Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
39. Masa lalu (2)


__ADS_3

."Bryant kau hanya bercanda. Ayolah kita." Belum selesai ia berkata ." Kami sudah menikah resmi secara hukum dan agama. Pergilah ! Jangan sampai aku berbuat kasar padamu !" Kata Bryant Cassano dengan nada dingin menatap wajah Miranda.


"Aku tak akan mengalah ingat itu Bryant ! Kau kekasihku dan selamanya milikku ! " Tegas Miranda dengan geram. Wanita itu mundur perlahan saat ada dua pelayan mendekati dirinya.


" Aku tak ingin melihat mu kemari lagi ! Jangan pernah berpikir untuk kembali dan bersama." Tegasnya lagi menatap wajah Miranda ekspresi wajah yang datar tak ada senyuman itulah yang ditangkap Miranda.


"Lain kali jangan pernah membiarkan dia masuk ke mansion ! Ayo sayang." Bryant Cassano mengulurkan tangannya kepada Arsy. Miranda terperangah mendengar kalimat itu. Ia pun di giring oleh pelayan keluar dari mansion milik Bryant Cassano. Wanita itu secara diam-diam ia mengikuti Bryant Cassano makanya ia mengerti ini adalah tempat tinggalnya.


Bryant Cassano duduk berhadapan dengan Arsy. "Daddy minta jangan berkata apapun tentang hal ini. Anggap saja ini rahasia antara lelaki. Mom sedang marah dengan Daddy karena dia. Daddy hanya sayang kalian. Kau percaya pada Daddy ?" Tanya Bryant.


Arsy mengangguk sambil tersenyum lebar. " Anak pintar ! Daddy bangga dengan mu." Ucapnya sambil mengangkat gelas jus dan diikuti Arsy seolah-olah mereka bertos ria.


Mereka berbincang-bincang layaknya ayah dan anak makan sarapan pagi. Seusai itu Arsy di antar ke sekolah dengan sopirnya. Bryant Cassano memutuskan untuk berkerja di rumah.


Sharmila keluar dari kamar mandi badannya terasa pegal-pegal dan sensitif nya ngilu. Pertama kalinya Bryant sudah menyerang nya lebih dari satu kali. Ia menyapa bayinya yang berguling di box baby.


"Cantik Mom memang hebat. Tidak rewel dan nurut. " Ucapnya sambil membuka pampers dan melepaskan pakaiannya untuk dimandikan oleh Sharmila. Tak lama ia sudah selesai mengerjakan tugas nya Bryant Cassano masuk kedalam kamar tidur mereka.


"Kau tak kerja ?" Tanya Sharmila tanpa menoleh, wanita itu sengaja mengenakan pakaian dress mini dengan lengan tali spaghetti dan memperlihatkan belahan dadanya yang membengkak karena ASI-nya penuh. Ia sengaja berpakaian itu karena malas untuk keluar dari kamar.

__ADS_1


Sharmila membaringkan tubuhnya dan baby girl nya dan memberikan ASI-nya. Bryant meneguk air liur nya karena paha nya yang terekspose, mini dress itu tersingkap ke atas, belum lagi melihat dadanya terekspose.


Ia pun tiduran di sampingnya dan meraba tubuh Sharmila." Boleh minta lagi kan ?" Bisik nya penuh hasrat. Sharmila terdiam tak merespon namun Bryant sudah bergerak melepaskan pengaman di bawah dan sudah menciumi nya.


Ia aktif di bawah sana dan merayap ke atas menatap sang bayi yang berguling di samping ibunya. Lelaki itu langsung melakukan penyatuan dan bergerak pelan dengan menghisap choco chips di depannya.


Sharmila mengeram ia juga menggigit pundaknya Bryant Cassano. Hingga akhirnya mereka melepaskan bersamaan. "Bryant merapikan pakaian setelah membersihkan diri dengan tisu. Ia hampir lupa meeting mereka.


Lelaki itu meninggalkan Sharmila setelah membantu membersihkan dirinya. "Akan ku panggilkan pelayan untuk mu. Terimakasih." Ucapnya sambil mencium bibirnya dengan lembut. Ia pun segera berlalu. Lelaki itu meminta pelayan membawakan makanan dan desert.


