
Sesuai kesepakatan bersama mereka pergi ke 21 studio. Yang ada di Mall terbesar di kota. Mereka beriringan menuju ke tempat tujuan.
David Guetta dan Raisa memesan snack dan minuman. Sharmila menjemput Arsy yang diantar ke mall oleh pengasuhnya. Dan mereka berkumpul di ruang lobi 21 studio.
"Arsy.." Sharmila berseru memanggil putranya yang berjalan beriringan menuju ke pintu masuk utama Mall.
" Momy." Bocah itu menghambur memeluk tubuh sang ibu. " Terimakasih sudah mengantarkan Ratih." ucapnya sambil mengelus rambut sang putra.
" Iya nyonya. Sama-sama." Jawab Ratih, pengasuh putranya. Wanita itu undur diri, rupanya dia tidak sendirian.
Ada seorang lelaki menghampirinya saat dia sudah menjauh dari Sharmila. Dan kebetulan Sharmila melihatnya.
Pada saat naik ekskavator Sharmila sempat terhuyung karena lengannya bersenggolan dengan seseorang.
"Maaf." Suara seorang lelaki hinggap di telinga Sharmila. Sharmila hanya mengangguk mengerti. Lelaki itu berdiri tepat di belakangnya.
" Momy. Kita akan menonton film apa ?" Tanya Arsy antusias.
"Entahlah. Tante Raisa yang memilihnya. Momy hanya ikut saja." Jawabnya sambil tersenyum.
" Ck. Sungguh tidak ada harapan." Arsy berdecak dengan muka datarnya.
"Maksudnya apa Arsy ? Yang sopan kamu ?' Tegur Sharmila.
" Ck. Maafkan aku mom." Sekali lagi Arsy meminta maaf kepada ibunya. Diapun mengalihkan perhatian ibunya dengan berkomentar tentang apa yang mereka lalui.
Dan bersenandung kecil seolah-olah dia begitu antusiasnya ingin menonton film tersebut.
Tanpa disadarinya mereka menjadi perhatiannya seseorang di belakangnya. Lelaki yang bersinggungan dengan nya tadi, selalu satu arah dan mendengarkan pembicaraan mereka.
"Hai maaf, terlambat. Tadi sedikit ada insiden kecil. Aku nabrak orang, tidak sengaja sewaktu di eskalator." Sharmila menjelaskan sambil tersenyum mengambil tempat duduk di samping Raisa.
__ADS_1
"Arsy, kasi salam sama teman-teman Mom ?" Perintah Shalimar pada Arsy.
" Halo Om, Tante." Arsy menyapa dengan muka imutnya. Semuanya tersenyum melihat wajah tampannya.
"Duh imutnya. Pastinya Daddy nya ganteng banget, lihat anaknya seganteng ini." Raisa langsung memeluk dan menciumnya.
"Kamu itu lagi modus ya ? Lagi jones jadi anak kecil di terkam juga !" Cibir David Guetta. Yang lainnya tergelak gemas melihat ekspresi nya.
Seusai nonton mereka pergi ke restoran yang ada di mall itu. Mereka berjalan-jalan melihat sekeliling seusai makan, karena besuknya libur setelah lelah mereka menyudahinya dan pulang ke rumah masing-masing.
Keesokannya. Sharmila kesiangan berlari kecil menuju pintu lift. Triing. Bunyi lift terbuka lebar. Segera ia menerobos masuk. Beberapa orang di sana hendak meraih tangannya, namun di cegah oleh lirikan mata seorang lelaki.
"Maaf, apa Anda ikut ?" Tanya Sharmila pada lelaki asing itu. " Tentu." Jawabnya sambil tersenyum.
"Aneh. Kenapa yang lain tidak ikut ? Ini kan masih longgar ?" Pikir Sharmila menatap orang-orang yang memakai setelan jas, sama seperti pria di depannya sekarang.
Lelaki itu tersenyum mau tak mau Sharmila ikutan tersenyum. " Lantai berapakah" Tanya Sharmila. " 21 ?" Jawabnya santai.
"Iya. Itu Divisi keuangan." Komentar dia. " Ia. Bagian yang berhubungan dengan angka, harusnya bukan seven teen. Itu kan terlalu manis."
" Mungkin pemilik perusahaan kita baper tentang uang makanya dia kasih ke lantai itu." Selorohnya namun hanya dijawabnya dengan anggukan kepala.
