Wanita Sebatang Kara

Wanita Sebatang Kara
buka warung


__ADS_3

"Jadi, kamu sudah berniat untuk pisah sama si Danang?


Itu lebih baik, kamu tidak terus makan hati.


Disini kamu juga bisa fokus membesarkan anak anakmu, kamu bisa bantuin ibu buka warung." sahut ibu dengan wajah yang masih terlihat masam. Sedangkan Joni sudah bersama Didin main di dalam kamar mereka.


Rumah ibu cuma punya tiga kamar, Didin akan tidur satu kamar dengan Joni.


Aku masih menempati kamarku yang dulu, begitu juga dengan ibu.


Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sudah hampir satu bulan aku tinggal dirumah ibuku lagi, Alhamdulillah warung yang kamu buka cukup rame, karena di kampung ku masih jarang ada warung yang memasang WiFi. Aku sengaja memasang WiFi dan free untuk semua pembeli, alhasil setiap hari warung selalu rame pembeli, dari anak anak sampai orang dewasa, bahkan ibu ibu juga sering jajan di warung ku.


Aku menjual makanan makanan desa, seperti rujak ulek, lontong tahu, lontong sayur, nasi dengan sayur lodeh, sayur asem dan sayur sop dengan lauk sederhana. Kopi dan segala macam minuman dingin.


Selama satu bulan tinggal disini, tak sekalipun mas danang menghubungiku sekedar menanyakan kabar anaknya saja tidak pernah.


Dan Alhamdulillah aku sudah mengajukan gugatan ke pengadilan dan tinggal menunggu ketuk palu saja, karena di sidang pertama pun mas Danang juga gak pernah hadir.


"Na, Kenapa kamu milih hidup susah begini, padahal kamu cantik loh." Bu Bekti tetangga sebelah yang hampir tiap hari nongkrong di warung mulai kepo dengan kehidupan ku.


"Gak papa, Bu. Justru hidup dikampung itu enak, tentram dan bisa jagain ibu. Ibu kan sudah tua, anaknya cuma aku. Jadi ya aku yang harus ada untuk nemeni ibu di hari tuanya." sahutku apa adanya.


"Apa bukan karena kaku di cerain suami kamu ya?


Makanya kamu pulang ke sini lagi. Emang benar suami kamu selingkuh, na?" bisik bu Bekti dengan wajah sok taunya.


"Kamu tenang saja, aku bisa jaga rahasia kok.


Aku itu tau semua masalah kamu sama suami kamu itu, dia itu tukang selingkuh kan, makanya kamu gak tahan terus pulang.


Keputusan kamu sudah benar, na.


Buat apa juga kamu bertahan sama laki laki yang doyan ************ sana sini, ih amit amit iya kan?


Kamu itu cantik, cari suami lagi yang lebih kaya. Nanti aku bantu nyari deh, tenang saja, aku pasti kasih calon yang wah pokoknya." ucap Bu Bekti panjang lebar, membuatku cuma bisa geleng geleng kepala saja.


"Kapan kamu resmi cerai, na?" kembali Bu Bekti berbisik di telingaku, seolah takut kalau ada yang mendengar pertanyaannya.

__ADS_1


"Masih nunggu keputusan Bu, insyaallah gak lama lagi surat cerai sudah turun." sahutku jujur tanpa mau kasih embel embel apapun. Meskipun Bu Bekti itu kepo, tapi memang benar, dia gak pernah ember, dan orangnya juga baik. Cuma ya itu, kadang gedek saja sama sikap sok taunya itu.


"Paling gak sampai sebulan, na.


Wes kamu yang tenang, yang sabar. Pasti dapat ganti yang lebih baik dari suami kamu itu.


Nanti aku kenalin sama juragan tahu desa sebelah, masih bujang tapi hidupnya sudah mapan." sahut Bu Bekti sambil menaik turunkan alisnya, ya ampun ada ada saja ibu satu itu.


"Buatkan aku rujak, cabe lima ya, na.


Aku mau tok tok an dulu, sudah dandan cantik, biar banyak yang kasih love, hihihi." sambung Bu Bekti dengan wajah sumringah, ajaib memang sikap Bu Bekti itu, padahal suaminya nikah lagi, tapi seolah dia baik baik saja. Asal uangnya tetap mengalir, buatnya tak jadi soal suaminya menikah berapa kali pun, katanya dengan gaya masa bodohnya.


"Na, ponselmu terus bunyi tuh.


Kayak ada yang nelpon, kamu angkat sana dulu. Biar ibu yang bikin pesenan nya Bu Bekti." ibu datang dari arah dapur sambil membawa gorengan yang baru saja matang.


"Iya, Bu. Rujak, cabe nya lima." sahutku memberitahu ibu apa yang dipesan sama Bu Bekti.


Baru saja melangkah, ponselku terdengar dering panggilan yang tak mau berhenti, siapa yang begitu gigih nelpon sepagi ini.


Akupun bergegas masuk ke dalam kamar, dan ternyata ada nama mas Danang yang tertera di layar tengah melakukan panggilan.


"Ya, hallo mas. Asalamualaikum." jawabku setelah menekan tombol berwarna hijau.


"Diana, kurang ajar kamu ya.


Kamu kan yang mengambil perhiasan miliknya Ambar yang aku simpan di lemari ku?


Ngaku kamu." bentak mas Danang di ujung sana. Ternyata dia sudah menyadari ada yang hilang.


"Kenapa kamu nuduh aku, mas?


Apa buktinya kalau aku nyuri?


Emang kapan hilangnya perhiasan kamu itu, apa kamu lupa, mas?


Kalau aku sudah meninggalkan rumah kamu lama, sebulan lebih loh, kalau perhiasan itu hilang bukannya dari dulu ya, kenapa baru sekarang dan kamu tiba tiba nuduh aku yang ambil, sedangkan aku gak ada di rumahmu. Aku gak terima ya kalau kamu nuduh aku kayak gini, aku bisa melaporkan kamu dengan perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik, mau kamu mas?" jawabku panjang lebar, dalam hati mau tertawa saja, pasti mas Danang bingung mau ngomong apa, karena memang dia tidak punya bukti aku yang mengambilnya. Kasihan kamu, mas!


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.

__ADS_1


Novel baru :


#Ternyata Aku Yang Kedua


Novel on going :


#Wanita sebatang kara


#Ganti Istri


Novel Tamat :


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]


#Bidadari Salju [ tamat ]


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2