
"Simpan saja keinginan kamu itu, sampai kapanpun aku tidak akan Sudi kembali padamu.
Perasaan ku sudah mati sejak kamu tidak lagi perduli dengan nasibnya Shanum, apalagi kamu dengan bangganya menunjukkan pelacur itu sebagai istri siri mu. Haram bagiku untuk menerima laki laki tak punya hati kayak kamu. Tekadku sudah bulat, berpisah darimu adalah keputusan yang tepat!" sahutku dengan nada setenang mungkin, namun penuh dengan penekanan dan menjatuhkan harga diri laki laki itu.
"Aku akan mempersulit proses perceraian kita, bisa apa kamu kalau aku tidak menyetujui gugatan kamu itu, hah?" teriak mas Danang berapi api, saat aku mau menjawab, Bayu sudah terlebih dulu menyahuti ucapan mas Danang dengan santainya.
"Silahkan saja, lakukan apa yang mau kamu lakukan, kalau perlu sewa pengacara untuk melawan gugatan tanteku. Tapi aku pastikan, kamu akan kehabisan uang untuk membayar pengacara tapi tidak mendapatkan hasil apa apa, ya itu akhirnya jadi miskin!
Bukti bukti ketidak pecusan kamu menjadi seorang ayah dan suami sudah ada pada kami, bagaimana kamu tidak pernah perduli dengan anak istrimu, bahkan kamu sudah tidak lagi pulang dan memilih bersama dengan selingkuhanmu itu. Bahkan bukti chat, Vidio, pesan suara dari perempuan murahan itu juga sudah masuk ke pengadilan. Mau kamu jungkir walik mengelak, sama sekali tidak akan bisa mematahkan kebobrokanmu itu.
Bahkan warga disini juga siap jadi saksi bagaimana kelakuan kamu dan selingkuhanmu pada tanteku, terutama pak RT dan Bu RT mereka sangat mendukung tanteku dan siap jadi saksinya. Apa masih mau ngeyel?" Bayu tersenyum kecut dengan tatapan meremehkan, sedangkan mas Danang nampak gusar, matanya memerah dan kedua tangan mengepal kuat hingga kuku kukunya memutih.
"Aku tidak akan tinggal diam, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan apa yang menjadi hakku. Aku berhak mendapatkan bagian dari warisannya Ningsih, karena saat dia mendapatkannya masih sah menjadi Istriku. Dan rumah ini akan jadi harta Gono gini yang harus dibagi dua. Lihat saja, aku pasti akan memenangkan persidangan." balas mas Danang dengan percaya dirinya, benar benar sudah terbalik otaknya, cara berpikirnya sama sekali tidak mencerminkan pribadi yang baik, sikapnya itu justru semakin membuatku yakin untuk mengakhiri hubungan gila ini. Kalau terus dihadapkan pada laki laki itu, bisa bisa aku jadi gila karena ulahnya.
"Terserah kamu saja, mas!
Gugat saja kalau kamu mau gugat, aku gak perduli. Toh semua memang milikku dari orang tuaku, mau kamu ngeyel sampai kiamat pun, kamu gak bakalan secuil pun mendapatkannya. Jadi ya, Monggo kalau kamu mau gugat harta Gono gini. Jadi aku juga gak perlu cari cara membuatmu miskin, biar uangmu habis buat bayar pengacara yang hasilnya pasti sia sia!" sahutku enteng, karena memang pada kenyataannya begitu, harta yang ingin di tuntutnya semua masih atas nama orang tuaku. Sekeras apapun dia berjuang ya tidak mungkin bisa menang. Jadi biarkan saja dia gila sendiri tanpa harus aku turun tangan.
"Jangan sombong kamu, Ningsih. Lihat saja, aku pasti menang dan mendapatkan apa yang aku mau. Dan siap siap saja kamu akan menyesal dan menangisi perpisahan kita. Dan aku masih menunggu kamu mengembalikan uang gajiku, sekarang juga, aku tunggu!" balas mas Danang yang tersenyum miring dengan sikap arogannya.
"Apa?
Gila, nih orang!
Gaji yang sudah diterima untuk nafkah istri dan anaknya mau diminta lagi?
Edan!
__ADS_1
Ningsih, jangan mau kamu mengembalikan uangnya, itu haknya Shanum. Dia itu ayahnya, wajib memberikan nafkah untuk anaknya. Nafkahi gak mau, tapi ngebet minta warisan. Dasar manusia gak ada otak!" sungut mbak Safitri muak, bahkan matanya menatap nyalang ke arah mas Danang yang terlihat salah tingkah.
"Pergilah, sebelum aku menelpon pak Dion, atasan kamu itu, jangan kamu pikir aku tidak kenal dengannya. Pak Dion masih punya hubungan keluarga dengan suamiku. Kalau aku mau, sekarang juga aku akan memintanya untuk memecat mu secara tidak hormat!" sambung mbak Safitri yang terlihat gerah dengan kelakuan ajaib mas Danang.
"Hahahaaa, apa kamu pikir aku percaya?
Dasar pembual, mana mungkin kalian itu mengenal pak Dion, beliau orang kaya raya, punya saudara kayak kamu kok rasanya, impossible!" mas Danang tertawa lebar, tak percaya dengan ucapan mbak Safitri soal pak Dion atasan mas Danang. Tapi apa benar mereka saling mengenal dan masih punya hubungan kekeluargaan. Kalau memang iya, mungkin ini cara Tuhan menunjukkan kuasanya membalas orang jahat seperti mas Danang dan gundiknya itu.
"Mau aku Vidio call kan beliau?
Tapi siap siap kamu akan dikeluarkan secara tidak hormat!" herdik mbak Safitri yang masih ditanggapi dengan tawa besar oleh mas Danang, bahkan dia terpingkal pingkal karena merasa lucu. Namun dilihat dari cara mbak Safitri bicara, sepertinya dia sangat serius. Biar mampus dan miskin saja mas Danang, pasti pelakor itu akan menjerit kepanasan. Seru juga sih!
"Baiklah, sepertinya kamu meremehkan ku.
Aku akan menghubungi atasan kamu sekarang juga. Siap siaplah!" tekan mbak Safitri penuh dengan ancaman. Terlihat mas Danang mulai menegang, mungkin dia juga merasa was was dengan ucapan kakak tiriku itu.
Terlihat mas Danang mulai pucat pasi, saat mbak Safitri mulai membuka obrolan dengan pak Dion, lalu mengatakan semuanya tentang laki laki itu.
Bahkan tanpa ba-bi-bu lagi, mbak Safitri meminta mas Danang untuk dikeluarkan karena sikapnya yang memang minim adab dan abai dengan anak istrinya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
__ADS_1
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ On going ]
#Bidadari Salju [ On going ]
#Wanita Sebatang Kara { New karya }
#Ganti Istri { New karya }
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️