dalam tombak saktinya dan lagi - lagi dimasukkan ke dalam rahim Isabela.
" Kalau aku hamil bagaimana?" tanya Isabela
" Tidak apa - apa, kan sebentar lagi kita menikah," jawab Paulus sambil kembali menyalakan kran shower.
" Tapi anak - anak kita masih kecil," ucap Isabela.
" Kalau memang hamil lagi daddy tidak ingin mommy menggugurkan kandungannya,' ucap Paulus dengan tegas.
Isabela hanya menganggukkan kepalanya kemudian Paulus memutar kran shower, Isabela berjalan ke arah lemari dan mengambil dua pasang jubah handuk untuk dirinya dan satu lagi diberikan ke Paulus. Mereka memakainya kemudian keluar dari kamar mandi dan melihat ke empat anak kembarnya masih tertidur dengan pulas.
" Sayang, daddy tidak mungkin keluar pakai jubah handuk," ucap Paulus yang suka akan kebersihan.
" Sebentar aku akan telepon kakak ipar," ucap Isabela sambil mengambil ponselnya yang tergeletak di meja dekat ranjangnya.
" Kalau bisa yang masih baru karena kulitku alergi tapi jika tidak ada tidak apa - apa yang bekas daripada aku pakai jubah handuk," ucap Paulus.
" Oke," jawab Isabela singkat.
Isabela mencari kontak nama Katarina setelah ketemu Isabela menekan tombol warna hijau dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Katarina.
( " Ada apa Isabela? " )
( " Kakak, aku minta satu steel pakaian milik kak Mikael kalau bisa yang masih baru," )
( " Ok," )
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Isabela meletakkan kembali ponselnya di meja kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengambil dress berikut segitiga bermuda dan bungkusan untuk menutupi dua gunung kembar miliknya.
Setelah selesai Isabela membalikkan badannya dan melihat Paulus sedang menatap ke empat anak kembarnya yang masih tertidur dengan pulas.
" Mau kemana?" tanya Paulus menatap ke arah Isabela
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Sambil menunggu lanjutannya, ini ada karya ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
Menceritakan tentang kisah cinta orang tua Paulus
" Tuan Paul, boleh temani aku minum?" tanya gadis itu
" Tidak, aku mau pulang." tolak Paulinus
Sambil berjalan dan diikuti oleh asisten setianya yang bernama Hendrik. Gadis itupun tidak mau menyerah, gadis itu berjalan dengan cepat menyusul Paulinus kemudian memegang tangannya membuat Paulinus marah dan mendorong tubuh gadis itu hingga terjatuh.
bruk
akhhhhh
" Jangan pernah menyentuhku!!" bentak Paulinus sambil menahan tangannya yang terasa gatal akibat sentuhan gadis itu.
Semua orang menatap Paulinus dan gadis itu dan seorang pria paruh baya mendekati mereka.
" Ada apa tuan Paulinus? kenapa dengan putriku?" tanya pria paruh baya itu sambil mengangkat tubuh putrinya agar berdiri.
" Anak tuan sudah berani menyentuhku, aku tidak suka, Hendrik ayo pergi." perintah Paulinus sambil menahan hasratnya.
" Baik tuan." Jawab Hendrik
Mereka pergi meninggalkan tempat pesta pernikahan menuju ke mobil. Hendrik mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga mereka sudah sampai di sebuah hotel murah.
" Hendrik kenapa kamu menyewa hotel murah seperti ini." omel Paulinus sambil berjalan dengan diikuti oleh Hendrik dari arah belakang
" Maaf tuan, hanya hotel ini yang paling bagus karena tempat menginap yang lainnya lebih jelek." ucap Hendrik mengulangi perkataannya waktu mereka pertama kalinya datang ke hotel tersebut.
" Iya aku tahu tadi kamu cerita pas kita datang pertama kalinya ke hotel ini, besok pagi kita bereskan wanita ular itu karena aku yakin dia pelakunya dan siangnya kita pulang saja aku tidak betah tinggal di hotel murah ini." ucap Paulinus.
" Baik tuan." ucap Hendrik patuh.
" Hendrik panggil resepsionis di mana kamarku? kenapa nomer 306 ada dua." perintah Paulinus.
" Baik tuan." Jawab Hendrik.
Hendrik pergi ke resepsionis dan tidak berapa lama resepsionis dan Hendrik datang.
" Maaf tuan ini seharusnya 309." ucap resepsionis sambil membetulkan angka 6.
" Pergilah." usir Hendrik
" Baik, sekali lagi maafkan kami." ucap resepsionis dengan nada sopan.
Hendrik masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan ucapan resepsionis sedangkan Hendrik masuk ke dalam kamar 308 yang berada di sebelah tuannya.
Paulinus masuk ke dalam kamarnya dan menyalakan lampu saklar.
ceklek
Kamar langsung terang kemudian Paulinus membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benang pun kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk meredamkan hasratnya yang semakin memuncak.
" Si*l wanita ular itu berani bermain - main denganku, aku akan menghukumnya secara sadis." ucap Paulinus sambil mandi dengan air dingin dari shower.
Setengah jam lebih Paulinus mandi hingga tubuhnya menggigil tapi pengaruh obat itu belum juga hilang.
