Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
31. Nyonya Janssen (2)


__ADS_3

Sharmila dibantu oleh pelayan turun meniti anak tangga gaunnya panjang seperti gaun pengantin.


Wanita itu hanya tersenyum menatap Arnoldus Janssen yang mengulurkan tangannya untuk di sambut nya.


Sharmila menyambut nya mereka berpegangan tangan dan berjalan menuju ke lantai satu untuk memberikan salam pada tamunya.


"Tuan.." Bisikan di telinga nya menyadarkan Bryant Cassano, ia mengangkat wajah dan matanya mengikuti arah pandang asistennya.


"Sharmila." Gumamnya. Wanita itu sudah 6 bulan menghilang dan sekarang muncul di sisinya Arnoldus Janssen sebagai istrinya dan dalam keadaan hamil ?


"Selamat atas kehamilannya Nyonya Janssen ?" Suara nyaring Bryant Cassano membuat keduanya serempak membalikkan badannya. Sharmila terkejut melihat Bryant Cassano dan mencengkeram erat lengan suami palsunya.


"Apa yang akan terjadi ?" Bisiknya gemetar. "Tenanglah. Percayalah padaku." Bisiknya sambil membimbing tubuh Sharmila mendekati Bryant Cassano.


"Tuan Cassano. Apa kabar ?" Sapanya menatapnya lekat. Sharmila tersenyum tipis. "Calon anak aku. Dan istriku yang kucintai." Ucap Arnoldus Janssen dengan mengusap tangan Sharmila, untuk menenangkan pikiran wanita itu.


"Aku juga mempunyai istri yang cantik dan Sholehah. Entah kenapa dia menghilang dari pandangan mata ku. Anda beruntung sudah memiliki istri cantik dan juga kekasih lainnya." Sakarse Bryant Cassano.


"Istri ku mengetahuinya dan ia tidak keberatan dengan itu." Jawabnya renyah dengan tertawa kecil. " Seperti kata Anda, ia istri sholehah dan menurut apa kata suami." Ujar Arnoldus Janssen bangga.


Bryant Cassano mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. Menahan emosi saat menatap wajah cantiknya Sharmila dari kejauhan yang mengacuhkan nya.


Sharmila masuk ke kamarnya dan melepaskan pakaiannya begitu saja dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia mengenakan pakaian dress berlengan pendek karena gerah. Ia melihat pakaian yang berserak di lantai sudah di rapikan oleh pelayan.


Ia dapat melihat di nakas ada air jahe merah dan kue. Wanita itu hanya meminumnya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.


Ia lelah dan ia teringat ekspresi wajah sang suami yang marah karena ulahnya. "Maafkan aku, kau yang memaksaku harus bertindak seperti ini." Gumamnya lirih sambil mengelus perutnya yang membesar.

__ADS_1


Keesokannya. Di perusahaan AJ milik Arnoldus Janssen. Sharmila datang ke sana karena diminta Bos nya untuk mengantarkan dokumen yang diperlukan.


Wanita itu sudah ikut andil dalam pekerjaan di perusahaan cabangnya. Sebagai staff divisi pemasaran. Sharmila meminta jabatan yang biasa dan ingin belajar dari bawah.


Saat tiba menginjakkan kakinya di perusahaan tersebut ia menjadi pusat perhatian sepasang mata. Yang kebetulan berada di dalam mobilnya yang terparkir di depan gedung itu.


"Ini dokumen yang diminta, kalau begitu aku ijin langsung kembali." Sharmila memohon diri saat bertemu dengan asisten Bossnya. Wanita itu hendak mencari taksi untuk mengantarkan dia kembali ke perusahaan tempatnya bekerja.


"Kau ?" Sharmila tercekat saat tangannya di cekal dan di bimbing oleh Bryant Cassano masuk ke dalam mobilnya. Tak lama mobilnya membelah jalanan menuju ke arah tempat tinggalnya.


"Kau tak bisa bertindak sesuka hatimu ! Kau harus tahu aku harus kembali". Teriaknya lantang. "Kemana ? Lelaki itu ? Ingat kau istriku ! Kita sah sebagai suami istri ingat itu !" Bentak nya.


"Kau adalah Nyonya Cassano bukan Nyonya Janssen !" Sembur Bryant emosi. Siapa yang hendak kau tipu ? Selamanya namamu Nyonya Cassano ! Bukan Nyonya Janssen !" Teriaknya lantang.


