
Pesawat pribadi milik keluarganya Cassano mendarat di kota tujuan. Sharmila dalam dekapannya Bryant Cassano dan diiringi dengan bodyguard dan pelayan.
Sharmila tertidur pulas di pesawat pribadi. Karena wanita itu sudah dikungkung dan melayani Bryant Cassano di kamar pesawat. Wanita itu kelelahan dan tertidur pulas.
Tubuhnya yang kecil dibungkus oleh selimut hingga ke kepala, menutupi rambut panjangnya yang hitam itu.
Sementara Arsy di bawa oleh pengasuhnya. Mereka naik mobil yang berbeda namun tujuan di mansion mewah milik orang tua Bryan Cassano.
Sharmila melenguh pelan saat tubuhnya di letakkan di atas ranjang. Dan Bryant menghadiahi ciumannya.
"Kalian jaga dia. Aku harus pergi ke kantor." Titahnya pada pelayannya. Ia pun melangkahkan kakinya tergesa.
Di perusahaan. Bryant disambut baik oleh karyawan dan asistennya. Mereka membahas pekerjaan bersama. Hingga beberapa waktu berlalu tak terasa.
"Ku rasa cukup itu ! Dan segera konfirmasi dan lakukan sesuai dengan rencana !" Bryant mengakhiri kalimatnya dan semuanya kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Bersamaan dengan masuknya seorang wanita berparas cantik dan seksi. Mereka semua mengenali dia, sang kekasih atasannya. Namun mereka tidak mengetahui jika keduanya sudah berpisah.
" Sayang. Apa kabar ? Aku hanya ingin mengajak mu makan siang bersama.' Ucapan manja. Bryant Cassano hanya menatap wajah cantiknya dan terdiam.
Wanita itu langsung duduk di pangkuannya. "Aku merindukanmu sayang." Bisiknya lalu dia menciumnya dengan lembut. Bryant Cassano mengikuti saja.
Wanita itu langsung merapat ke tubuh Bryant dan terus mencumbui Bryant. Lelaki itu menggunakan jarinya untuk membuat dia puas.
" Aku ingin mengandung anak mu. Dan kita lakukan bertiga. Kau, aku dan kekasih ku." Ucapnya sambil membenarkan pakaiannya.
"Sayangnya aku sudah menikah. Jadi tawaran untuk itu sudah aku batalkan semenjak kamu pergi. Maaf." Jawabnya sambil tersenyum tipis.
"Kau menikah ? Dengan siapa ? Tapi tak ada kabarnya." Serunya terkejut Bryant Cassano hanya menunjukkan cincinnya padanya.
__ADS_1
"Baiklah. Kau sudah selesai cepat tinggalkan aku. Aku harus bekerja." Ucapnya sambil mengambil berkasnya dan mulai membacanya.
Mengacuhkan tamunya dan wanita itu berdecak kesal meninggalkan tempat itu. Bryant Cassano hanya meliriknya sekilas dan konsentrasi penuh pada pekerjaannya.
"Daddy." Bryant Cassano menangkapnya saat Arsy melompat ke pelukannya. Lelaki itu sigab dan mengangguk tubuhnya dalam pelukannya.
"Momy ada di kamar. Katanya sedang perawatan tak boleh di ganggu." Protesnya. Bryant Cassano hanya tersenyum tipis.
"Momy memang memerlukan itu sayang. Jadi kau hanya harus belajar, bermain dan banyak membaca, dapat mengerti apa yang diberikan guru.
Arsy mengangguk mengerti. "Kau sudah makan ?" Lagi-lagi dia mengangguk. "Mulai sekarang tidur sendiri dan pengasuh yang menemani mu. Momy dan daddymu akan menjenguk kamu jika patuh".
"Anak pintar. Istirahatlah Daddy juga mau istirahat. Karena capek bekerja." Ucapnya sambil tersenyum dan menciumi wajah putranya. Arsy di temani pengasuhnya masuk ke kamarnya yang ada di lantai satu.
Bryant masuk ke peraduannya saat Sharmila sudah terlelap dalam tidurnya. Dia langsung menghujami ciuman lembut dan terus memeluknya erat-erat.
Mhmm.. Sharmila menggeliat tidurnya terganggu matanya menatap ke arah Bryant. Setengah sadar ia menerima sentuhan lembut lelaki itu. Lelaki itu dengan lincahnya melepaskan pakaiannya.
