Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
10. Pedekate


__ADS_3

Mobilnya melaju ke jalanan menyusuri jalanan kota. Keduanya terdiam larut dalam pikirannya masing-masing.


Mereka duduk di kursi belakang duduk dengan ada jarak. Shalimar duduk menyudutkan dirinya dekat pintu.


Karena Shalimar berusaha untuk kembali ke ajarannya semenjak dia mendapatkan teguran, yakni memiliki anak di luar nikah.


Wanita itu hanya ingin memperbaiki diri sendiri dan ingin menjaga nama baik almarhum suaminya Anwar Hussain.


"Kenapa kau terdiam ?" Tanya Bryant mengawali membuka suaranya.


"Kenapa apanya ?" Tanya Sharmila bingung.


"Dia mantan pacar ku sewaktu kuliah. Dia kakak senior ku. Dan dia yang memutuskan hubungan cinta kami. Kemudian kembali menemui aku karena dia tahu aku hamil anaknya." Bryant Cassano menirukan dialognya bersama logatnya Sharmila waktu itu.


Blush. Muka merah merona tak dapat dihindarkan karena gurauan Bryant Cassano membuat dia malu. Kenapa juga dia bersikap sok manja di depannya.


"Hei .. Kenapa ? Apa ada sesuatu ? Kenapa mukamu seperti kepiting rebus ?" Goda Bryant Cassano menatapnya lekat. Sharmila menghindari tatapan mata itu dengan memalingkan badannya.


Greb. Bryant Cassano memeluknya erat dari belakangnya. " Kau Imut sekali jika seperti ini. Rasanya .... " Bisik Bryant Cassano ditelinga nya.


Sharmila tertegun membeku. Wanita itu tidak berani berontak juga merasakan getaran lain. Yang sudah lama tak dirasakan oleh nya.


"Mulai sekarang kau milikku. Karena kau sudah memberikan kodenya beberapa saat lalu. Jadi kita sepakat untuk melakukannya dan menjaganya." Bisiknya lirih sambil mencium puncak hijabnya.


Sharmila mengiyakan permintaannya dengan menganggukkan kepalanya memandang sekilas wajah mereka yang terpantul di kaca jendela mobilnya.


"Kau tahu aku begitu menginginkan dirimu saat pertama kalinya bertemu. Kau mau kan menjadi wanita aku satu-satunya." Bisiknya lagi.


"Aku tak akan pernah menjadi simpanan lelaki." Jawabnya datar sambil menatap lurus ke depan.


"Tentu saja. Aku akan meresmikan hubungan antara kita. Dan kau akan menjadi nyonya Cassano." Lanjutnya dengan memeluk tubuh mungil itu dan menghirup aroma tubuhnya.


Mereka pun keluar dari mobilnya begitu sampai di apartemennya Sharmila. Dan disambut oleh Arsy. Bocah itu berlari ke pelukannya Sharmila begitu pintu masuk terbuka.


"Kau belum tidur sayang." Bisiknya sambil tersenyum.


"Aku menunggumu mom. Ada tugas untuk hari ayah. Dan itu besuk pagi." Katanya sambil melirik Bryant Cassano.


"Apa ayah juga harus datang untuk kegiatan itu ?" Tanyanya sambil berjalan mendekati mereka.


"Iya. Katanya itu lebih baik lagi karena ayah meluangkan waktu untuk bersama dan melakukan perlombaan dan ini semacam outbound ?" Jelas Arsy.

__ADS_1


Bryant Cassano mensejajari tinggi mereka dengan berjongkok.


" Kalau kau mau aku akan menjadi Daddy mu. Aku tak akan memaksamu." Katanya sambil tersenyum tipis.


Arsy memastikan pendengarnya." Daddy ?" Gumamnya lirih. Bryant Cassano mengangguk sambil mengusap puncak kepalanya.


Dia menoleh ke arah Sharmila dan wanita itu mengangguk setuju.


"Baiklah. Aku terima." Katanya menatapnya tajam.


"Cuci tangan kalian. Mom akan membuat makan malamnya." Ujar Sharmila lega karena sang putra tak menolak kehadiran orang ketiga diantara mereka.


Selanjutnya mereka mengakrabkan diri dengan berbagai obrolan ringan di antara kegiatan makan malamnya.


"Pagi Arsy." Sapa Bryant saat pintu apartemen di buka. Lelaki itu mengenakan baju kasual dengan celana tiga per empat, sepatu Kets yang senada.


Terlihat berbeda saat dia berpakaian formal, Batin Sharmila tak berkedip menatap.