Di apartemen nya Miranda kesal. Karena diusir pagi tadi. Aku harus menemuinya lagi dan memastikan semua berjalan sesuai rencana dia. Foto-foto lama ini pasti berguna untuk ku. " Lihat saja pasti kau akan kembali." Gumamnya sambil mencari foto mana yang akan dikirimkan ke Istrinya Bryant Cassano.


Untuk berjaga-jaga perlawanannya karena dia pernah diperas oleh seseorang dengan metode itu. Ia bahkan merekam adegan bercinta nya juga. Awalnya dia tidak nyaman namun sekarang ia sudah terbiasa. "Keadaan yang memaksa ku Bryant. Jangan membenciku."


Wanita itu asyik berkutat dengan laptopnya nya juga. Menyeleksinya itulah yang saat ini ia kerjakan juga merancang sebuah perangkap untuk lelaki itu.


Bryant Cassano baru selesai melakukan meeting zoom siang itu di ruang kerjanya, kemudian ia mengerjakan pekerjaan kantornya. Lelaki itu asyik dengan MacBook dan laptop nya ia istirahat jika sudah waktunya beribadah, karena smartphone nya sudah ia set alarm jam waktu shalat fardhu.


Sharmila menengadah kedua tangannya di udara. Bulir-bulir kristal putih turun dari langit senja itu. "Indahnya." Serunya pelan. Salju turun waktu itu membuat wanita itu takjub. Pasalnya dia hanya melihat saja dari televisi dan film.

__ADS_1


"Kamu sakit nanti jika tak mengenakan pakaian tebal sayang, ini dingin." Bryant Cassano menutupi tubuhnya dengan jaket panjang yang terbuat dari bahan wol.


"Sebentar lagi sepanjang mata memandang hanya ada warna putih dan itu sangat kubenci ! Selain dingin juga warna yang dominan hanya putih merah hijau." Bisiknya serak.


"Ayo kita masuk. Kita olahraga ranjang saja supaya hangat." Bisiknya sambil mengangkat tubuhnya dan diiringi teriakan Sharmila yang terkejut dengan tingkah lakunya. Wanita itu merangkul leher Bryant Cassano. Dan lelaki itu mencuri ciuman di bibir istrinya.


"Kau mesum. Bukannya sudah berkali kali kita lakukan dari malam hingga pagi ini." Protes nya sambil mendorong tubuhnya Bryant Cassano dan menghindari ciumannya. " Hanya pada pasangannya yang halal tak masalah dong." Kilahnya membela diri.


"Masih sakit tahu. Rasanya sakit." Protesnya manja. "Aku tahu sayang. Sangat sempit dan dan aku suka, kau harus rajin dan rutin melakukan perawatan terhadap itu sayang." Sahut Bryant Cassano sambil terus melucuti pakaiannya dan milik Sharmila.


" Daddy hentikan !" Teriak Sharmila tubuhnya merespon segala sentuhannya. Lelaki itu masih saja bergerak cepat dan mereka pun memadu kasih dan hingga batas waktunya. Alarmnya berbunyi mengingatkan mereka saat nya melakukan kewajibannya.


Bersama mereka membersihkan diri dari jejak-jejaknya percintaan mereka. Berkumpul bersama menjalankan kewajibannya sebagai umat beragama.


Mereka makan malam bersama dan berbincang hal ringan. Mendengar cerita sang putra yang berceloteh tentang kegiatan sekolah Bryant sesekali menatap mesra pada Sharmila.


Arsy memperhatikan interaksi antara kedua orangtuanya yang bertukar pandang, ia juga melihat Daddy mengerucutkan bibirnya seolah-olah ia sedang mencium seseorang.


Dan muka Mom nya yang semburat memerah di pipinya . Menunduk kepalanya dan tersenyum malu-malu.

__ADS_1


" Apakah ini namanya mereka sedang kasmaran ? Apakah ini wujudnya hubungan orang dewasa ? Sungguh terlihat lucu." Pikir Arsy memiringkan kepalanya memperhatikan tentang hal itu. Bocah itu selalu tanggap terhadap perubahan lingkungan sekitar nya.


__ADS_2