Dan setiap jengkalnya dia tinggalkan kiss mark di seluruh tubuhnya. Bryant langsung melakukan penyatuan tanpa pemanasan. Karena dia sudah tidak dapat menahannya lagi.
Sharmila membulat sempurna karena serangan itu. Tangannya mencengkram bahu Bryant, Lelaki itu hanya tersenyum dan langsung bergerak cepat.
Hingga pelepasan keduanya serempak. Dia mendekapnya erat-erat." Tidurlah sayang. Aku hanya meminta sekali untuk malam ini." Bisiknya serak. "Kau tak menariknya." Sharmila berkata lirih sambil mengelus dadanya Bryant. Karena merasakan miliknya yang terisi.
"Aku ingin seperti ini. Hanya iseng saja." Balasnya sambil mengelus punggung mulusnya. "Rasanya sungguh tidak nyaman." Cicitnya. "Biasakan mulai sekarang." Bryant mulai menutup matanya yang sebelumnya menutupi seluruh tubuh mereka dengan sehelai kain.
Sharmila memicingkan matanya menatap bayang-bayang itu dan nafas yang memburu di telinganya. Ia merasakan di bawahnya terasa penuh dan mendesaknya. Bryant sudah bergerak di atasnya.
"Pagi sayang." Lelaki itu menyapa dan menghujami ciuman lembut di mulutnya. wanita itu tak menjawab hanya lenguhan dan desahannya semakin tinggi. Pagi ini Bryant melakukannya hingga dua kali.
__ADS_1
"Nanti akan ada dokter memeriksa kesehatan mu. Terutama untuk dibawah sana.". Bisiknya. Akan ada asisten mu yang mengurusi kegiatan mu sehari-hari."
"Kau cukup menurut dan patuh saja sayang." Bryant mendekapnya seusai mereka mandi bersama. Lelaki itu menghargai istrinya yang beragama muslim. Walaupun dia belum sepenuhnya belajar tentang hal itu.
Namun ia mengerti dasar agama itu. " Akan ada guru agama yang datang, dan kau cukup belajar padanya. Aku juga akan belajar menjadi imam shalat mu nantinya." Sharmila tersenyum dan menghujaninya ciuman.
"Terimakasih." Balasnya yang dibalas Bryant dengan pelukan mesranya. "Jika kau bosan di rumah kau dapat berjalan-jalan dengan asisten mu sayang. Lakukan apa yang kamu mau." Sharmila mengangguk mengerti.
"Kita sarapan pagi ?" Ajak Sharmila dengan mengelusi pipinya Bryant. Lelaki itu hanya tersenyum. Keduanya turun menuju meja makan. Di sana Arsy sudah duduk dan memakan sarapannya.
"Pagi." Sapa Bryant sambil mengelus puncak kepalanya. "Pagi daddy." Jawabnya semangat. "Ingat belajar yang tekun." Bryant mengingatkan putra sambung nya. Dan bocah itu mengangguk.
Dia beruntung anak sambung nya pintar dan dewasa. Akan sangat mudah dia akan adaptasinya. "Aku pergi sayang." Bryan mencium bibir istrinya sekilas dan di balas dengan Sharmila takzim.
Lelaki itu hanya tersenyum anak dan istrinya takzim padanya. Lelaki itu merasakan kenikmatan sempurna dia sudah menjalankan amanah ibunya.
Mencari tahu keadaan ayah dan adiknya dan terakhir menikahi. wanita baik-baik. Dan berkeluarga dengan pada umumnya. Tidak terlalu larut dalam dunia malam atau pergaulan bebas.
Sepanjang perjalanan menuju ke kantor ia tersenyum sendiri. Sopirnya merasakan perbedaannya, majikannya dulu selalu bermuka datar dan irit bicara.
Namun sekarang mudah tersenyum, menyapa para pelayannya dan lebih peduli dengan lingkungannya. Lelaki itu lebih ramah dan bijaksana.
Rumah besarnya kembali hangat sama seperti saat tuannya masih kecil dan masuk kedalam kediamannya Tuannya yang pertama.
Edward Cassano. Perbedaannya adalah Bryant Cassano lebih lembut di bandingkan ayah sambung dia Edward Cassano.
Lelaki itu selalu datar, walaupun dia bersikap hangat pada istrinya yang kedua dan putra sambung nya.
Namun lelaki itu juga sesekali pergi ke hiburan malam. Karena itu sang istri sakit dan tak mengatakan apapun hingga akhirnya meninggal dunia. Dan menjadi penyesalan bagi tuannya.
__ADS_1