
"Halah, gak usah melempar kesalahanmu pada orang lain. Aku saksinya, kalau selama ini, mbak Diana yang membeli kebutuhannya ibu, bahkan kalau uang mbak Diana gak cukup, dia sering kok minta aku yang belikan. Makanya, mas Danang itu jangan mudah percaya gitu saja, istri gak beres kok makin disayang, nglunjak kan?
Harusnya mas Danang itu mikir, Ambar itu beneran cinta gak sih sama mas?
Coba deh ingat ingat, pernah gak dia mau jenguk ibu di kamarnya?
Dan pernah gak dia itu mau masakin mas Danang dan menyiapkan kebutuhan kamu, mas?
Bisanya cuma minta uang, kan?
Hati hati mas, jangan jangan dia punya selingkuhan dan mas Danang gak tau, hii ngeri!" tiba tiba Santi muncul dan langsung ngomong panjang lebar tentang Ambar. Rasa gak sukanya langsung dia keluarkan, agar Danang sadar seperti apa istri sirinya itu.
"Heh Santi, jaga mulutmu itu!
Yang sopan, bagaimanapun aku adalah istri kakak dari suami kamu, meskipun umurku lebih muda darimu. Jangan fitnah orang dengan mulut kotor mu itu?" sahut Ambar dengan wajah terlihat cemas, meskipun mulutnya bicara ngegas.
"Hehehee, panik ya?
Niatmu sudah buruk sih, masuk ke keluarga ini. Meskipun kamu tutupi Serapi apa pun, bau bangkai lama lama juga kecium juga!" sahut Santi tenang. Sedangkan Diana memilih diam saja.
"Apa kamu mengetahui sesuatu, San?" Danang mulai termakan omongan adik iparnya, karena Danang paham betul seperti apa sifat Santi, tidak banyak bicara dan tidak pernah ikut campur urusan orang lain. Kalau dia sudah angkat bicara, itu berarti ada sesuatu yang Santi ketahui.
"Tanyakan saja ke Ambar, mas!
Dan aku cuma ingin mengingatkan saja, sebaiknya Mas Danang jangan terlalu percaya pada istri mas itu, dan soal uang, sebaiknya mas Danang juga harus pintar pintar menyimpannya sendiri. Jangan sampai ada laki laki lain yang ikut menikmati." sahut Santi dengan senyuman tipis dan tatapan tajam ke arah Ambar yang sudah pucat pasi.
"Ambar!
Apa kamu mengkhianati ku?
Kalau sampai aku mengetahui kamu selingkuh dengan laki laki lain, awas saja kamu, aku bisa membuatmu menderita dan hancur!" tekan Danang dengan tatapan begitu mengerikan.
"Kenapa sih, mas?
Kamu bisa bisanya percaya dengan hasutannya Santi dan istrimu itu. Sudah jelas jelas mereka itu iri padaku, masak gitu aja kamu gak paham." sungut Ambar yang berusaha menampik kecurigaan Danang dengan wajah merajuk manja.
"Duh namanya juga ular kepala dua, amit amit!" sinis Santi dengan tatapan tak suka.
"Mbak Diana mau ke pasar?
Pakai saja motorku mbak, aku akan temani ibu sampai nanti sore, sambil nunggu mas Muklis pulang." Santi mengalihkan pandangannya pada Diana yang sedari tadi diam mematung mendengarkan perdebatan mereka.
"Biar aku naik ojek saja, San!
Aku gak enak pake motor kamu, nanti suami kamu memarahi kamu!" lirih Diana dengan wajah yang terlihat lelah. Kalau saja bukan karena ingin membalas dendam pada Danang dan Ambar. Diana sudah ingin pergi kerumah orang tuanya, bertekad mencari kerjaan apapun untuk mencukupi kebutuhannya dengan kedua anaknya. Namun dia harus bertahan sedikit lagi, ingin melihat kehancuran Danang dan Ambar dulu.
__ADS_1
"Gak papa, pakai saja. Lagian itu motor aku sendiri kok, aku membelinya saat masih belum menikah sama mas Muklis. Pake saja, biar mbak gak oper oper. Nih kuncinya!" Santi menyerahkan kunci motornya ke tangan Diana.
"Makasih ya, San!
Aku berangkat dulu, titip ibu ya!" Diana langsung melangkah pergi ke pasar sebelum hari semakin panas.
"Mas Danang, sekarang sudah tau kan, kalau mbak Diana yang mengurus keperluan ibu, seharusnya, mas Danang tidak perlu lagi memberikan uangnya pada Ambar. Kasihan mbak Diana, beli ****** ***** saja sampai gak bisa. Buat jajannya Joni saja dia harus irit irit. Ambar kan juga gak pernah tuh, ngurusi ibu dan gak pernah juga ngurusi rumah, apa apa nyuruh orang padahal dirumah juga nganggur, jangan dibiasakan, mas!
Nanti mas Danang sendiri yang repot dan bahkan menyesal, kalau sudah tau kelicikan istri keduamu itu!" Sebelum pergi ke kamar ibu mertuanya, Santi kembali mengingatkan Danang panjang lebar. Membuat Ambar semakin meradang dan Danang berusaha mencerna kata kata adik iparnya itu.
"Mas Danang, percaya sama ucapannya Santi?
Dia itu dari dulu benci sama aku, iri karena saat di sekolah kalah saing sama pesonaku. Makanya dia mau menghancurkan hubungan kita." Ambar kembali berusaha untuk membela dirinya. Namun kali ini, Danang mulai memikirkan semua apa yang sudah dikatakan Santi. Danang mulai berhati hati dan akan menyelidiki Ambar.
"Kembalikan uang yang dibuat untuk keperluan ibu, padaku!
Biar dibawa sama Diana. Karena dia yang sudah mengurus ibu." Danang justru mengalihkan obrolan, tak menanggapi pembelaan yang dilakukan Ambar untuk menutupi perbuatannya.
"Tapi, mas!
Kan uangnya sudah di kasih ke aku!
Masak mau diminta lagi!" sungut Ambar salah tingkah, karena uangnya sudah habis, dikasihkan sama selingkuhannya.
"Bukankah aku sudah memberimu jatah belanja sendiri sebanyak tiga juta, buat ibu dua juta dan buat perawatan kamu dua juta.
Sedangkan Ambar semakin salah tingkah, karena Danang terus menatapnya tajam.
"Itu, mas!
Anu, itu, uangnya !
Eem, itu..!" Ambar bingung harus bicara apa, sampai sampai bicaranya tak jelas dan semakin membuat Danang merasa curiga.
"Kenapa, kamu jadi gugup begitu?
Bukankah, baru seminggu lalu, aku kasih uangnya.
Mana, sekarang juga berikan padaku yang jatah untuk ibu!" bentak Danang yang mulai terbakar emosi karena praduga di hatinya akan apa yang tadi diucapkan Santi tentang bagaimana Ambar.
"Kok, kamu bentak aku, mas?
Sejak kapan, kamu kasar sama aku?
Aku gak suka kamu perlakuan seperti ini, ya!" sungut Ambar yang berusaha mengalihkan pembahasan dengan cara merajuk, berharap Danang akan luluh seperti biasanya.
__ADS_1
Namun, justru Danang semakin meradang. Wajahnya sampai merah padam dengan tatapan yang terus menghujam penuh selidik.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Ternyata Aku Yang Kedua
Novel on going :
#Wanita sebatang kara
#Ganti Istri
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️