
"Aku akan menginap di hotel daerah sana. Cari yang murah saja. Aku akan mencarinya dari satu sekolah ke sekolah yang ada di kota. Aku yakin, Shanum masih sekolah di daerah kota, dia itu cerdas pasti mau masuk kemanapun dia akan keterima." sahut Danang dengan wajah yang mulai mendung.
"Kamu mau jadi pinjam perhiasan, mbak?" sahut Rokayah menatap lekat wajah adiknya.
"Iya mbak, nanti aku ganti kalau tanahnya sudah laku. Ini sudah mulai ada yang nawar, tapi harganya masih belum cocok." sahut Danang serius.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Dilain tempat, Ningsih tengah menikmati hidupnya yang baru bersama anaknya, Shanum yang sudah tumbuh remaja. Gadis cantik dengan kulit putih, terlihat wajah ayunya yang begitu teduh.
"Buk!
Besok ada kegiatan di sekolah, Shanum pulang agak sore, jam tiga an." Shanum yang baru saja pulang sekolah langsung bergelayut manja di pundak ini. Hari ini Shanum pulang naik ojek online, karena aku kurang enak badan. Akhir akhir ini, toko sangat ramai dan aku juga harus menyelesaikan novel kontrak di salah satu aplikasi. Tubuhku sedang tak baik baik saja.
"Iya, nak!
Nanti kabari ibuk ya, inget, gak boleh macem macem atau ikut ikutan temen yang sekiranya melakukan sesuatu yang tidak benar. Shanum sudah dewasa, harus bisa membedakan mana baik dan mana buruk. Jaga marwah mu sebagai perempuan, nak!" aku berbicara pada putriku dengan senyuman tipis di bibir ini.
"Insyaallah, Shanum akan selalu ingat pesan ibuk.
Ibuk gimana, sudah baikan?" balas Shanum yang terlihat tersenyum sayang kepadaku, senyuman tulus terukir manis di bibir tipisnya.
"Alhamdulillah, ibuk sudah sedikit mendingan, tinggal pusing saja sedikit." sahutku sambil terus di dalam hati ini menggaungkan doa untuk putri tercintaku, agar terhindar dari perbuatan yang tak seharusnya.
"Kamu ganti baju dulu gih, habis itu makan.
Sudah sholat di sekolah kan?" Tanpa membantah, anakku itu langsung menuruti ucapanku dengan wajah cerianya.
"Iya buk, tadi Shanum sholat di mushola sekolahan.
Shanum mau ganti baju dulu." Shanum beranjak dan menuju ke dalam kamarnya, berganti pakaian lalu keluar lagi menemuiku kembali dengan membawa segelas minuman dingin kesukaannya.
__ADS_1
"Ibuk sudah makan belum?" tanya Shanum yang menatap diri ini penuh perhatian.
"Sudah, tadi di masakin sama mbak Yuni!" sahutku sambil menunjuk mangkok yang ada di atas nakas kamar.
"Alhamdulillah, mbak Yuni sudah pulang ya?" balas Shanum yang terlihat lega.
"Iya, mbak Yuni anaknya juga sakit.
Tadi kesini bersih bersih rumah dan masak saja, habis itu pamit pulang.
Ibuk tadi sedang mencuci, nanti kalau sudah selesai kamu jemur ya, nduk. Mungkin sepuluh menit lagi selesai." sahutku tenang, meminta tolong pada putriku untuk menjemur pakaian yang sudah selesai di giling di mesin cuci.
"Tadi Shanum ketemu sama om Hans.
Katanya nanti mau mampir kesini jenguk ibuk!" Shanum menatapku dengan senyuman lebar.
"Kok bisa ketemu om Hans nak, dimana?" aku penasaran, karena Hans sedang tidak ada di kota ini lagi, sudah lama dia tinggal diluar kota
Katanya om Hans pulang buat jenguk ibunya yang sakit, sekalian juga mau lihat ibuk." sahut anakku lancar dan matanya menunjukkan kalau tidak ada raut tak suka untuk Hans. Shanum sangat menyukai Hans karena perhatiannya selama ini.
Entahlah, kenapa hatiku mendadak perih saat mendengar namanya disebut putriku. Perasaan yang dulu hinggap sampai kini masih melekat di sanubari. Padahal nyata nyata Hans masih milik wanita lain.
"Ibuk kok ngelamun, inget om Hans ya?
Om Hans itu baik ya, buk?
Enggak kayak ayah, jahat dan kasar." celoteh Shanum dengan wajah yang berubah mendung.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
__ADS_1
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️