"Aku duluan, ya ? " Pamit Sharmila saat keluar dari ruangan lift. Wanita itu langsung menyalakan komputer di mejanya. Karena dia harus menumpuk laporan pagi itu, rencananya ia akan membaca ulang untuk kesekian kalinya.
Aida selalu meminta laporan pada anak buah nya secara mendadak. Kata karyawan lama itu sudah biasa terjadi, " Ya dinikmati saja." Kata mereka.
"Ada inspeksi mendadak. Ayo berdiri." David Guetta berbisik di telinga Sharmila. Wanita itu segera mengikutinya.
" Lihatlah Bu Aida ! Sempat-sempatnya dia menambahkan bedak dan makeup nya." Bisik Anna sui. Sharmila melihatnya, apa yang dikatakannya memang benar adanya. Atasannya itu menambahkan pulasan dan terlihat sangat mencolok.
Karena tadi dia memakai lipstik nude sekarang ganti berwarna terang. "Pagi. Maaf mengganggu aktivitas kalian. CEO baru kita ingin mengenal para karyawan dan mengetahui cara kerjanya juga." Ridwan sang sekretaris CEO mewakili perkataan nya.
__ADS_1
Sharmila terbelalak melihat big Boss. Dia laki-laki itu ! Batinnya bermonolog, pantas saja tadi Lift nya kosong. Dia telah salah naik lift. Oh ,celaka aku bakal di skorsing. Runtuknya sambil terus menundukkan kepalanya.
"Pagi. Saya Azlan O'Leary saya ingin melihat sendiri bagaimana cara kalian bekerja secara langsung." Azlan mengucapkan salam dengan berjalan mengitari meja-meja yang ada di ruangan itu.
Lelaki itu bahkan mengacuhkan Bu Aida yang sudah pasang badan di depannya. SHARMILA. Azlan bahkan sudah menandai wanita cantik yang bersama dia pagi tadi.
Wanita itu hanya tersenyum seadanya tanpa di buat-buat dan mengajaknya berbicara tanpa canggung. Sekarang dia terlihat gugup dan tidak berani menatap ke arahnya.
Sekarang Azlan mengerti rupanya dia tidak memperhatikan jika dia adalah seorang CEO di tempat kerjanya. Sungguh menarik, baru kali pertama aku di acuhkan oleh seorang wanita. Batinnya.
Azlan berpura-pura melihat sekeliling dan bertanya jawab dengan beberapa orang disana. Dan pada akhirnya ia meninggalkan tempat tersebut.
Sharmila menarik nafasnya lega karena sudah lepas dari pengawasan sang pimpinan yang baru saja dia tahu. Harusnya kau jaga sikap dan mulutmu Sharmila ! Dia memarahi dirinya sendiri.
Siang itu Sharmila dan rekan-rekannya duduk bersama. Memesan makanan sesuai keinginan sendiri. Terkadang mereka juga berbagi makanan.
"Tadi ada sidak di setiap divisi. Kau tahu CEO kita keren abis. Tidak hanya tampan namun juga perhatian, memberikan tips penyelesaian di divisi kami." Ujar Raisa mulai angkat bicara.
"Pokoknya the best si Boss. Aku juga mau di perhatikan seperti itu. Kenapa yang di hampiri meja-meja si unyu. Menyebalkan." Anna sui mencebikkan mulutnya.
David Guetta menatapnya geli dan geleng-geleng kepala. "Sudah ku bilang. Jangan terlalu tinggi melihatnya. Nantinya juga jatuh kan sakit." Ucap David Guetta diiringi anggukan kepala Sharmila mengiyakan.
"Sudah nggak boleh mengharap yang bukan jadi milik kita. Lebih baik kita syukuri apa yang ada." Nasehat Sharmila pada rekannya.
" Nanti keburu jadi perawan tua lagi." Lanjutnya lagi sambil menyodorkan kentang goreng pada Anna sui.
"Lihatlah dia. Big Boss kemari. " Seru Raisa seraya menatap lelaki itu yang berjalan di ikuti assisten nya.
"Wah fixs ini dia lagi tebar pesona sama karyawan ini tak boleh di diamkan." Umpat David Guetta.
"Maksudnya ?" Sharmila bertanya tidak mengerti menatap sahabatnya.
__ADS_1
"Jika dia kesini. Kapan aku laku dan menikah ? Secara dia tajir melintir kenapa juga makan disini ? " Sharmila hanya ternganga melihat ekspresi David Guetta.