Wanita Sebatang Kara

Wanita Sebatang Kara
masih ada yang perduli


__ADS_3

"Rasain!


Siapa suruh memerintah ku seenaknya!


Itu belum seberapa, ******!


Besok, aku akan mendapatkan bukti perselingkuhan kamu. Apa setelah itu, mas Danang akan tetap sayang sama kamu, atau kamu justru ditendang dan ganti dijadikan babu?" gumam Diana dengan senyum puas terukir di wajah lelahnya.


"Sayang, aku minta uang dong!


Buat perawatan, biar aku tetap kenceng dan pastinya cantik, kamu biar makin lengket karena istrimu ini tidak membosankan dan terlihat kayak pembantu, Kumal dan bau!" Ambar sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar oleh Diana yang tengah menyapu. Setelah selesai mencuci semua baju, Diana meneruskan menyapu rumah.


"Berapa?" tanya Danang santai, sambil memainkan ponselnya.


"Dua juta saja, cukup kok!" sahut Ambar enteng, dan tanpa banyak kata, Danang langsung mentransfer uang kerekening Ambar sebanyak yang dia minta.


"Sudah ya!


Nih!" Danang memperlihatkan notifikasi di ponselnya pada Ambar yang langsung memekik senang.


"Makasih ya sayang, aku bener bener beruntung punya suami kamu. Baik dan juga gak pernah pelit. Aku cantik juga buat mas Danang, biar makin betah, minta jatah terus!" seru Ambar yang terlihat melirik sinis ke arah Diana yang terlihat biasa saja. Diana tidak menunjukkan ekspresi apapun, namun hatinya begitu sakit, sebisa mungkin Diana menahan amarahnya, memikirkan cara bagaimana membalas perbuatan suami dan istri mudanya. Diana tidak mau gegabah, ada saatnya dia harus bangkit, lagian dia masih menyandang istri sah nya Danang yang punya buku nikah, sedangkan Ambar dinikahi sebatas nikah siri saja. Jadi kedudukannya lebih kuat dari pada Ambar. Diana akan memanfaatkan itu untuk menghancurkan Danang dan gundiknya.


"Aku tidak boleh lemah, aku harus bisa seperti Ningsih waktu itu, kuat dan juga cerdas. Meskipun dada ini sesak melihat ketidak adilannya mas Danang, aku harus tetap tenang dan bersikap acuh, agar perempuan itu tidak merasa semakin melambung." gumam Diana dalam hati.


Danang yang melihat Diana akhir akhir ini berubah, lebih banyak diam dan tak lagi meminta apapun, merasa heran dan ada sedikit perasaan bersalah.


"Na, aku juga sudah transfer uang jatahmu, periksalah dan kirimkan buat ibu untuk kebutuhan anakmu disana!"


Danang menatap lekat ke wajah istri tuanya, sedangkan Diana hanya mengangguk tanpa ekspresi.


"Kamu sakit, Na?" selidik Danang yang merasa aneh dengan sikap Diana yang tidak biasanya.


"Gak papa, aku baik baik saja kok, mas!


Terimakasih sudah ingat dengan anak dan ibuku!" sahut Diana cuek dan membuat Ambar mencebik tidak suka.


"Halah lebay, minta dikasihani saja banyak drama!" sindir Ambar, namun Diana sama sekali tidak memperdulikannya, dia terus melanjutkan aktifitasnya bersih bersih rumah.


"Sombong sekali sih, istri kamu itu, mas!

__ADS_1


Padahal lihat tuh penampilannya kumuh dan bau!


Pantesan kamu gak pernah mendatanginya buat minta jatah, lihat saja sudah mau muntah!" kembali Ambar mengeluarkan kalimat hinaan. Namun Diana masih bergeming, tak mau memperdulikannya. Danang semakin penasaran dengan perubahan sikap Diana. Biasanya Diana pasti akan teriak teriak tak terima kalau ada yang menghinanya.


"Kamu ingin tau, kenapa aku kumal dan bau?


Karena suamiku tidak perduli lagi padaku, dan karena ada perempuan binal yang sudah mencuri hak Ku untuk kesenangannya. Paham?" Diana bicara sangat santai pas didepan Ambar dan Danang. Senyuman sinis pun terbit di bibir seksinya.


"Apa kamu bilang?


Aku bukan perempuan binal ya!


Aku dinikahi mas Danang karena kami saling suka!


Jaga mulutmu perempuan sampah!" teriak Ambar tak terima, namun Diana justru melenggang pergi begitu saja, masuk ke dalam kamar ibu mertuanya dan bersiap untuk menyuapi perempuan tua itu makan.


"Makanlah, Bu!


Setelah ini, Diana mau minta ijin sebentar.


Diana mau pergi ke pasar buat beli sesuatu untuk Didin. Dia butuh tas dan seragam sekolah baru. Sedangkan ibuku tak lagi bisa pergi ke pasar sendiri. Aku harus memaketkan keperluan anakku dari sini, karena anak ibu tidak mengijinkan aku pulang!" Diana berkata lirih dengan wajah datarnya. Ada sesuatu yang meremas bagian dalam dadanya, sakit, hingga sesak yang dia rasakan.


"Kamu punya uang?" sahut Bu Yuyun dengan wajah iba menatap menantunya yang akhir akhir ini berubah lebih baik.


Awalnya Bu Yuyun tidak menyukai sifat Diana, namun setelah dirinya dirawat Diana dengan baik dan sering melihat Diana menangis diam diam, Bu Yuyun menjadi iba dengan menantunya itu. Apalagi sejak Danang menikahi Ambar, Bu Yuyun semakin tak suka dengan sikap anak laki lakinya dan istri barunya itu. Mereka sama sekali sudah tidak mau tau dan perduli dengan keadaan Bu Yuyun. Sekedar menjenguk ke kamarnya pun tidak pernah.


"Ambillah ini, kamu bisa menjualnya. Gunakan untuk memenuhi kebutuhan anakmu di kampung!


Ibu tau, kamu membutuhkan uang banyak, sedangkan Danang tidak mau memberinya. Anggap saja, itu sebagai ucapan rasa terima kasih ibu, karena kamu sudah mau merawat ibu selama ini." Bu Yuyun memberikan dua cincin miliknya pada Diana.


"Tapi, Bu!" Diana sungkan dan takut mau menerima nya.


"Gak papa, terima saja. Gunakan uang itu untuk kebutuhan kamu. Ibu tau kamu sangat membutuhkan uang buat anakmu, kan?" sahut Bu Yuyun dengan senyuman hangat. Diana kembali meneteskan air matanya. Dalam hati bersyukur, karena ibu mertuanya masih mau perduli padanya.


"Terimakasih, Bu!


Diana janji, akan merawat ibu dengan baik. Doakan Diana sehat terus ya, Bu!" lirih Diana yang tak kuasa menahan air matanya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


Novel baru :


#Ternyata Aku Yang Kedua


Novel on going :


#Wanita sebatang kara


#Ganti Istri


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2