Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
38. Masa lalu ( 1)


__ADS_3

Selama liburan Arsy hanya dilewati dengan kegiatan bersama di mansion. Karena Bryant Cassano ingin lebih mengenal sang anak, melakukan aktifitas bersama menciptakan ikatan batin.


Di samping itu Sharmila masih menyusui bayi perempuannya. Dan sepatutnya dia mendampinginya karena saat melahirkannya dia tak berada di sisinya. Fakta dia belum sepenuhnya dapat melindungi dari orang yang menyakiti perasaan nya.


Aktivitasnya sudah kembali lagi seperti semula, Sharmila berkutat pada bunga-bunga di dampingi oleh karyawan nya tiga orang. Dua di toko dan satu bagian delevery. Sesekali ia melirik baby girl nya yang di stroller baby.


Ia sengaja membawa putrinya bekerja. Agar ia dapat memantaunya dan selalu dekat dengan nya. Ia juga membawa pengasuh untuk menjaganya jika dia bekerja.


"Nyonya. Bunga pesanan butik Asf sudah siap dikirim. Namun Dicky sedang terjebak macet, katanya di 15km ada kecelakaan beruntun." Raya melaporkan SMS yang didapat dari Dicky.


"Ayo kita kirim sendiri, semuanya ada berapa buket ?" Tanya Sharmila.


"Ada lima nyonya. Dan juga ada pesanan yang arahnya berlawanan."


"Yang berlawanan kasih ke Dicky nanti ia yang mengantarkan saja, ini kita bawa." Sharmila membawa buket bunga tersebut ke mobil pribadinya. Dia meninggalkan putrinya kepada pengasuh, dan ia melajukan mobilnya menuju butik tersebut yang ternyata menjadi bagian di Mall terbesar di kota itu.


Mereka berjalan beriringan menuju ke butiknya. Dan menyerahkan nya pada karyawan di sana juga sudah menerima pembayaran nya. Saat hendak keluar dari ruangan itu ia melihat Bryant Cassano duduk di ruang berkaca dan seorang wanita cantik dan seksi duduk di sebelahnya .


Mata mereka beradu, dan wanita cantik itu belum menyadarinya. "Bryant kasih aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku masih mencintaimu dan kuharap kau mengerti aku memilih berkarir semua demi dirimu. "


" Aku ingin dipandang layak menjadi pendamping mu." Wanita itu tak lain Miranda kekasih hati Bryant sebelum ia menikahi Sharmila.


Sharmila tertegun melihat keagresifan wanita itu yang berusaha mencari perhatian Bryant. Lelaki itu hanya terdiam terpaku dan membiarkan wanita cantik bergelanyut di lengannya.


Sharmila memalingkan wajahnya hatinya berdenyut nyeri. " Mengapa ?" Batinnya bermonolog dalam hatinya. Setelah semua kebersamaan yang dilewati bersama. Apa hanya kebohongan ?

__ADS_1


Sharmila berjalan cepat Raya berlarian mengejar sang majikannya. Cukup sudah, berapa banyak wanita miliknya ? Oh..Aku bisa gila, runtuknya sambil meghapus air matanya menetes di pipinya.


Sharmila memutuskan pulang awal dan menutup tokonya juga, para karyawannya bingung melihat ekspresi majikan mereka yang sendu dan sembab wajahnya.


Di mansion. Sharmila baru saja meletakkan baby girl di bed boks nya bersamaan Bryant muncul di pintu kamar. "Sayang." Sharmila menghindari pelukannya. "Bersihkan dirimu ! Aku tunggu di meja makan." Ujarnya sambil berlalu, kalimat nya datar dan tak ada ekspresi wajah ceria ataupun sekedar senyuman.


Bryant Cassano hanya mendesah melihat ekspresi istrinya yang berubah. Mereka makan dalam diam Arsy menangkap ada yang telah terjadi si antara mereka hanya ikut diam.


"Nikmati desert nya. Mom naik ya, sayang." Pamit Sharmila pada putranya dengan mengusap kepala puncaknya. Di kamarnya Sharmila mengambil selimut dan tidur di sofa panjangnya.


" Apa yang kamu lakukan ?" Bryant menatapnya tajam. " Tidurlah ! Emang apa lagi ?" Jawabnya ketus. " Pindah kemari ! " Titahnya.


" Pergilah dan tinggalkan aku sendiri." Jawabnya ketus.


