Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
42. Tragedi


__ADS_3

" Nyonya. Tolonglah jangan bersedih lagi." Hiburnya mencoba untuk mengalihkan perhatian wanita cantik itu. Sharmila hanya menatapnya sepintas lalu menatap kembali ke smartphone nya lagi berusaha untuk menahan emosi nya.


Di tempat lain. Miranda geram karena aksinya dapat di gagalkan, ia mengumpat kesal. "Kau harus merasakan nyerinya luka aku Bryant ! Tunggu dan lihat saja. Apa yang akan terjadi." Wanita itu menyeringai liciknya sambil meminum wine nya.


Di mansion. Sharmila masih tiduran di ranjang besar nya. Ia tak diijinkan untuk melakukan aktivitas lainnya selain bed rest. Semuanya dilayani oleh pelayan.


Wanita itu baru saja selesai memberikan ASI-nya pada sang anak. Bocah itu belajar merangkak dan hanya mengawasi pergerakan balitanya Sharmila membaca berita terbaru lewat MacBook yang ditinggalkan oleh Bryant Cassano. Acap kali bocah itu hendak menjauhi nya maka tangannya sigab menarik kakinya mendekat.


Batita itu tertawa nyaring mengira bahwa sedang bermain bersama ibunya. Padahal ia hanya menjauhkan dari tempat itu agar tidak terjatuh ke lantai. Pelayan wanita itu hanya tersenyum melihat interaksi antara mereka berdua.


"Mom." Arsy berlarian menuju ke ranjang Sharmila yang merentangkan kedua tangannya memeluk tubuh mungil putra nya. " Mom. Ada kegiatan ibu dan anak di akhir pekan ini. Kita harus membuat ketrampilan dan di minati banyak orang." Katanya penuh semangat.


"Menurut mu apa yang diminati oleh banyak orang ?" Ganti sang ibu bertanya menatap wajah sang anak.


" Mhm.. Aku juga bingung Mom." Anak itu hanya cemberut menatapnya lekat sang ibu.


"Sudah makan siang ? Kau ganti baju dulu. Nanti Mom pikirkan kira-kira apa yang mau kita buat." Ucap Sharmila dengan mengusap kepala Arsy.


"Makan bareng sama Mom, ya ?" Arsy menatap wajah sang ibu. Sharmila hanya mengedipkan mata tanpa bicara ia menatap sang pelayan.


" Pergilah. Nanti kemari lagi. Ok ?" Bujuknya dengan mengusap tangannya. Arsy mengangguk.


Maka berlari-lari kecil dia menuju ke kamarnya. Sedangkan pelayan menyiapkan makan siang mereka berdua di kamar Sharmila di nakas dekat sofa panjang dekat box bayi. Mata Arsy berbinar seketika ibunya sudah duduk di sofa menanti dirinya. Sharmila masih ngilu dan tubuhnya penuh memar akibat kebrutalan suaminya.

__ADS_1


Namun wanita cantik itu hanya tersenyum melihat tingkah laku putranya. Ia tak menunjukkan kekecewaan dia dan rasa lukanya. Sang suami juga tak menelepon nya hingga detik ini. Hanya Vidio itu yang ditinggalkannya di smartphone nya.


Mereka makan siang bersama dan berinteraksi secara umumnya seperti ibu dan anak. Arsy pamit untuk istirahat dan Sharmila memberikan putrinya pada baby sister nya. Ia kemudian beristirahat sejenak di ranjangnya hingga tertidur.


Bryant Cassano masih gusar diantara kegiatan bekerja, ia memerintahkan sekuriti rumah untuk memperketat penjagaan lagi. Karena dia tak ingin Miranda atau siapapun mendekati area pribadi bersama keluarganya.


Hari yang dimaksud Arsy tiba. Sharmila memilih kegiatan memasak untuk mereka. Karena ia hanya menguasai' masakan dan menyulam. Akhirnya ia memutuskan membuat jajanan khas Indonesia. Putu Ayu.


Arsy bersemangat dan sangat menyukainya. Mereka bekerja sama membuatnya. Hingga akhirnya hasil kerjanya dipajang dan di nikmati oleh orang tua yang hadir dan memberikan stiker suka sebagai vote sang juara. Dan Arsy mendapatkan itu.