"Tutup mulutmu kau ileran !" Bisik Bryant Cassano di telinga Sharmila saat melewatinya.


Dan parahnya lagi dia mengikuti perintahnya. Membuat lelaki itu terkekeh geli. Melihat ekspresi Sharmila.


Mata Arsy berbinar melihatnya dan langsung menyantapnya perlahan begitu makanan itu ada di depannya. Mereka makan bersama seperti keluarga kecil bahagia.


"Kau tidak ke kantor ?" Tanya Sharmila setelah melihat Arsy pergi ke kamarnya mengambil tas sekolah.


"Tidak. Aku akan menemani putraku bermain seharian. Ini hari ayah bukan ?" Bisiknya dan ke-dua tangannya sudah megukungnya di wastafel.


Bryant Cassano sudah mulai kecanduan menghirup aroma tubuhnya Sharmila tanpa disadarinya. Lelaki itu sudah melakukan hal itu tanpa disadari nya.


Sharmila yang sedang membilas piring hanya terdiam membeku. Menyadari sesuatu keganjilan dibawah sana.


"Tuan. Mhmm.." Sharmila kelepasan mengeram saat lelaki itu bergerak di antara ceruknya. Bryant sendiri mengendusnya kepalanya Sharmila yang sudah terbalut hijab rumahan.


Bagi lelaki itu semuanya dia suka saat menghirup aromanya.


"Aku siap !" Suara nyaring. Arsy menyadarkan imajinasi mereka berdua.


Bryant Cassano dengan enggan beranjak dari tempat itu. Dan berpamitan dengan Sharmila. Ia bermaksud untuk mencium bibir atau kening namun sudah di hindari oleh Sharmila.


"Kita belum sah atau bukan muhrim. Jadi maaf" Katanya sambil tersenyum.

__ADS_1


Bryant Cassano kesal namun berusaha tak di perlihatkan. Mereka berjalan beriringan menuju ke tujuannya masing-masing.


Sharmila pergi ke hotel untuk bekerja. Sedangkan Arsy dan Bryant menuju ke sekolah.


"Sampai nanti jangan khawatir dia akan aku jaga. Tidak boleh kangen ya ?" Godanya dengan mengedipkan matanya.


Sharmila hanya tersenyum tipis kemudian dia naik motornya. Mereka pun berpisah di parkiran gedung apartemen.


"Arsy. Kamu sama siapa ?" Tanya anak yang berseragam sama dengan nya menatap ke arah keduanya.


"Daddy aku." Jawab Arsy datar.


"Bukannya ayah mu sudah mati ?" Tanyanya lagi.


"Emang sih. Namun aku punya daddy." Sahut nya lagi.


"Jadi ayah kamu dua orang ?" Tanyanya lagi dan masih dengan nada melengking tinggi.


Seluruh sekolah mendengar perkataan nya.


"Iya. Kenapa kau tak suka aku mempunyai satu ayah dan satu daddy ?" Kata Arsy marah .


"Ayolah jangan bergurau. Tidak lucu !" Sahut teman yang lainnya. Arsy dikelilingi oleh teman-temannya.


"Anak-anak kembali ke tempat kalian masing-masing. Kita akan memulai kegiatannya." Guru datang dan melerainya mereka yang berusaha mencecar Arsy.


Sedangkan Bryant Cassano hanya berdiri diantara mereka para wali murid. Dan dia terlihat paling mencolok diantaranya.


Bukan hanya karena good looking wajahnya namun kharisma memikat dan penampilan nya yang seperti hot dad.


Mereka berjalan beriringan sesuai instruksi guru. Mereka melakukan kegiatan melukis. Berlari estafet antara ayah dan anak.


Menangkap bukan bersama dan membuat kerajinan tangan bersama. Membuat drama yang diperankan oleh ayah dan anaknya.


Hingga akhirnya tiba waktunya penjurian lomba yang mendapatkan nilai terbaik di kegiatannya.


"Terimakasih sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari Ayah dan anak. Saya akan langsung mengumumkan bahwa pemenangnya adalah Arsy dan daddy Bryant." Guru menyerukan pemenangnya.


Tepukan tangan meriah dan ucapan selamat diberikan kepada mereka berdua. Arsy dan Bryant menerima tropi dan kalung pita sebagai simbol penghargaan.


"Kau senang boy ?" Bisik Bryant saat menggendong Arsy. Dan bocah itu tersenyum lebar. Baru kali pertama ini dia melihatnya begitu tampan dan bahagia. Menghias diwajahnya yang mungil.

__ADS_1


__ADS_2