Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
25. NYONYA CASSANO


__ADS_3

Seusai Vidio call dengan Bryant Sharmila meneruskan tugasnya mendampingi Arsy. Menungguinya makan siang, wanita itu belum tahu apa lagi yang dilakukannya setelah satu mingguan di rumah.


"Selamat siang Nyonya. Saya Felly assisten yang ditunjuk Tuan Cassano untuk mendampingi Anda." Seorang wanita paruh baya namun terlihat elegan dan cantik berdiri tak jauh dari tempat duduknya.


"Benarkah ? Aku belum mengetahui siapa yang menjadi asisten aku. Apa kau sudah menyusun rencana untuk setiap kegiatan aku ?" Ganti Sharmila bertanya kepadanya dan ia pun mengangguk.


" Nyonya akan menghadiri perjamuan teh nanti sore, hanya satu jam. Saya sudah mendaftar member di perkumpulan ini. Perkumpulan ini sering mengadakan acara sosial di panti-panti asuhan, maupun panti lansia."


"Ada juga kegiatan mereka kerja sosial, seperti memandikan anak-anak di panti, atau rumah singgah. Nyonya lebih baik masuk lewat jalur ini agar dikenal dan lebih diperhatikan banyak istri-istri pejabat atau pewaris yang terlibat di dalamnya." Felly menjeda kalimatnya.


"Nyonya harus berhati-hati dalam memilih busana dan berdialog nantinya." Lanjutnya menatap sang majikan. Sharmila mengerti dan mengangguk.


"Besuk pagi ada guru tata Krama dan busana yang mengajari Anda dalam segala hal. Nyonya juga hobinya memasak ? Anda juga saya daftarkan di kelas memasak." Ujarnya sambil tersenyum.


"Untuk sementara mari saya bantu mencari pakaian yang pantas untuk menghadiri jamuan nanti sore." Sharmila berdiri dan mengikuti arahannya Felly.


"Mom pergi dulu. Kamu yang nurut sama Jessy. " Sharmila berkata dan mencium puncak kepalanya Arsy. Anak itu mengangguk.


Di kamar. Felly memilah pakaian Sharmila, gamis dan hijab dia padukan dan melihat modelnya juga, sepatu aksesoris. Felly diberitahu bahwa Nyonya type orang sederhana.


"Busana blue safir ini dengan hijab perpaduan dua warna putih biru sangat cocok dipadukan. Sepatu high heels hitam ini juga sepadan jika di gabungkan. Nyonya cukup mengenakan gelang berlian ini saja." Felly memberikan arahannya.


Sharmila menatapnya dan tersenyum. Ia ini bagus dan tidak mencolok. Aku suka." Sahut Sharmila tersenyum.


"Saya undur diri. Nyonya istirahat dulu nanti ada orang tata rias yang membantu ber-make up." Lanjutnya. Sharmila hanya mengangguk mengerti.


Tepat Sharmila usai shalat ashar ia membuka pintunya yang diketuk pelayannya. "Masuklah. Aku baru saja selesai shalat dan sudah mandi." Katanya.

__ADS_1


Seorang pria tampan gemulai masuk dengan peralatan riasnya dan seorang asisten dia. Felly juga ikut masuk.


"Nyonya aku dengar namamu Nyonya muda Cassano ? Siapa yang menikahi Anda ?" Tanyanya sambil memulai pekerjaannya.


"Bryant Cassano ?" Jawabnya lirih. "OMG benarkah ? Wow fantastis. Dia bachelor yang di gilai wanita di belahan dunia ini, kau tahu itu ?" Katanya dengan gaya hebohnya.


"Ehem." Felly berdehem sedikit dan menunjukkan arloji ditangannya. Pria gemulai itu hanya melengos saat melihatnya. Sharmila hanya tersenyum tipis.


"Apa aku boleh tahu nomer HP ? We chat atau semacamnya ?" Tanyanya lagi. Sharmila hanya menggelengkan kepalanya. Dia harus konsultasi dulu dengan Bryant karena ia tak mengenal siapapun di sini.


"Ck." Pria gemulai itu berdecak kesal. Ia membuka dompetnya dan meletakkan kartu namanya. "Panggil aku Stevi cantik." Katanya sambil tertawa kecil.


Seusai ber-make up Sharmila mengganti pakaiannya dan mereka menunggu di bawah. Sharmila turun menuju ruang tengah.


