
Sharmila merasa suaminya tak kunjung datang kembali, ia pun memutuskan untuk pergi menyusul ke arah ruang tamu.
Nampak mereka bertiga bersama mengobrol dan tertawa kecil. Sharmila menghentikan langkahnya dan lalu berbelok menuju ke kamarnya. Siluetnya tertangkap oleh ujung pandang Arnoldus Janssen.
"Sharmila !" Panggil nya. Namun wanita itu acuh saja dan tetap pada tujuannya. Bryant Cassano menatap nya dari jauh.
"Kalian bertengkar ?" Tanya Caroline hati-hati. Bryant Cassano hanya tersenyum dan menggeleng cepat. " Bawaan bayinya. Nanti juga ia akan kembali seperti semula." Jawabnya santai.
"Bagaimana dengan bawaan ngidam bayimu ? Apa kau mudah marah ? Mudah menangis atau tersinggung masih banyak lagi. Dan apa suka mengerjakan sesuatu hobi misalnya ?" Bryant Cassano menanyakan secara detai.
Caroline Cassano hanya terperangah mendengar kata Bryant. Lelaki itu hanya menatapnya dengan menahan tawanya.
"Hey aku sudah punya anak hampir tiga. Dan aku sudah mempunyai punya pengalaman." Ucapnya dengan nada sombong.
Arnoldus Janssen meliriknya sekilas dengan ekspresi sebal. Lelaki paruh baya itu juga pernah memiliki istri yang hamil dulu hanya saja jarang menemani nya.
Karena dia mengetahui tentang itu sudah terlambat karena istrinya tak ingin menyusahkan dia. Padahal ia asyik bermain diluar dengan mengatasnamakan pekerjaan.
Bryant Cassano mengajaknya makan siang bersama dan Caroline Cassano lagi-lagi terbawa arus perasaan nya. Melihat Arsy dan Alice yang ke-dua nya memiliki kemiripan dengan Bryant. Kedua anak itu sangat identik dengan Bryant Cassano.
"Aku tak perlu tes DNA kan saat Sharmila pergi aku tak tahu jika dia hamil." Ucap Bryant saat mereka berkumpul di ruang tengah bersantai bersama. Dipangkuan nya ada Alice yang mengantuk karena kenyang makan siang tadi.
"Kalian istirahat saja di kamar tamu. Dan aku maksa kalian untuk menginap." Titah Bryant sambil memberi kode pelayan nya. Dia sendiri menuju ke kamar Alice untuk menidurkan batita itu.
Wanita itu langsung mengarah kan Caroline Cassano dan Arnoldus Janssen ke kamar tamu keluarga.
Di kamarnya Sharmila sudah melepaskan sarii nya berganti pakaian dress mini tanpa lengan. Rambut panjang nya dicepol begitu saja.
__ADS_1
Ia merebahkan diri menyamping sambil asyik menikmati lagu-lagu di smartphone nya. Sebuah tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya.
Cup. Cup. Ciuman di seluruh ceruk lehernya membuat dia menggelinjang. "Bryant.." Desahnya. " Sebut namaku terus sayang.." Bryant Cassano tak mau berhenti.
Tangannya sudah bergerilya dan melepaskan ****** ***** nya. Dan di mainkan olehnya di depan mata Sharmila. Wanita itu langsung menoleh dan di sambut oleh Bryant Cassano dengan ciuman lembut. Hingga akhirnya ia kehabisan nafas.
Wanita itu dibaringkan terlentang dan Bryant langsung melakukan penyatuan dan bergerak sesuai keinginan wanita nya.
Lelaki itu hanya menyingkap pakaian Sharmila sedangkan dia sudah siap tempur sedari tadi. Wanita itu hanya pasrah saja dan mengikuti arahannya Bryant Cassano.
Siang itu mereka melakukan percintaan mereka hingga Bryant Cassano puas.
Dikamar lain Arnoldus Janssen melakukan hal yang sama dengan Caroline Cassano hanya saja mereka melakukannya sambil berdiri. Begitu masuk kamar, Arnoldus Janssen langsung menghimpitnya dipintu kamarnya.
Mereka berpangut lama disana ke-dua nya memang sudah lama tak bertemu. Jadi ada kecanggungan saat Arnoldus Janssen menemani nya setelah insiden tersebut. Ini kali pertama mereka bercinta setelah insiden tersebut.