Sharmila tertegun mendengar perkataan nya. Selama ini Bryant Cassano tak pernah bertindak kasar. Ini pertama kalinya dia di bentak dan ia pun memalingkan wajahnya. Menatap jalanan lewat jendela.


"Kau istriku ! Kau sudah tahu apa kesalahan mu ? Kau harus diberikan hukuman. Beraninya kau tidak patuh ! Dan membuat keonaran !" Bryant Cassano menrancau sepanjang jalan masuk menuju ke kamar.


Lelaki itu langsung menghempas kan pelan, namun membuat oleng sedikit tubuh mungil itu. Bryant Cassano membuka pakaiannya dan membuangnya sembarangan di lantai.


" Layani aku ! Kau tahu kewajibannya bukan ?" Lanjutnya lagi dengan nada dingin. Tak ada pergerakannya. Sharmila hanya berdiri dan diam saja mematung. Lelaki itu sudah menatap penuh hasrat dan emosional.


Bryant Cassano sangat mencintai nya, lelaki itu sudah merindukan istrinya itu dan sekarang wanita cantik itu masih saja mengacuhkannya.


Tak ingin menatapnya, membuat Bryant Cassano bertambah marah karena ulahnya itu. Lelaki itu masih menunggu istrinya untuk datang dan menghampirinya.


Dadanya turun naik menahan emosi dan hasratnya. Bryant berdiri hanya mengenakan celananya saja, tanpa alas kaki dan pakaian atasnya.

__ADS_1


Memperlihatkan dadanya yang bidang, dengan perut sixpack nya. Wanita itu sempat melihatnya namun ia buru-buru memalingkan wajahnya dari tatapan matanya.


"Lakukan apa yang kamu inginkan." Ujarnya sambil memalingkan wajahnya. Sepatah kata yang membuatnya kesal, dan membuatnya meradang. Egonya tersinggung dengan kata-katanya.


Bryant Cassano kesal dengan sekali sentakan ia mendorong tubuhnya Sharmila ke ranjangnya. Wanita itu pasrah saja di setubuhi, walaupun dia melakukan itu dengan lembut.


Namun bagi wanita itu seperti pemaksaan kehendak dan hasratnya. Egonya tersinggung dengan apa yang sudah ia lakukan.


Wanita itu langsung memalingkan tubuhnya dengan memunggungi Bryant Cassano, seusai melakukan hubungan intim. Wanita itu menangis dan menahannya lagi agar tak bersuara


Bryant Cassano mengetahui apa yang terjadi. Dia memeluknya dan mendekapnya erat-erat. " Maaf, aku marah dan cemburu. Aku sangat mencintaimu. Aku gila saat kamu pergi dariku sayang. Jangan pernah berubah dan pergi dariku. Mengerti ?" Ucapnya di dekat telinga Sharmila.


Wanita itu hanya mengangguk dan masih menangis. Bahunya terguncang karena menahan emosi dan perasaan nya. Bryant Cassano menciumi puncak kepala, pipi dan lehernya.


Berusaha menenangkan hatinya yang terluka, ia sudah menebaknya. Wanita itu sudah meracuni pikirannya. Dan berimbas pada hubungan antara mereka.


Lelaki itu hanya menatap punggungnya dan mendekapnya erat-erat tubuhnya. Hanya itu saja yang bisa dilakukannya. " Maafkan aku." Bisiknya berulangkali.


Keesokan harinya. Sharmila tertegun melihat pelayan yang menunggunya. Dia sudah tak diijinkan untuk keluar dari rumah dan hanya berdiam diri di rumah.


Felly menjeda kalimatnya sambil tersenyum menatap wajah cantiknya Sharmila. Wanita itu menjelaskan kronologi kenapa dia diminta untuk kembali sendirian.


Sorenya mereka akan kembali ke rumah utama. Putranya, Arsy yang sudah lama menunggu dia kembali. "Masa bodoh dengan semuanya." Gumamnya lirih dengan mengusap perutnya.


"Sesuai jadwal, pesawat pribadi akan mengantar kita kembali. Dan nyonya, saya harap dapat menjaga kesehatan, karena Nyonya tidak sendirian."


"Banyak makan buah dan makanan berserat tinggi. Nanti ada ahli gizi yang mengatur pola makan Anda, demi Nyonya dan bayi." Kata Felly.

__ADS_1


"Kita akan melakukan berbagai macam kegiatan, dan saya yakin Nyonya akan akan menyukai nya." Sharmila hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Felly. Air matanya menetes tanpa disadarinya.


__ADS_2