Wanita Sebatang Kara

Wanita Sebatang Kara
Danang frustasi


__ADS_3

"Lebih baik, kamu terima usulan Bayu, Ning!


Nanti, mbak akan bantu dua puluh lima juta saja ya, karena mbak kan juga harus membayar uang rumahnya nenek ke kamu. Rumah ini memang lebih baik dijual saja, biar hidupmu bebas dari gangguan para benalu itu. Kalau kamu yakin, biar diurus Bayu secepatnya. Demi Alloh kami tidak punya niat buruk sama kamu." mbak Fitri ikut menimpali, dan wajahnya terlihat tegas namun begitu teduh. Semoga ketulusannya membawa ikatan kekeluargaan kami semakin erat.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Sejak saat itu, mas Danang belum lagi memperlihatkan batang hidungnya lagi. Ketuk palu yang membuatnya begitu murka, karena aku memang sengaja tidak mengirimkan panggilan sidang padanya, karena memang menginginkan mas Danang untuk tidak hadir saat sidang, biar prosesnya tidak berbelit, dan benar saja tidak ada dua bulan surat putusan cerai turun, Alhamdulillah.


Dan akupun juga sudah menyetujui untuk pindah ke perumahan yang ditawarkan Bayu.


Perumahan minimalis dengan tiga kamar tidur, tempatnya nyaman dan lingkungannya juga aman. Shanum pun betah dan terlihat lebih ceria.


Sedangkan rumah peninggalan ibu, tidak jadi dijual, mbak Safitri menyarankan untuk dibangun kos kosan, karena akan ada kampus baru yang dibangun tak jauh dari rumah itu, untuk kekurangan pembayaran uang perumahan yang kini ditempati, Bayu memintanya dibayar secara angsuran saja dengan jumlah semampuku tanpa bunga sepeserpun. Masyaalloh, kemudahan demi kemudahan Alloh berikan melalui orang orang baik yang Alloh kirimkan.


Sudah enam bulan berlalu, pernah beberapa kali mas Danang mencari ku di rumah yang sudah dibangun kos kosan, dia mencari tau pada semua tetangga disana, dimana aku tinggal sekarang, namun karena mereka sudah tau semua, seperti apa perangai mas Danang dan kami pun sudah cerai, tak ada satupun yang memberitahu tempat tinggalku saat ini. Bahkan sampai, mas Danang marah marah mencaci maki warga.


Semua berjalan sesuai yang aku harapkan, hidupku dan Shanum jauh lebih baik dan tenang tanpa adanya mas Danang. Bahkan Shanum sama sekali tidak pernah bertanya soal ayahnya itu.


Karena memang sedari bayi tidak pernah ada kedekatan antara anak dan bapak yang terjalin.


Semua terjadi karena sikap dari mas Danang sendiri, yang tidak pernah mau perduli pada anaknya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, di rumah kontrakan yang terbuat dari papan dan kayu yang ada dipinggiran kota Surabaya, lebih tepatnya di tempat kumuh. Nampak Diana tengah menangis karena sikap suaminya yang temperamental. Mereka seringkali cekcok dan mas Danang suka main fisik.


"Jangan pernah mengeluh kamu, semua gara gara kamu, hidupku jadi berantakan!


Kalau kamu tidak menyodorkan tubuh murahan kamu secara gratis padaku waktu itu, gak mungkin aku hidup seperti ini sekarang!

__ADS_1


Lihatlah, gaji puluhan juta yang aku serahkan ke kamu, ludes tanpa sisa karena sikap foya foya kamu itu. Dasar pelacur sampah!" umpat Danang frustasi, lantaran hidupnya semakin sulit saja, sejak dikeluarkan dari pekerjaannya, Danang hanya bisa bekerja jadi kuli panggul di gudang dengan gaji yang tidak seberapa, sedangkan Diana hanya dirumah saja tidak bekerja setelah warung budhenya di gusur. Otomatis keuangan mereka mengalami kesulitan, bahkan gaji puluhan juta yang Danang berikan bertahun tahun pada Diana, ludes tanpa sisa. Sedikitpun wanita itu tidak pernah menabungnya.


"Jaga mulutmu, mas!


Kamu sendiri yang mau denganku, kamu yang terus mendatangi aku. Bahkan kamu jauh lebih mencintai aku dari pada istrimu yang kampungan itu. Tapi kenapa kamu terus menyalahkan aku, hah?" teriak Diana tak terima, karena Danang terus mencaci makinya dengan umpatan umpatan kasar.


"Dasar kamu saja yang murahan, tau begini aku gak bakalan mau jatuh sama rayuan kamu itu. Bukannya bahagia, tapi malah sengsara. Dasar perempuan sialan!" umpat Danang dengan tangan mengepal erat.


"Kamu yang sialan, mas!


Sudah kere tapi banyak menuntut. Lebih baik kamu cari kerja yang bener, biar hidup kita gak makin miskin begini, bukannya malah terus marah marah nyalahin aku gak jelas. Kamunya saja jadi laki gak guna, gak usah nyalahin orang lain, kamu!" sungut Diana dengan wajah yang memerah dan dada naik turun sangking emosinya dengan kelakuan Danang yang semakin menjadi jadi.


Plak! plak!


Dengan amarah yang menggebu, Danang melayangkan pukulan ke wajah Diana yang kusam, tak lagi ada perawatan dan bedak tebal yang menghiasi wajahnya. Jangankan buat beli skincare, buat makan saja susah.


"Jahat kamu, mas!


Sedangkan kedua anaknya hanya menangis ketakutan dipojokkan kamar, menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya.


Mirisnya, satupun tidak ada yang datang melerai pertengkaran mereka.


Orang orang sekitar sudah bosan dengan kelakuan pasangan itu, hampir tiap hari ribut. Kalau ada yang menegur, Danang maupun Diana akan ngamuk. Itulah kenapa mereka masa bodoh dengan pasangan itu, meskipun Diana menjerit minta tolong, para tetangga enggan ikut campur.


Semua terjadi juga karena sikap mereka yang memang tidak baik sama siapapun.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

__ADS_1


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]


#Bidadari Salju [ On going ]


#Wanita Sebatang Kara { New karya }


#Ganti Istri { New karya }

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2