" Si*l dingin sekali tapi pengaruh obatnya belum juga hilang." omel Paulinus.
Karena tubuhnya sudah sangat menggigil Paulinus memutar kran shower hingga air shower berhenti mengalir. Paulinus mengambil handuk dengan tubuh menggigil kemudian keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang.
Paulinus menarik selimutnya dan matanya langsung membulat sempurna melihat seorang gadis sedang tertidur pulas dengan tubuh tanpa sehelai benangpun.
" Siapa kamu, bangun!!" bentak Paulus
__ADS_1
hening
" Si*l dia tidur pulas sekali haruskah aku mendorongnya hingga jatuh tapi tanganku menjadi merah dan gatal - gatal." ucap Paulinus
Gadis itu masih setia memejamkan matanya walau Paulinus membentaknya membuat Paulinus terpaksa memegang tubuh Paulinus untuk di dorong ke lantai.
" Kenapa aku menyentuhnya tanganku tidak langsung memerah dan gatal." ucap Paulinus ketika tangannya menyentuh tubuh gadis itu.
Akhirnya untuk pertama kalinya mereka melakukan hubungan suami istri. Paulinus melakukan secara berulang-ulang dan sudah tidak terhitung berapa banyak dia mengeluarkan laharnya ke rahim gadis itu hingga tubuhnya terasa lelah barulah Paulinus berhenti setelah mengeluarkan laharnya. Paulinus mengangkat tubuhnya dan berbaring di samping gadis itu dan memeluknya.
cup
" Aku akan bertanggung jawab siapapun dirimu aku tidak perduli." ucap Paulinus sambil mengecup pucuk rambut gadis itu.
Tidak berapa lama Paulinus pun tertidur pulas karena tubuhnya sangat lelah melakukan olahraga malam untuk pertama kalinya.
Pagi harinya Paulinus perlahan membuka matanya dan menatap wajah cantik gadis yang masih tertidur pulas.
" Sebenarnya aku ingin menerkammu lagi tapi aku harus memberikan hukuman untuk wanita ular itu yang telah berani memberikan obat perangs**g padaku." ucap Paulinus sambil perlahan melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Lima belas menit Paulinus sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar. Paulinus berjalan ke lemari dan memakai pakaian santai.
" Sebentar lagi aku akan kembali dan kita lanjutkan yang semalam." ucap Paulinus sambil memandangi gadis yang di klaim menjadi miliknya karena gadis itu telah berhasil menyentuh tubuhnya tanpa ada reaksi kulit yang memerah dan gatal - gatal seperti sebelumnya.
Paulinus pergi meninggalkan gadis itu dan keluar dari kamarnya dan menutup pintu bertepatan kedatangan asistennya. Mereka pergi menuju ke sebuah gedung tua untuk memberikan pelajaran orang yang telah berani mengusiknya.
Setelah kepergian Paulinus gadis itu perlahan membuka matanya, matanya membulat sempurna karena dirinya berada di ruangan asing.
" Kenapa aku berada di sini?" ucap gadis itu
Gadis itupun bangun dan dirinya sangat terkejut melihat dirinya tanpa menggunakan sehelai benang pun.
" Apa yang terjadi kenapa aku tidak memakai pakaian sama sekali." ucap gadis itu
Gadis itupun bangun dan turun dari ranjang tapi bagian privasinya terasa perih.
" Apa yang terjadi kenapa bagian privasiku terasa perih." ucap gadis itu.
Gadis itupun bangun dan berjalan perlahan menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah selesai gadis itu memakai handuk bekas di pakai oleh Paulinus.
Gadis itu keluar mencari pakaiannya dan tidak berapa lama gadis itu menemukan pakaiannya yang berada di kolong meja. Gadis itupun langsung memakai pakaiannya dan pergi meninggalkan kamar hotel itu yang kebetulan tidak pernah di kunci.
Gadis itu pergi ke rumah sahabatnya yang kebetulan sangat dekat dengan hotel tempat dirinya tertidur di hotel. Singkat cerita gadis itu sudah sampai di rumah sahabatnya.
tok
tok
tok
ceklek
" Paulina." panggil sahabatnya dengan nada terkejut karena tidak biasanya pagi - pagi sahabatnya datang.
Ya gadis itu adalah Paulina yang sudah direnggut mahkota berharganya oleh Paulinus.
" Maria." panggil Paulina sambil menangis.
" Kita masuk ke dalam dulu." ucap Maria
Merekapun masuk ke dalam rumah Maria dan duduk di ruang keluarga. Paulina memeluk sahabatnya sambil menangis dan menceritakan apa yang terjadi.
" Kamukan bisa program IT coba kamu retas mansionmu kita bisa tahu apa yang terjadi sebenarnya." usul Maria
" Baiklah, aku pinjam laptopmu." pinta Paulina
" Sebentar." ucap Maria
Maria berjalan ke kamarnya dan mengambil laptopnya kemudian memberikan ke Paulina. Paulina pun menerima laptop kemudian mulai meretas cctv mansionnya.
__ADS_1
" Aku akan meretas cctv dimana aku selesai makan malam." ucap Paulina