Wanita Sebatang Kara

Wanita Sebatang Kara
kacau


__ADS_3

"Alhamdulillah, akhirnya!


Makasih, Ning!


Aku janji, akan menjaga hati kamu dan menyayangi Shanum dengan sepenuh hatiku.


Aku akan bilang sama orang tuaku, untuk segera melamar kamu! Alhamdulillah, sekali lagi terimakasih! Jujur, aku sangat bahagia!" sahutnya antusias bahkan terlihat senyum terus mengembang di wajah tampannya.


Karena sekarang aku tidak sendiri, permintaan Hans aku bicarakan dulu dengan Shanum anakku, dan juga mbak Safitri.


Shanum sangat bahagia, dan dia juga terlihat begitu antusias. Sedangkan mba Safitri, mendukung apapun yang aku putuskan, karena aku yang lebih tau bagaimana menjalani hidupku.


Satu Minggu setelah Hans datang, dia kembali lagi bersama kedua orang tuanya dan beberapa saudaranya. Sedangkan dirumah sudah ada mbak Safitri, suaminya dan juga anak anaknya yang menyambut kedatangan Hans dan keluarganya.


"Perkenalkan, saya Safitri, dan ini Efendi suami saya. Saya kakaknya Ningsih, satu ayah beda ibuk. Dan ini anak anak saya!" mbak Safitri memperkenalkan diri pada keluarga besar Hans.


Hans terlihat sangat tampan, dia memakai kemeja warna navy, sejak datang matanya tak lepas dari menatap ke arahku.


Alhamdulillah, acara berjalan cukup lancar. Hans dan keluarganya sudah pulang sejak satu jam yang lalu, mbak Safitri dan para tetangga yang ikut membantu sedang sibuk di dapur membereskan semuanya.


"Ning!


Ini kue sama masakannya masih banyak banget, di bagikan ke tetangga saja ya, kita nyisain sedikit saja. Gimana?" mbak Safitri meminta ijinku untuk membagikan makanan yang masih berlimpah. Bahkan dari keluarga Hans juga membawa banyak bawaan tadi.


"Iya, mbak. Atur saja gimana baiknya!


Tapi jangan lupa, sisain buat mbak Fitri bawa pulang, buat nenek dan ibuk juga!" sahutku ramah, entahlah hari ini aku memang bahagia, tapi ada perasaan yang tak bisa dijelaskan yang sejak tadi membuatku tidak nyaman. Entah apa itu, aku gak tau.


"Yasudah, biar dibantuin sama ibuk ibuk disini juga. Kamu gak pingin nyisain apa gitu?" tanya mbak Safitri lagi.


"Sedikit saja mbak, mbak yang atur lah!" sahutku asal, karena sedang fokus membalas pesan dari Hans yang sedari tadi terus menggombal.


"Buk!


Shanum boleh minta kue yang itu, buat nanti dibagiin sama teman teman pas masuk les?" Shanum mendekat dan menunjuk kota kue bolu pandan yang terlihat menggiurkan.


"Boleh! sisihkan saja.

__ADS_1


Nanti les jam berapa?" sahutku yang kini beralih fokus pada wajah anakku yang terlihat berseri.


"Jam empat sore. Nanti ibuk yang nganterin kan?" sahutnya dengan tangan fokus mengiris bolu untuk nanti dibagikan sama teman-temannya.


"Iya nanti ibuk antar!" sahutku singkat, melihatnya bahagia, aku merasa lega, semoga saja, Hans bisa menjadi sosok ayah pengganti yang baik untuk Shanum.


"Buk, aku mau cerita. Tapi ibuk gak boleh kaget ya!" anakku itu kembali bersuara.


"Cerita apa?


Kok kaget, emangnya Shanum mau bilang apa?" sahutku yang langsung penasaran dengan apa yang akan diceritakan anakku.


"Kemarin, aku lihat ada ayah disekolah Shanum.


Untung kemarin Shanum pulangnya bareng Cindy, Shanum sembunyi saja, masuk ke mobil Cindy dengan merunduk. Sepertinya, ayah sedang mencari kita. Shanum gak suka, ayah pasti mau bikin ribut lagi." celoteh anakku yang membuatku langsung berdebar, selama ini hidupku sudah terasa nyaman karena dia tak lagi hadir mengusik ketenangan kami. Entah kenapa dia masih saja terus mengganggu kamu. Sedangkan kebutuhan dan nafkah untuk Shanum saja tidak pernah dia penuhi. Jadi untuk apa dia mencari kami lagi.


"Tante, takut?" tiba tiba Bayu datang menghampiri, mungkin dia mendengar ucapan Shanum.


"Bukannya takut, Bay!


"Semoga saja, dia tidak menemukan alamat rumah ini. Shanum sudah benar, dia tau apa yang harus dilakukan, sehingga sembunyi agar tidak dilihat ayahnya." sahut Bayu yang bicara dengan santai.


"Iya, om!


Shanum juga gak mau ketemu ayah lagi, dia jahat dan gak perduli juga sama aku. Jadi ya untuk apa?" balas Shanum cuek, bahkan sedikitpun tidak ada perasaan rindu di mata anakku itu.


"Sudahlah, gak usah dipikirin Tan, nanti kalau dia bikin ulah, Tante telpon saja Bayu. Sekarang fokus saja sama persiapan pernikahan Tante sama om Hans!" Bayu menatapku iba, meskipun dia masih muda, tapi caranya berpikir sangatlah dewasa, dia juga pengusaha muda yang sukses. Istrinya begitu patuh dan sangat lembut. Cocok dengan pembawaan Bayu yang orangnya tidak banyak bicara.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan dilain tempat, nampak Danang tengah melamun di kamar kos yang hanya berukuran tiga kali empat. Sudah dua Minggu lebih Danang ada di kota kelahirannya Ningsih. Awalnya dia memilih menginap di hotel, namun tak kunjung menemukan Shanum dan uangnya juga sudah menipis. Danang memilih mencari tempat kos untuk mengirit pengeluaran.


"Sudah aku datangi semua sekolah di kota ini, tapi kenapa aku tidak bisa menemukan Shanum sama sekali. Apa mereka pindah ke luar kota?" lirih Danang sambil menatap kosong langit langit kamar yang mulai usang.


"Kalau saja, aku dulu tidak tergoda dengan perempuan sialan itu, mungkin saat ini aku sudah bahagia dengan Ningsih dan Shanum!


Apa lagi, Ningsih punya harta warisan dari bapaknya. Pasti sekarang dia hidup dengan enak dan nyaman. Sedangkan aku, semakin kere dan menderita! Aaargh sialan, semua gara gara Diana sialan itu!" rutuk Danang yang meremas rambutnya frustasi, kini hidupnya memang benar benar kacau!

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)


#Coretan pena Hawa (Tamat)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)


#Sekar Arumi (Tamat)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )


#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)


#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)


#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)


#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]


#Bidadari Salju [ On going ]


#Wanita Sebatang Kara { New karya }


#Ganti Istri { New karya }


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2