
"Jahat kamu, mas!
Dasar bajingan, kamu!" teriak Diana histeris dan berusaha melawan Danang dengan kembali menyerangnya, namun tenaganya tak sebanding dengan tubuh tinggi Danang.
Sedangkan kedua anaknya hanya menangis ketakutan dipojokkan kamar, menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya.
Mirisnya, satupun tidak ada yang datang melerai pertengkaran mereka.
Orang orang sekitar sudah bosan dengan kelakuan pasangan itu, hampir tiap hari ribut. Kalau ada yang menegur, Danang maupun Diana akan ngamuk. Itulah kenapa mereka masa bodoh dengan pasangan itu, meskipun Diana menjerit minta tolong, para tetangga enggan ikut campur.
Semua terjadi juga karena sikap mereka yang memang tidak baik sama siapapun.
"Argh, sialan kamu Diana!
Dasar pelacur pembawa sial!" sentak Danang yang mendorong tubuh Diana sampai terjungkal, kedua pipinya lebam bekas tamparan dari Danang.
Tubuhnya terasa remuk karena Danang memukuli perempuan itu seperti orang kesetanan.
Setelah puas meluapkan amarahnya, Danang keluar dan pergi meninggalkan Diana yang menangis tergugu dengan tubuh kesakitan.
"Awas saja kamu, Danang!
Aku tidak akan tinggal diam!" Diana tergugu dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Diana mencoba menghubungi Rokayah, kakak iparnya, siapa tau dengan mengadukan kelakuan Danang pada kakaknya, dia akan mendapat pembelaan.
Tapi kenyataan yang di dapat, justru Diana mendapat hinaan dan caci maki dari Rokayah.
"Gak usah ngadu kamu!
Salahin sendiri jadi duri di hubungan orang lain. Gara gara kamu, hidup adikku hancur, dan gara gara kamu suamiku juga ikut selingkuh dan aku kehilangan pekerjaan, hidupku berantakan semua berawal dari kelakuan kamu yang jadi pelakor dirumah tangga adikku. Gak usah nangis, masih bagus Danang tidak membunuhmu!
Dasar perempuan murahan pembawa sial!" klik, Rokayah mematikan teleponnya setelah puas mencaci maki adik iparnya. Dia menganggap semua kesialan yang dialaminya karena ulah Diana sang pelakor. Rokayah lupa, kalau dulu dia juga mendukung perselingkuhan mereka, dan ikut menyakiti Ningsih.
"Awas kamu, mbak!
Dulu saja kamu membelaku dan baik padaku, karena aku selalu memberikan uang sama kamu. Sekarang giliran hidupku susah kamu mencaci makiku. Aku pasti akan membalas mulut jahat mu itu. Lihat saja, suami kamu yang mata keranjang itu, akan masuk perangkap ku dan kamu pasti akan lebih menderita lagi." batin Diana dengan rencana liciknya.
"Anak anak, bantu mama bereskan barang barang.
Masukkan baju kalian ke dalam tas besar itu. Kita pulang ke desa, kerumahnya nenek!" Diana memutuskan untuk meninggalkan Danang, bukan cuma hatinya yang sakit tapi juga fisiknya sudah tidak bisa lagi sanggup menahan siksaan Danang.
__ADS_1
"Sekolahnya gimana, ma?
Apa kita gak balik lagi kesini?" tanya Adit anaknya Diana yang pertama dari suaminya terdahulu.
"Iya, kita akan tinggal dirumah nenek terus.
Kalian sekolahnya pindah disana saja.
Mama sudah gak kuat dengan kekejaman ayah kalian!" sahut Diana yang berusaha berdiri meskipun tubuhnya terasa remuk semua.
"Mama yakin mau pulang sekarang?
Mama kuat?" Adit kembali bertanya dengan wajah polosnya.
"Ya, sebelum ayah pulang, kita harus sudah pergi dari sini. Kalian gak mau kan, mama terus dipukuli?" sahut Diana miris. Meskipun tertatih Diana tetap berusaha membereskan barang barangnya yang tak seberapa itu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Kamu apakah Diana?
Baru saja dia telpon, ngadu kalau habis kamu hajar?" sambut Rokayah saat melihat adiknya datang dengan wajah kusutnya.
"Ngomong apa perempuan murahan itu?
"Bukan Diana saja, tapi juga kamu!
Kalau kamu gak mau, ya tentu gak bakalan kalian sampai nikah dan punya anak!
Kamu tau gak, gara gara kelakuan kamu ini, cak Didin juga ikut ikutan selingkuh. Perempuan itu sekarang hamil besar anaknya. Dia bahkan tak perduli dengan kemarahan ku, malah menantang untuk bercerai. Belum lagi, aku sudah dikeluarkan dari pabrik. Sepertinya kita sedang menuai karma." sahut Rokayah datar, matanya memanas mengingat nasibnya yang berubah drastis. Bahkan suaminya sudah jarang pulang dan terang terangan menunjukkan hubungannya dengan istri sirinya, sama seperti Danang dulu. Kini Rokayah pun merasakan apa yang dulu Ningsih rasakan.
"Mana ada karma!
Dasarnya suami mbak aja yang doyan selingkuh!" sungut Danang tak terima disalahkan.
"Dasar bocah sableng!
Kapan kamu sadar, wong hidupmu sudah semrawut gini, kok masih saja gak sadar to kamu, Nang!
Kamu sudah tau tempat tinggal Ningsih yang sekarang belum?" sahut Rokayah dengan wajah lelahnya.
"Sudah berkali kali aku mendatangi rumahnya, tapi nihil. Bahkan rumah itu sudah dibangun kos kosan. Para tetangga satupun tidak ada yang mau kasih tau alamat barunya Ningsih. Belum lagi, aku juga gak tau, Shanum sekarang sekolah dimana. Jadi ya itu, aku kehilangan jejak mereka.
__ADS_1
Padahal aku ingin rujuk sama Ningsih. Dia dapat warisan banyak dari bapaknya, pasti sekarang dia sudah kaya!" balas Danang panjang lebar.
"Ya kamu harus usaha lebih keras lagi dong.
Kalau dia beneran sudah kaya, rayu dia dan paksa dia kalau perlu, biar kalian bisa kembali rujuk.
Hidup kita sudah susah gini, Ningsih yang bisa bantu kita untuk keluar dari hidup miskin ini. Coba kamu tanyakan ke RT disana!" sahut Rokayah berapi api, berharap adiknya bisa menemukan Ningsih dan menguasai hartanya seperti apa yang mereka impikan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️