
"Alhamdulillah, aku senang dengernya, semoga cepat diganti. Biar gak meresahkan!" sahutku ketus. Membuat mas Hans kembali terkekeh.
Semoga saja, rumah tanggaku selalu dilindungi dari perempuan perempuan perusak yang hanya ingin memanfaatkan harta suamiku saja. Kegagalan rumah tanggaku dengan mas Danang, cukup untuk aku jadikan pelajaran dan lebih hati hati. Berharap hubunganku dengan mas Hans bisa bertahan hingga kami sama sama menua.
Roni sudah tiba dari sepuluh menit yang lalu, laki laki muda yang memiliki pesona hampir sama dengan Mas Hans. Mereka masih punya ikatan keluarga, usia Roni masih dua puluh delapan, single tanpa ada kekasih. Karena Roni memang anti pacaran, bawaannya dingin dan jutek. Tapi hangat saat bersama orang orang tertentu, terutama saat kumpul keluarga, Roni termasuk orang yang rame, suka bercanda.
"Mbak, kamu berangkat dulu. Asalamualaikum!" Setelah mas Hans berpamitan, Roni pun demikian laku mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumah.
Aku selalu percaya dengan suamiku meskipun aku tak boleh juga lengah, dari awal, aku memang sudah menyadap watshap suamiku, diapun tau dan sama sekali tidak keberatan. Itulah kenapa, aku selalu tau apa saja yang dilakukan suamiku lewat hubungan internetnya, dan rayuan rayuan dari bibit pelakor. Aku langsung mengatasi mereka dengan langsung memblokir nomor tersebut. Tapi lagi lagi, mereka tidak jera, selalu saja punya cara lain untuk mengejar suamiku, mengganti nomor ponselnya agar bisa menghubungi suamiku. Tapi lagi lagi, aku yang bertindak. Bahkan Mas Hans sendiri terlalu santai dan gak mau ambil pusing, dia memang orang yang cuek. Tapi aku gak mau santai dalam menghadapi perempuan perempuan ganjen itu, harus dibasmi kalau perlu.
Seperti pagi ini, setelah kepergian suamiku dengan Roni. Tiba tiba sekertaris mas Hans datang dan menayangkan keberadaan suamiku. Dengan terang terangan dia mengungkapkan perasaan dan niat untuk mengambil alih posisiku, ya Tuhan mimpi apa aku semalam.
"Maaf, apa pak Hans nya ada di dalam!" dengan sikap angkuh tanpa sungkan sedikitpun padaku, Winda menanyakan keberadaan Suamiku.
"Kamu sadar, bicara dengan siapa mbak?
Apa perlu aku ingatkan, kalau aku adalah istri atasan kamu di kantor! Jadi bersikaplah yang sopan kalau masih mau tetap bekerja!" sahutku dingin, dengan menatapnya tajam.
"Oh ya?
Atasan saat di kantor, tapi ini sedang diluar kantor.
Tidak ada hubungannya dengan anda. Saya ada keperluan dengan pak Hans, bukan dengan anda nyonya!" sahutnya tajam, besar juga nyalinya. Benar benar perempuan tak tau malu.
"Baik kalau itu mau kamu. Siap siap saja kamu cari pekerjaan lain. Karena suamiku tidak butuh karyawan minim akhlak kayak kamu.
Pergilah, suamiku sedang tidak dirumah. Bukannya kamu harusnya ada di kantor, kenapa bisa keluyuran di jam kerja?" balasku tak kalah tajam, namun dasar ular bulu, mana ada rasa takut, justru dia seolah menantang ku dengan tatapan meremehkan.
"Apa anda tidak tau, kalau pak Hans ada perjalan dinas luar kota hari ini, selama dua hari loh. Dan perginya sama saya. Ya bisa dibilang kerja sambil liburan gitu. Bisa tolong panggilkan pak Hans nya, nyonya?
Bilang, Winda tengah menunggunya." sahutnya dengan memamerkan senyuman penuh kemenangan.
"Begitu ya?
Tapi sayang sekali, suamiku tidak berminat untuk mengajak kamu. Apa dia tidak memberitahu kamu, kalau Roni yang menemaninya. Wah wah, kasihan sekali, sudah ngarep banget tapi di tinggal begitu saja. Pergilah, sebelum aku turun tangan dan meminta suamiku untuk memecat mu sekarang juga!
Dan satu lagi, suamiku seleranya bukan perempuan rendahan seperti kamu, paham?" wajah Winda terlihat merah padam, kedua tangannya mengepal erat, dengan dada naik turun dia berusaha untuk melawanku, tapi sebelum itu terjadi, Pak Dadang sudah menyeret Winda keluar dari halaman rumahku. Dia meronta dengan segala sumpah serapahnya. Sungguh pelakor lebih mengerikan dibandingkan istri sah di jaman saat ini.
__ADS_1
"Kunci saja pintu pagarnya, pak!
Lain kali, kalau dia datang lagi, jangan bukakan pintu pagarnya. Rumah ini tidak menerima tamu sepertinya!" kataku dengan nada bergemuruh. Winda benar benar membuatku hilang mood pagi ini.
"Bu, siapa sih perempuan itu?
Kok teriak teriak kayak orang kesurupan. Ih amit amit!" Mbak Atik tetangga, sekaligus pekerja dirumahku ikut penasaran dengan suara lantang nya Winda diluar sana.
"Anggap saja, orang gila yang minta sumbangan, mbak!" jawabku asal, dan Mbak Atik justru ngajak mendengar ucapanku. Ada ada saja.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Hallo, mas!
Masih dimana?" aku sengaja menelpon suami, karena sikap sekertaris nya sudah benar benar keterlaluan, tak lagi bisa di tolerir, karena dia bisa melakukan hal lebih gila lagi nantinya.
"Masih di jalan sayang.
Ada apa, sudah kangen ya?" sahutnya terkekeh, masih belum menyadari kalau istrinya sedang panas ingin meledak.
"Apa mas, meminta Winda ikut?
Aku gak mau tau ya, mas!
Kamu harus memecatnya sekarang juga!" kataku penuh dengan penekanan, tak lagi ada celah untuk bibit hama sepertinya.
"Apa?" teriak mas Hans di sebrang sana, aku yakin dia shock mendengar ucapanku barusan.
"Berani sekali dia, tapi kamu gak papakan sayang?
Kamu tenang saja, hari ini juga, aku akan meminta oak Ahmad untuk memecatnya!" mas Hans terdengar emosi, syukurlah dia cepat bertindak dan tidak banyak drama. Inilah yang membuatku yakin, suamiku tidak akan mudah tergoda wanita lain, semoga saja dia akan terus seperti itu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
Novel baru :
__ADS_1
#Ternyata Aku Yang Kedua
Novel on going :
#Wanita sebatang kara
#Ganti Istri
Novel Tamat :
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (Tamat)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (Tamat)
#Sekar Arumi (Tamat)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( Tamat )
#Karena warisan Anakku mati di tanganku (Tamat)
#Ayahku lebih memilih wanita Lain (Tamat)
#Saat Cinta Harus Memilih ( Tamat)
#Menjadi Gundik Suami Sendiri [ tamat ]
#Bidadari Salju [ tamat ]
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️