
"Kok, kamu bentak aku, mas?
Sejak kapan, kamu kasar sama aku?
Aku gak suka kamu perlakuan seperti ini, ya!" sungut Ambar yang berusaha mengalihkan pembahasan dengan cara merajuk, berharap Danang akan luluh seperti biasanya.
Namun, justru Danang semakin meradang. Wajahnya sampai merah padam dengan tatapan yang terus menghujam penuh selidik.
"Jangan banyak bicara, aku cuma minta kamu mengembalikan uang jatah untuk keperluan ibuku. Memang apa susahnya?
Lagian kamu juga gak keluar apa apa untuk kebutuhan ibuku. Jangan buat aku menyelidiki semua ucapannya Santi. Jika benar kamu mengkhianati ku, habis kamu!" bentak Danang yang dadanya sudah panas, entah kenapa firasatnya tidak enak, perkataan Santi benar benar membuatnya tak tenang.
"Kenapa kamu diam saja, mana uangnya?" sekali lagi, Danang membentak Ambar. Sikap temperamental mulai keluar, sesuatu yang tidak pernah Ambar sangka sebelumnya.
"Aku akan ambil dulu di ATM, mas!
Kamu tunggu sebentar saja." Jawab Ambar menutupi rasa kalutnya, padahal otaknya sudah pusing memikirkan dari mana mendapatkan uang dua juta. Ambar sudah terlanjur memberikan uang itu untuk selingkuhannya, dan juga buat foya foya agar bisa terlihat wah oleh tetangga.
"Sialan!
Mau tidak mau, aku harus menjual perhiasanku.
Kalau aku tidak bisa mengembalikan kepercayaan mas Danang, bisa mati aku. Dia akan curiga bahkan menyelidiki, dan hubunganku dengan Wawan ketahuan, bisa bisa aku ditendang dan tidak dapatkan apapun dari Danang. Huh, bener bener soal!" gerutu Ambar yang langsung menaiki motornya untuk menjual perhiasannya ke pasar.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan di pasar, Diana tengah berbelanja semua kebutuhan rumah dan dapur, lalu berniat menjual cincin dari ibu mertuanya untuk membelikan semua keperluan sekolah anaknya yang tinggal dengan ibunya di kampung.
"Ini di jual semua, mbak?" tanya penjaga toko pada Diana.
"Iya, mbak. Semuanya.
Kira kira kaku berapa?" sahut Diana dengan perasaan gak enak, gak tega sama ibu mertuanya, tapi dia juga sedang butuh uang untuk keperluan sekolah anaknya, dan juga obat untuk ibunya sendiri.
"Yang ini, delapan ratus tiga puluh ribu.
Dan yang ini, satu juta dua ratus, karena berat dan kadarnya gak sama mbak. Gimana, jadi di jual?" sahut penjaga toko yang menjelaskan satu persatu harga jual cincinnya.
"Iya, mbak, jadi!" sahut Diana dengan perasaan sedikit lega, setidak nya dengan uang dua juta itu, bisa membeli keperluan sekolah Didin dan mengirim uang pada ibunya.
Setelah mengantongi uang hasil menjual cincin dari ibu mertuanya, Diana langsung pergi ke toko seragam sekolah, lalu ke toko sepatu dan tas untuk sekolah Didin.
Saat Diana hendak pulang, matanya menatap seorang wanita yang gak asing sedang berjalan ke toko perhiasan, Ambar dengan wajah masam memasuki toko perhiasan, Diana terus memperhatikan gerak gerik Ambar, dan paham apa yang sedang dilakukan pelakor itu.
"Buat apa, dia menjual perhiasannya?
Bukankah mas Danang memberinya uang yang lebih banyak dariku?
Ah bukan urusanku, aku akan mencari bukti perselingkuhannya saja, sepertinya besok adalah waktu yang tepat untuk melancarkan aksiku." Diana bergumam sendiri dengan pandangan tak lepas dari Ambar.
__ADS_1
"Wah wah, borong nih ceritanya.
Lagi banyak uang ya, mbak?" tiba tiba Ambar sudah berdiri tak jauh dari Diana yang tengah menata belanjaannya di motor.
"Bukan borong, tapi belanja buat kebutuhan rumah. Kamu ada apa ke pasar, habis jual perhiasan ya?
Duh kasihan, masak istri kedua yang sangat disayang kok kekurangan, minta dong sama suaminya biar gak mesti jual jual perhiasan segala!" ucap Diana panjang lebar, sengaja ingin membuat Ambar marah dan berteriak. Mempermalukan Diana di tempat ramai adalah ide bagus, batin Diana.
"Kenapa, kamu iri gitu?
Aku itu masih muda Seksi dan juga cantik. Ya wajar saja kalau mas Danang milih aku dan lebih sayang aku, kenapa, cemburu?" sengit Ambar dengan jumawa. Sedangkan Diana menatap orang orang yang sudah mulai penasaran pada keributan yang ada.
"Wajar sih, istri sah merasa cemburu. Lantaran aku cintanya beneran sama suamiku. Tapi ya itu, gegara ada pelakor kayak kamu, suamiku jadi buta, dan tak lagi perduli sama istrinya ini.
Tapi gak papa deh, kan sampah pantasnya ditaruh di tempat sampah." sahut Diana santai membuat Ambar semakin kesal karena sudah direndahkan di hadapan banyak orang.
"Oh ternyata dia pelakor!
Pantesan, dari gayanya saja sudah kelihatan!"
"Eh pelapor, edan. Sudah tau merebut hak orang itu dosa, tapi kamu justru bangga. Dasar gak waras!"
"Itu kan di Ambar, ternyata dia jadi pelakor toh, makanya sekarang hidupnya enak, ternyata hasil mencuri dari suaminya orang, hih menjijikkan!"
Suara suara riuh tentang Ambar bersahut sahutan.
Membuat telinganya panas dan semakin murka dengan Diana yang bahkan terlihat sangat tenang.
Bisa bisanya kamu mempermalukan aku di hadapan banyak orang!" teriak Ambar tak terima.
"Bukan aku yang mempermalukan kamu, tapi kamu sendiri yang sudah membuka aibmu sendiri, dengan mengaku hafi istri simpanan suamiku!
Tapi sepertinya, perempuan kayak kamu gak punya malu deh!" sahut Diana tak mau kalah.
Perdebatan mereka semakin jadi pusat perhatian orang orang yang sedang berbelanja.
"Heh, ******!
Apa kamu lupa, siapa kamu dulu hah?
Bukannya kamu jauh lebih jahat dariku?
Kamu juga sudah jadi pelakor di rumah tangga mas Danang dengan istri pertamanya, bahkan kamu juga sudah mencuri hak mereka secara membabi buta, sampai sampai mas Danang di pecat dari pekerjaannya, semua juga karena kamu! Dasar permulaan gila!" sungut Ambar yang membuat keadaan semakin riuh.
Komentar komentar pedas saling bersahutan.
"Owh ternyata sesama pelakornya toh, pantesan sama sama sampah sih!"
"Ya ampun, ceritanya pelakor yang ganti di pelakor in, rasain! Sakit kan, mbak?"
__ADS_1
"Karma sedang berjalan, sama sama pelakor saling unjuk gigi, seru! hahahaaa."
Masih banyak lagi suara suara miring yang sibuk mengomentari Ambar dan Diana.
Membuat kedua wanita itu akhirnya pergi ranka banyak bicara lagi.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Ternyata Aku Yang Kedua
Novel on going :
#Wanita sebatang kara
#Ganti Istri
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️