" Apa yang kamu lakukan ? Kita suami istri harus tinggal seatap dan tidur pun seranjang." Omel Bryant Cassano.


"Sayang. Ayolah jangan seperti ini. Aku bersumpah tidak ada hubungan apapun. Itu hanya masa lalu. Dia bagian masa lalu aku."


"Dirimu adalah bagian utama di keluarga kita. Jadi jangan menyimpan saja di hati. Marahlah, maki aku sayang." Teriak Bryant, namun ia baru sadar hampir membangun kan putrinya. Sharmila tak bergerak dari tempat tidur nya.


"Dia hanya masa lalu, dan kau adalah prioritas, masa depan ku. Janganlah menganiaya diri sendiri sayang" Bujuk Bryan Cassano.


Sharmila membelakanginya dan tak memperdulikan suaminya.


"Sayang.Tolong jangan seperti ini kau membuat aku tak berdaya." Ujar Bryant Cassano. Sharmila diam. " Kau sudah melakukan itu dengan dua wanita berbeda. Sudahlah aku terima hanyalah di anggab sebagai pencetak anak ? "

__ADS_1


Bryant Cassano terbelalak mendengar perkataan Istrinya. "Aku lelah. Tinggalkan aku sendiri." Ucapan yang membuat Bryan frustasi.


"Sayang bagaimana nasib anak-anak ?" Bryant mencoba membujuk nya. " Aku bisa mengurusi mereka. Jika kau kangen kau bisa melihatnya. Aku akan mencari tahu tentang rumah untuk kami." Lanjutnya.


Bryant Cassano bertambah gemas lalu mengangkat tubuhnya dan menaruhnya di ranjangnya. "Aku tak ijinkan kau pergi dengan anak-anak. Aku yang pergi tak perlu membantah !" Tegasnya dengan mengukunginya. Ia pun mengendus aroma tubuhnya dan ia pun mulai melepaskan hasratnya. Sharmila hanya diam tak membalasnya. Ia terdiam seperti patung. Usai pelepasannya Bryant memeluk tubuh mungil itu.


"Aku mencintaimu dan hanya kamu. Dia hanya masa lalu dan aku tak berniat untuk kembali." Ucap Bryant menegaskan situasinya. Sharmila hanya terdiam dan mengacuhkannya.


Mereka terdiam dalam pikirannya masing-masing, hingga menjelang subuh Sharmila baru tertidur pulas.


Bryant Cassano menatap wajah cantiknya Miranda. "Bagaimana kamu tahu mansion di sini ? Siapa yang menyuruh mu kesini ?" Hardik Bryant Cassano. "Aku merindukanmu sayang. Kita banyak melewati bersama dulu dan aku ingin melakukan sesuatu bersama dengan mu." Miranda mengatakan keinginan nya tanpa memperdulikan pertanyaan Bryant.


Arsy muncul hendak berangkat ke sekolah. "Siapa Tante ? Apa hubungannya dengan Daddy." Arsy menyapa dan ingin tahu,


"Aku kekasih Bryant dan kau siapa ? Daddy ?" Tanya Miranda mensejajarkan tinggi nya dengan Arsy.


"Aku putranya dan kamu siapa ? Datang ke rumah tak sopan. Jika mom mengetahui ini dia akankah marah." Arsy menatapnya lekat.


"Mom, Daddy, anak ?" Miranda menatapnya tajam. "Aku sudah menikah dan memiliki dua anak. Kenapa ? Kau bukan bagian dari hidupku. Aku hanya mencintai mereka. Ku mohon pergilah !" Usirnya dengan tegas.


"Bryant kau hanya bercanda. Ayolah kita." Belum selesai ia berkata ." Kami sudah menikah resmi secara hukum dan agama. Pergilah ! Jangan sampai aku berbuat kasar padamu !" Kata Bryant Cassano dengan nada dingin menatap wajah Miranda.


"Aku tak akan mengalah ingat itu Bryant ! Kau kekasihku dan selamanya milikku ! " Tegas Miranda dengan geram. Wanita itu mundur perlahan saat ada dua pelayan mendekati dirinya.


" Aku tak ingin melihat mu kemari lagi ! Jangan pernah berpikir untuk kembali dan bersama." Tegasnya lagi menatap wajah Miranda ekspresi wajah yang datar tak ada senyuman itulah yang ditangkap Miranda.

__ADS_1


Maaf jika ada typo yang salah 🙏


__ADS_2