Setelah puas bertukar Slavina baru Arnoldus Janssen melepaskan pakaiannya dan milik nya namun mereka masih melakukan pemanasan dan bercinta dengan berdiri.
Caroline mencengkeram erat pundak Arnoldus Janssen dan lelaki itu menahan nya agar tak jatuh dan memar punggung wanita nya.
"Aku suka sekali aku benar-benar menyukai nya saat dia menghimpitnya.." Arnoldus Janssen meracau jika sedang menikmati permainan mereka.
Caroline Cassano hanya tersenyum puas jika sudah dapat melayani lelaki itu. Mereka melakukan percintaan mereka cukup lama. Arnoldus Janssen biarpun sudah tua namun ia masih kuat dan lama dalam gaya bercintanya.
Caroline Cassano sangat menggila dibuat nya saat dibawanya ke puncak kenikmatannya.
Dan berakhir dengan lelapnya mereka karena kelelahan melakukan itu.
__ADS_1
" Jangan lakukan itu. Tetap kenakan baju sarii nya. Aku tak mau Arnoldus Janssen melihat mu seperti ini!" Bryant Cassano menatap nyalang ke arah Sharmila saat mau memakai dress-nya tanpa lengan dan memperlihatkan belahan dada nya.
"Tapi aku gerah. Aku ingin mengenakan baju ini." Rajuknya manja. Bryant Cassano kesal karena ulah nya. Sekali sentakan tubuhnya Sharmila sudah di dekapannya.
Dengan rakusnya dia mencumbui nya lagi dan melakukan nya di atas meja riasnya. Wanita itu langsung dibalik dan ia menyatukan keduanya lewat belakang.
Wanita itu hanya mendesah nikmat terdengar kecipak suaranya nyaring terdengar. " Ini hukumannya karena kau sudah menentang ku." Ucap Bryant sambil melakukan kegiatan nya.
Setelah itu ia Sharmila masih lemas karena pelepasannya lelaki itu membimbingnya ke sofa dan ia melakukannya lagi. Sharmila hanya terdiam dan mendesah panjang. Setengah hari itu Bryant menyerang dia, dengan dalih dan alasan remeh.
Seusai melakukan itu Bryant mengajaknya mandi bersama lagi di bathtub karena Sharmila sudah lemas melayani nya.
"Kau akan turun ?" Tanya Bryant saat membantunya untuk mengeringkan rambutnya. Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku lelah ingin tidur saja. Nanti bangunkan aku saat waktu nya." Jawabnya sambil memainkan gawainya.
Bryant Cassano meletakkan hairdryer dan duduk di depannya. "Maaf sudah membuat mu keletihan. Aku ingin saja melakukannya dan jaga dia baik-baik sayang. Katakan jika kau sakit saat kita bercinta." Ucapnya sambil mengelus perutnya Sharmila. Wanita itu langsung memeluknya erat.
"Tidurlah." Bryant Cassano bangkit dari duduknya dan mengangkat tubuhnya ala bridal style dan merebahkan tubuhnya.
" Sebenarnya kau menggoda nya dengan memakai baju tidur seksi mu sayang." Bisik Bryant saat membaringkan tubuhnya Sharmila.
Wanita itu langsung memalingkan wajahnya. Antara malu dan mau namun ia akui itu, akan tetapi jika sering melakukan itu rasanya ngilu dan perih karena rasanya sesak penuh di bawah sana.
" Ini masih sakit milikmu sangat besar aku masih sakit jika melakukan itu agak lama." Cicitnya pelan. Bryant Cassano hanya terbahak-bahak mendengar perkataan nya.
"Aku tahu itu dan merasakan nya saat melakukan itu sayang. Karenanya aku tak pernah melakukan hal itu dengan wanita lain kecuali kamu. Kamu pandai merawat nya. Aku suka." Bisiknya lirih masih dalam posisinya mengukunginya.
Semakin merah muka Sharmila mendengar perkataan vulgar Bryant Cassano. "Akan ku ambilkan makan malamnya sayang." Dia pun pergi meninggalkan nya setelah mendaratkan bibirnya sekilas ke pipi Sharmila beberapa kali.
__ADS_1
Lelaki itu gemas melihat ekspresi wajah malu-malu Sharmila dan rasanya terus menerus ingin menggoda nya terus.