Masakan mereka disukai walau sederhana namun di sukai oleh para murid dan orangtuanya. Walau hanya juara favorit saja. Merasa bangga anak itu tersenyum lebar saat menerima piala penghargaan dari sekolah.


Mereka berjalan beriringan menuju parkiran mobil yang membawa mereka kembali ke mansion. "Mom aku ingin makan ayam favorit aku. Kita berhenti, ya ? Bolehkan ? " Pintanya Sharmila hanya mengangguk mengerti.


"Ah..." Teriak Sharmila memeluk tubuh Arsy dan Arsy berteriak ketakutan. " Momy..." Bocah itu menempel di tubuh ibunya ketakutan. Lelaki itu menyeret tubuh Sharmila dan membawanya keluar dari sana.


Mereka memisahkan ibu dan anak juga membuat supir pribadinya sekarat tergeletak disana. Sharmila dimasukkan ke dalam mobil minibus kemudian berlalu dari sana.


Di sebuah gudang terbengkalai semuanya menanti disana. Sekelompok laki-laki dan seperangkat alat rekam Vidio dan kamera beserta lampunya.


Mengarahkan ke sebuah ranjang besar. " Jangan katakan aku akan diperkosa beramai-ramai oleh mereka. Dan mereka akan merekamnya. Oh, tidak apa salahku ?" Batin Sharmila ketakutan. Wajahnya seputih kapas terkulai lemas.


"Ayo kakak kita bermain-main." Si rambut pirang itu menyeringai lebar diikuti oleh semua orang disana. " Tunggu giliran saja. Kalian liat saja dulu." Ucap si lelaki berotot besar menyeretnya ke ranjang.

__ADS_1


Sharmila berontak dan berteriak minta tolong. " Tolong.. Siapa pun. Tolong aku !" Jeritnya sambil melakukan perlawanan terhadap pria itu.


Sraakk. Kain hijap dia tarik dan menyusul bajunya. Sharmila melawan terus. Plaak. Plaak. Tamparan demi tamparan ia terima mulutnya robek mengeluarkan darah.


Wanita itu masih melakukan perlawanannya. Ia menggigit lengannya kuat-kuat, namun lelaki berbadan besar itu menahannya. Hingga akhirnya Sharmila dapat menendang senjata pamungkas nya yang siap dia buka.


Dug. Laki-laki itu berguling menahan sakit selakangannya, wanita itu berlalu. Berlari secepatnya ke pintu masuk. " Tolong !" Teriak dia. Dan Braakkk.


Tubuh Sharmila terpelanting ke arah samping, kepalanya membentur tiang penyangga bangunan itu. Kepalanya pusing juga pandangan kabur Itulah yang dirasakan wanita itu.


" Jangan biarkan aku hidup. Jika kehormatan aku direnggutnya. Jika aku hidup harus dengan terhormat. Tolonglah Allah. Amiin. Subhanallah Allahu Akbar." Gumam Sharmila hingga akhirnya ia pingsan.


Braakkk. Suara gaduh di pintu. Dan banyak lagi benda-benda di sekitarnya berhamburan terbang dijadikan alat untuk menyerang kembali ke mereka.


Seorang pria menerobos masuk dan menolong Sharmila di sana terjadi pertarungan dan tak lama datanglah polisi menyergap nya. Sharmila di bawa dengan ambulans menuju ke rumah sakit terdekat.


Wanita itu mengalami pendarahan di kepalanya juga luka pemukulan terhadap dirinya. Tim medis terkejut manakala mendapatkan hasil laboratorium, wanita itu tengah berbadan dua.


Dan akibat pemukulan ia pingsan selama dua hari lamanya. Hanya luka memar pemukulan saja, dan tidak membahayakan keselamatan calon bayi dan ibunya. Mereka sehat dan aman, hanya menunggu ia siuman saja.


Sang penolong sudah membayar penuh biaya rumah sakitnya. Dan ia harus bekerja karena itu dia membayar perawat untuk menjaganya. Wanita itu membersihkan tubuh Sharmila juga mengganti pakaiannya setiap harinya. Karena semua perlengkapan Sharmila sudah di sediakan oleh lelaki asing tersebut.


Dilain tempat Bryant Cassano mencari informasi tentang hilangnya sang istri. Terlebih ia mendapat surat anonim, mengirimkan foto-fotonya Sharmila tengah di digagahi lelaki tanpa diketahui wajahnya. Karena membelakangi kamera.

__ADS_1


__ADS_2