"Wow. Cantik !" Seru ketiga nya serempak. Sharmila hanya tertunduk sambil merapikan gaunnya.


"Kau mau pergi sayang ?" Terdengar suara Bryant Cassano yang sudah berjarak beberapa langkah dari Sharmila. Wanita itu terhenyak saat badannya direngkuh merapat ke badan Bryant.


Lelaki itu memindai wajah cantiknya dan sedetik kemudian ia sudah ******* bibirnya. "Eheemm. Mungkin lebih baik jika langsung ke kamar." Suara Stevi menjeda kegiatannya Bryant.


"Ide baik ! Ayo sayang." Bisiknya sambil tersenyum jahil. "Tidak ! Aku harus ke sana sekarang." Tangan lelaki itu dicekal Sharmila.


"Apa bisa lain kali saja ?" Bujuknya sambil mengelus kepala Sharmila dengan memasang wajah memelas.


" Berhentilah ! Kau seperti Arsy." Sharmila memelototi lelaki itu dan Bryant tertawa kecil. Dan lagi-lagi menciumi bibirnya Sharmila.


"Bryant please ?" Sharmila memprotes di sela-sela kegiatannya Bryant. " Baiklah aku melepaskannya. Nanti aku jemput. Telpon aku dan kirimi tempatnya." Titahnya sambil berlalu.

__ADS_1


Namun sekali lagi dia menarik tubuhnya dan mencium bibirnya sekali lagi. Ia terkekeh kecil meninggalkan tempat itu. Muka Sharmila semerah tomat karena malu kepada orang-orang sekitarnya.


"Maafkan kami." Ujar Sharmila lirih pada semuanya. "Kami mengerti. Hanya saja aku benar-benar tak percaya dia begitu mesum dan acuh pada sekitar kalian. Oh God. Amazing." Stevi berkata tanpa jeda.


"Biar kubantu merapikan makeup nya." Setelah sapuan halus mereka berangkat ke tujuannya. Felly menemaninya di acara jamuan teh dan kaum sosialita jet set memang berbeda.


Sharmila terkagum kagum pada hal baru yang ditemui nya. Ia mengenalkan namanya. Dan suaminya seorang pengusaha itu saja. Wanita itu bahkan tak menyebutkan nama Cassano.


Felly juga tidak memprotes keputusan sepihak nya. Wanita itu hanya berdiri disampingnya tanpa berkata apapun. Selama acara berlangsung Sharmila hanya pendengar saja dan tak memberikan ide atau berkomentar.


Sharmila mengirimkan pesan singkat kepada Bryant Cassano juga share lokasi pertemuan. Di hotel mewah tepatnya di pusat kota.


Bryant Cassano hanya tersenyum tipis karena tempat itu adalah hotel miliknya. Saat ia menginjak kakinya disana para stafnya menyambut dan terkejut dengan kedatangannya.


Sharmila berpamitan dengan para anggotanya dan ada yang menatapnya sinis ada yang tulus. Ada pula yang sekedar basa-basi. Wanita berjalan beriringan menuju ke lift dan. Triing. Nampak Bryant muncul berjalan kearahnya dan merentangkan kedua tangannya.


Cup. Cup. Lagi-lagi Dia mencuri ciuman di bibirnya Sharmila. Wanita hanya menundukkan kepalanya di dadanya.


"Kami permisi dahulu. Nyonya Cassano ?" Bryant mengulurkan tangannya dan disambut Sharmila, dengan muka semerah tomat dan malu.


"Nyonya Cassano ? Mereka sudah menikah ? Wanita itu istrinya Bryant Cassano ?" Riuh rendah karena pengakuan Bryant Cassano memicu timbulnya kasak kusuk dari para anggota perkumpulan tersebut.


Selain itu ada para pegawai hotel yang mendengarnya juga. Menjadi gosip yang beredar ke seluruh gedung. Mereka tidak ada yang tahu jika seorang Bryant Cassano sudah menikah. Padahal lelaki itu tidak pernah digosipkan berkencan atau dekat dengan wanita siapapun.


Lelaki itu seorang pekerja keras alias maniak kerja. Bermuka datar tak tak memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak beres dalam pekerjaannya.


Namun murah hati jika orang tersebut loyal terhadap perusahaan dan akan memberikan bonus atau semacamnya menurut prestasinya.

__ADS_1


Di lain tempat. Bryant Cassano mengajak Sharmila ke ruangan khususnya dan hanya berduaan saja.


__ADS_2