
"Sakit kepalaku, San!
Ambar benar benar sudah tak waras, pusing rasanya, dia menarik rambutku sangat kuat." sahutku sambil meremas kepala dan menutup mata ini, merasakan denyut rasa sakit bekas tarikan tangan Ambar.
"Mbak istirahat saja, biar aku yang mandiin ibu.
Ayo aku bantu mbak Diana ke kamar." Santi memapah ku memasuki kamarku, kepalaku benar benar pusing. Dasar perempuan gila, makiku dalam hati buat Ambar.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Saat malam menjelang, rasa pusing masih terasa di kepala ini, Ambar benar benar keterlaluan.
Dia yang salah tapi kenapa aku yang selalu dia salahkan. Dia yang sudah merebut dan menghancurkan rumah tanggaku tapi dia yang terus mengusikku dengan mencari gara gara seolah dialah yang paling terdzalimi. Aaah itulah dulu yang sudah kulakukan pada mbak Ningsih, istri pertamanya mas Danang. Bahkan aku jauh lebih kejam dari Ambar. Dan kini semua berbalik menyerang ku, aku mengalami hal yang sama dan rasanya sungguh membuat hati dan jiwa seperti mau gila.
"Na, kamu sudah tidur?" terdengar suara Danang dari luar pintu, tumben dia bicara baik, biasanya juga bentak bentak.
"Ma, ada ayah tuh diluar." Joni menatapku dengan wajah polosnya.
"Buka saja, ibu masih pusing." sahutku sambil merebahkan kepala ini di atas bantal.
"Mama kepalanya pusing, yah.
Ada apa?" Joni membukakan pintu kamar dan terlihat mas Danang masuk dengan membawa kantong keresek di tangannya.
"Aku belikan nasi goreng, makanlah, kamu pasti belum makan kan?" mas Danang meletakkan kantong kresek di atas meja kamar.
"Jon, ambilkan piring sama sendok, dua ya buat kamu sekalian." perintah mas Danang pada anaknya. Dan Joni langsung melakukan apa yang diperintahkan ayahnya tanpa banyak membantah.
Setelah Joni keluar, mas Danang seperti mau berbicara, terlihat dari gestur tubuhnya yang mendadak gelisah, tapi aku pura pura tak perduli. Memilih bungkam sambil meringkuk di atas kasur.
"Ma, ini piring sama sendoknya.
Joni bukain nasinya ya." Joni menyiapkan nasi untukku di atas piring lalu menyerahkan padaku, kami makan dalam diam, dan kebetulan aku memang sudah lapar sejak tadi sore.
__ADS_1
Karena sakit kepala, aku memilih diam saja di kamar, entah angin dari mana, kenapa mas Danang mendadak baik dan Sudi membelikan makanan untukku dan juga Joni.
Terlihat Joni makan dengan lahap, anak itu sangat jarang bisa makan seperti ini. Karena kamu hampir tidak pernah membeli makanan diluar karena yang yang pas Pasan dari mas Danang.
Merasa tidak di anggap, mas Danang keluar dari kamar dan menutup kembali pintunya.
Aku berharap dia menyesali perbuatannya. Dan agar aku juga segera pergi dari ini, untuk ibu mertua aku yakin Santi mau merawatnya.
Aku sudah yakin untuk berpisah saja dengan mas Danang, melepaskan semua beban sakit hati ini.
Insyaallah, di kampung nanti aku akan mulai membuka warung milik ibuku untuk menghidupi kedua anakku. Aku yakin, Alloh akan tunjukkan kebaikan dan kemudahan, di saat kita teguh pada keyakinan tentang kebesaran dan kuasaNYA.
"Jon, ulangan akhir semester kamu, kapan?" tanyaku diseka seka acara makan kami.
"Besok Senin, ma. Kenapa?" tanya anakku santai sambil mulutnya terus mengunyah nasi goreng.
"Gak papa, kamu yang rajin belajarnya biar naik kelas dengan nilai baik. Habis terima raport kita pindah kerumahnya nenek di kampung, kasihan mas Didin disana sendirian, nenek juga sakit.
Kamu mau kan, pindah sekolah dirumahnya nenek sana?" aku menatap putra bungsuku dengan rasa cemas, takut jika Joni keberatan karena merasa sudah banyak teman disini.
Joni mau kok, kasihan juga sama mas Didin." sahut anakku dengan senyum lebar. Alhamdulillah, akhirnya kecemasan yang aku takutkan tidak terjadi, Joni baik baik saja dan bahkan langsung menerima tanpa banyak drama.
Sekarang, aku akan benar benar pergi dari kehidupanmu, mas. Semoga kamu bisa merubah sikapmu itu. Agar tidak ada lagi perempuan yang harus kamu sakiti.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
#Ternyata Aku Yang Kedua
Novel on going :
__ADS_1
#Wanita sebatang kara
#Ganti Istri
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️