Wanita Sebatang Kara

Wanita Sebatang Kara
menyesal


__ADS_3

"Ya kamu harus usaha lebih keras lagi dong.


Kalau dia beneran sudah kaya, rayu dia dan paksa dia kalau perlu, biar kalian bisa kembali rujuk.


Hidup kita sudah susah gini, Ningsih yang bisa bantu kita untuk keluar dari hidup miskin ini. Coba kamu tanyakan ke RT disana!" sahut Rokayah berapi api, berharap adiknya bisa menemukan Ningsih dan menguasai hartanya seperti apa yang mereka impikan.


"Gak bakalan pak RT mau kasih tau, dia itu pro banget sama Ningsih, pasti melindungi Ningsih.


Percuma datang ke kampungnya Ningsih, gak akan dapat apa apa, disana satupun gak ada yang mau kasih tau dimana Ningsih tinggal saat ini." sahut Danang frustasi.


"Coba kamu buka sosial medianya. Siapa menemukan titik terang disana!" jawab Rokayah dengan mimik serius.


"Sudah, tapi semua sudah gak aktif.


Bahkan nomorku juga sudah diblokirnya, tiap aku hubungi dengan nomor baru, tidak pernah di balas Sama sekali." sahut Danang dengan tatapan menerawang, dulu saja dia begitu membenci dan tak Sudi melihat Ningsih yang miskin. Begitu bangga dengan Diana yang katanya jauh lebih cantik dan bisa cari uang. Tapi sekarang, Danang menyesal, Ningsih berubah hidup bahagia dan enak, sedangkan hidupnya berantakan bersama seluruh keluarganya.


Ibunya di kampung juga tengah sakit, terkena stroke karena gak sanggup terus hidup kekurangan, sejak Danang di pecat, tidak ada lagi yang memberinya uang, sedangkan utangnya di mana mana.


"Terus gimana, kita gak bakalan nemuin Ningsih dong, Nang!


Kalau begitu, kamu harus bisa cari perempuan kaya, Nang!


Biar hidup kita gak susah susah amat kayak gini!" keluh Rokayah dengan menghembuskan nafasnya kasar.


"Gimana lagi, mbak!


Semua hancur gara gara perempuan murahan itu. Dia sudah menghabiskan uangku dengan seluruh keluarganya yang kemarin itu. Bisa bisanya gaji puluhan juta gak ada tabungan sama sekali. Dasar perempuan sialan!" maki Danang dengan hati memanas, setiap mengingat Diana bawaannya pingin ngamuk saja.


"Salahmu juga, cinta ya cinta. Tapi gak bodoh gitu.


Harusnya kasih secukupnya tuh perempuan, kamu tabung sendiri sisanya, sekarang baru nyesel kan?" sahut Rokayah dengan menatap sinis adiknya.


"Sudahlah mbak, jangan bikin aku makin pusing sama ocehan mu itu!


Aku mau urus surat cerai, gak betah lagi aku sama Diana. Sekarang dia itu bau apek, tubuhnya juga kelihatan gelap, dan kusam. Eneg lihatnya." sahut Sang yang tidak digubris sama Rokayah.


"Mbak!


Aku pinjam perhiasanmu boleh?


Aku sedang usaha buat jual tanah tegalan yang dikampung!


Nanti kalau laki, aku ganti!" Danang menatap penuh harap saja kakaknya, berharap Rokayah mau membantu kesulitannya.

__ADS_1


"Buat apa memangnya?" sahut Rokayah ketus.


"Kan tadi aku sudah bilang, mau buat urus surat cerai. Biar urusanku dengan Diana lekas beres.


Pas aku jual tanah, dia tak rewel minta bagian!


Gak Sudi aku membaginya saja perempuan itu!" sungut Danang yang terlihat kuyu, kantong matanya menghitam dengan tubuh yang mengurus.


"Memang kamu mau jual berapa tanahmu itu?


Apa gak sayang?" sahut Rokayah serius.


"Mau gimana lagi mbak, adanya cuma itu.


Uangnya bisa buat buka usaha. Aku mau buka cucian motor dikampung, depan rumahnya ibuk kan luas, lebih baik dimanfaatkan. Dan disana juga belum ada kan yang buka cucian motor. Sekalian aku juga mau buka toko sembako kecil kecilan." sahut Danang yang memang sudah merencanakan semuanya.


Dari pada tetap bertahan di Surabaya, biaya hidupnya mahal dan kerjanya juga kasar, sebagai kuli panggul bikin Danang sakit sakitan.


"Yasudah, gimana baiknya saja. Atur saja, yang penting mau berusaha. Dan di kampung kamu juga bisa jagain ibuk." sahut Rokayah yang menatap kosong kesembarang arah, hatinya mendadak perih, mengingat rumah tangganya juga sedang tidak baik baik saja.


"Mbak, apa gak lebih baik pindah saja di kampung!


Jual makanan saja di depan rumah!


Teringat dengan air mata Ningsih saat mengetahui perselingkuhannya, namun Danang tidak perduli sama sekali dan justru meninggalkan Ningsih tanpa kabar sama sekali.


"Maunya juga begitu, tapi tunggu dulu anak anak selesai ujian, sebentar lagi kenaikan kelas.


Nanti biar mereka pindah di kampung saja!" sahut Rokayah sendu, air matanya mulai menetes seiring rasa sesak yang merambati hatinya.


"Iya, mbak!


Doain usahaku lancar, biar bisa bantu bantu juga.


Aku jadi ingat Ningsih, dulu sama sekali air matanya tidak aku hiraukan, malah aku terus menghinanya dengan kata kata kasar!" Danang menghela nafasnya dalam. Pikirannya menerawang jauh, wajah sendu dan air mata Ningsih terus membuatnya merasa menyesal dan ingin memperbaiki apa yang sudah hilang.


Meskipun Ningsih sudah sangat sulit dijangkau.


"Aku akan berusaha sekali lagi untuk mencari Ningsih dan Shanum.


Semoga kali ini berhasil!" sambung Danang dengan suara tercekat.


"Dimana kamu akan mencari mantan istrimu itu?" sahut Rokayah ragu dan menatap adiknya d Ngan tatapan yang tak bisa dijelaskan.

__ADS_1


"Aku akan menginap di hotel daerah saja. Cari yang murah saja. Aku akan mencarinya dari satu sekolah ke sekolah yang ada di kota. Aku yakin, Shanum masih sekolah di daerah kota, dia itu cerdas pasti mau masuk kemanapun dia akan keterima." sahut Danang dengan wajah yang mulai mendung.


"Kamu mau jadi pinjam perhiasan, mbak?" sahut Rokayah menatap lekat wajah adiknya.


"Iya mbak, nanti aku ganti kalau tanahnya sudah laku. Ini sudah mulai ada yang nawar, tapi harganya masih belum cocok." sahut Danang serius.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]


#Bidadari Salju [ On going ]


#Wanita Sebatang Kara { New karya }


#Ganti Istri { New karya }


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2