
"Aku akan kembalikan, tapi setelah ini, aku pastikan kamu akan dipecat secara tidak hormat.
Dan uang pesangon akan masuk ke rekeningku kembali, sesuai perjanjian dengan atasan kamu.
Aku pastikan, pelacur itu pasti akan menendang mu dan mencari mangsa baru yang bisa memuaskan hasratnya foya foya itu." sahutku tenang, dan terlihat mas Danang bergeming dengan ucapan ku barusan.
Dasar laki laki munafik, pantes saja bersatu dengan wanita licik dan murahan.
"Jangan banyak bicara kamu!
Cepat berikan uang itu, atau kamu akan aku tendang dengan kedua kakiku ini!" bentak mas Danang murka, dikedua matanya nampak dia bersungguh sungguh dengan ucapannya.
Ada rasa ngeri lantaran aku sendirian dirumah, Shanum masih berada di sekolahan. Satu jam lagi, baru anak itu pulang. Ya Tuhan, lindungilah hamba dari laki laki durjana ini. Lirihku kalut.
"Keterlaluan kamu, mas!
Demi pelacur itu, kamu sampai tega mengabaikan Shanum dan aku yang notabenenya anak istri sah kamu. Setelah kamu mengambil uang itu, siap siap saja, kamu akan kehilangan pekerjaan kamu!" sahutku tegas, menyembunyikan luka dan rasa takutku.
"Tidak usah sok hebat kamu. Memang apa buktinya aku mengambil uang itu, hah?
Meskipun kamu melapor, kalau aku menyangkal nya, tidak akan ada yang percaya dengan omong kosong mu itu!" sahut mas Danang yang terlihat begitu percaya diri. Belum tau saja dia, setiap transaksi pasti akan muncul bukti transfernya. Dasar otak udang!
"Oh iya?
Apa kamu gak pernah pakai aplikasi m banking, mas?
Setiap transaksi pasti akan muncul bukti transfer disana. Dan aku juga punya buku tabungan, aku bisa minta dicetakkan rekening korannya. Gimana, masih mau maksa minta uangmu?" sahutku memojokkan laki laki itu, terlihat mas Danang memerah wajahnya, dengan langkah lebar dia mendekati, tangannya nampak terayun dan mendarat di pipiku yang menyisakan rasa perih dan terasa berdenyut hingga aku merasakan pusing di kepala ini.
Belum puas dengan sikap arogannya, kembali mas Danang akan melayangkan tangannya, namun ada suara yang begitu familiar menghentikan aksi suami durjana ku itu.
"Hentikan!
Kalau kamu tidak mau mendekam di penjara dengan tuduhan KDRT!" suara mbak Safitri berdengung di telinga ini, bibir ini mengeluarkan darah akibat pukulan yang begitu keras dari mas Danang, ah sial kepala ini rasanya sangat pusing, hingga membuat mataku mengabur.
"Apa urusan anda ikut campur masalahku dengan istriku, hah?" teriak mas Danang dengan nafas memburu.
Mbak Safitri tidak langsung menjawab pertanyaan mas Danang, dia menghampiriku dan menuntun diri ini untuk duduk di sofa, terlihat Bayu menatap nyalang ke arah mas Danang dengan kedua tangan mengepal. Dan tiba tiba saja, bugh! bugh! bugh!
Dengan membabi buta, Bayu memukuli mas Danang yang langsung terjengkal kesakitan.
"Lawanlah laki laki kalau kamu punya nyali!
Tidak beraninya memukul perempuan, itu hukuman buat orang yang sudah menyakiti keluargaku!" ucap Bayu tegas, wajah putihnya terlihat memerah oleh amarah.
__ADS_1
"Keluarga? hahahaaaaa.
Sejak kapan, Ningsih punya keluarga, hah?
Paling kamu selingkuhannya, ngaku saja!
Dasar manusia laknat!" sahut mas Danang murka dengan wajah menahan sakit.
"Tutup mulutmu, brengsek!
Kamu tidak pantas menjadi ayah keponakanku.
Shanum dan Tante Ningsih terlalu berharga untuk laki laki bejat sepertimu!
Pergilah, sebelum aku buat tubuhmu remuk!" sahut Bayu dingin dengan tatapan nyalang diarahkan pada mas Danang.
"Kamu ingin tau siapa kami?
Aku kakaknya Ningsih, kami memang tidak satu rahim, tapi kami satu darah, karena bapak kami sama. Dan dia bukan selingkuhannya Ningsih, dia Bayu, anakku!
Mulai saat ini, siapapun yang mau menyakiti Ningsih, akan berhadapan dengan kami!
Dan kamu, sudah berbuat melebihi batasan mu.
Sekali lagi kamu menyentuhnya dengan tangan kotor mu itu, aku pastikan kamu akan mendekam di penjara!" tekan mbak Safitri murka, namun mas Danang sama sekali tak perduli, justru dia tertawa seolah mengejek kami dengan sikap angkuhnya itu.
Ningsih berasal dari keluarga miskin, pasti semua keluarganya juga sama miskinnya. Gaya saja di gedein, sombong!" mas Danang terlihat meludah dengan penuh keangkuhan.
"Ningsih memang miskin, tapi itu dulu. Saat aku belum menemukan adikku.
Tapi sekarang dia akan aku pastikan hidup nyaman dan tidak kekurangan apapun lagi.
Tapi setelah kalian resmi bercerai tentunya, takutnya orang rendahan sepertimu akan mengemis meminta harta yang dimiliki adikku." sahut mbak Safitri jumawa, membuat mas Danang seketika melongo dengan tatapan tak percaya.
"Halah, paling juga omong kosong.
Miskin ya miskin saja, tidak usah mimpi terlalu tinggi.
Emangnya kamu siapa, paling juga sama kayak Ningsih, bisanya cuma nunggu uang jatah dari suami!" sengit mas Danang meremehkan.
"Mungkin, sombong dengan orang songong itu perlu, ma!
Biar Bayu yang menunjukkan siapa kita pada laki laki brengsek ini.
__ADS_1
Kamu tau siapa mamaku, beliau seorang polwan berpangkat AKP yang bertugas di Solo.
Papaku seorang TNI AU yang berpangkat perwira tinggi. Dan aku pemilik perusahaan kontruksi di Kediri ini, kakekku, atau tepatnya orang tua yang kamu bilang miskin, beliau meninggalkan warisan cukup banyak pada Tante Ningsih, karena beliau pewaris sah satu satunya, karena lahir dari rahim istri yang diakui negara. Menyesal kan kamu, sudah menghinanya dan merendahkannya.
Tapi jangan harap, kamu bisa menikmati harta tanteku. Aku pastikan kamu secepat mungkin pergi jauh dari kehidupan tanteku.
Pergilah, sebelum aku lebih kalap lagi untuk menghajar orang brengsek sepertimu.
Urusan surat cerai, tunggu saja. Kami sedang mengurusnya." Bayu bicara panjang lebar dengan kalimat kalimat yang membuat mas Danang terkesima, laki laki itu nampak meneguk ludahnya susah payah, matanya melotot dengan mulut terbuka. Dasar laki laki gila! batinku mengumpat jijik.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️