
Bersama dengan lelaki tanpa tahu asal usul, keluarga juga rekannya. Sungguh menyedihkan nasibmu Sharmila.
Sepanjang perjalanan menuju ke kantor berbagai macam pertanyaan berada di kepalanya. Membuat kepalanya pusing seharian Hingga bekerja saja dia tak dapat konsentrasi penuh.
Maka ia putuskan untuk ijin pulang. Dia menaiki tangga menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia putuskan untuk berendam di bathtub dengan sabun aromaterapi.
Saat dia keluar dari kamar mandi. Bruukk. Tubuhnya melayang dan dalam sekejap ia sudah berakhir di ranjangnya.
"Bryant Cassano." Cicitnya pelan. Belum penuh kesadarannya tentang keberadaan nya ia sudah dihujani ciuman lembut di seluruh tubuhnya.
Lelaki itu menjelajahi seluruh tubuhnya dan kimono mini nya sudah berakhir di lantai.
"Aku merindukanmu sayang." Bisiknya sambil terus bergerak di seluruh tubuhnya. Lelaki itu menyentuh organ sensitifnya. Dan tentunya Sharmila tak dapat mengelak dari berbagai kegiatan suaminya.
"Aku minta maaf karena tak memberikan kabar padamu. Tidurlah sayang aku juga sangat letih." Bisik Bryant Cassano sambil menciumi seluruh wajahnya. Sharmila sudah memejamkan matanya.
Wanita itu keletihan melayani keinginan Bryant Cassano yang bersemangat saat itu. Paginya. Akh. Sharmila hendak bangkit dari ranjangnya. Ia merasakan seluruh tubuh sakura dan dilihatnya banyak memar dan kiss mark di seluruh tubuhnya.
"Kupikir aku hanya bermimpi bercinta dengan mu sayang." Ucapnya lirih sambil membelai rambut merah itu.
Ia pun berjalan menuju kamar mandi dengan tertatih tanpa mengenakan sehelai benang. Ia sempat menyambar kimono mini nya.
Saat keluar dari kamar mandi ia masih tertatih merasakan nyerinya. Ia bukan perawan namun berasa seperti itu sekarang.
"Auw.." Bryant sudah mengangkat tubuhnya ala bridal style dan membawanya ke sofa. Dia bahkan menghujaninya ciuman lembut.
"Maaf. Aku sedikit bersemangat semalam." Ucap Bryant menatapnya lekat dengan mengurut pundaknya dengan lotion skincare.
"Sudah. Jangan biarkan saja. Nanti juga sembuh." Sharmila berusaha untuk mencegahnya.
__ADS_1
"Aku sayang kamu. Aku sudah lama tak bertemu dengan mu. Rileks aku hanya mengurut saja." Bujuknya. Sharmila pasrah menerima perlakuan yang Bryant berikan.
Hanya ingin mengurut saja ? Nyatanya dia masih mencuri ciuman dan meninggalkan jejaknya. Sharmila dibuatnya keenakan karena ulahnya.
"Kemana saja selama enam bulan ini ? Apa kau sehat ? Bagaimana istirahat mu ?" Sharmila mencecarnya saat Bryant memijat dadanya.
"Aku ke luar negeri. Ayahku meninggal dunia. Ada yang merencanakan untuk melenyapkan dia. Semuanya berkaitan dengan dengan uang."
" Aku hanya membereskan ini dan itu. Juga menjalankan tugas sebagai penerus usahanya. Aku sudah menghukum mereka yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang sudah terjadi." Jelasnya.
"Maaf. Aku mengacuhkanmu. Aku merindukanmu sangat istriku." Ucapnya sambil mengelus perutnya sesekali. "Apa aku sudah boleh makan kamu lagi ?" Tanyanya penuh hasrat.
"Kau sudah melakukan itu. Apa perlu bertanya pada aku ?" Sharmila ganti bertanya dengan memalingkan wajahnya. Karena tubuhnya sudah terekspose oleh Bryan. Dan lelaki itu sudah menyentuhnya.
Maka kegiatannya mereka lakukan detik itu juga di sofa. Setelah selesai ia langsung menyambar handuk dan mengangkat tubuhnya untuk mandi bersama lagi. Entah sabun, entah badan mereka saling bercumbu dan melakukannya disana.
"Kenapa pembantu rumah kamu kurangi ? Apa uang yang di transfer kurang banyak ?" Tanyanya menelesik manik hitamnya.
"Aku ? Meninggalkan kamu ? Yang benar saja ! Bagaimana cara aku dapat meninggalkan kamu yang imut ini." Ucapnya sambil mengelus kepala Sharmila yang mematung.
"Kita akan bersama ? Sekeluarga ?" Tanya Sharmila ragu. "Tentu. Kau mau menemani aku keliling dunia untuk keperluan bisnis ?" Tanyanya sambil mengelus pipinya.
"Iya. Kemanapun. Jika kau mencintaiku dan Arsy. " Jawabnya sambil tersenyum. " Baiklah. Kau sudah janji ? Aku tidak ingin hanya Arsy tapi juga adik-adiknya. Kau sanggup melahirkan anak untuk aku ?" Tanya Bryant serta melap tisu di bibirnya.
"Jika diijinkan untuk melahirkan anak aku bersedia. Kau harus memenuhi janji akan menjaga kami." Sahut Sharmila bersemangat.
"Kita sepakat. Sekarang waktunya untuk membuktikan kalau kau bersedia Nyonya." Bryant Cassano mengangkat istrinya itu menuju ke kamarnya. Dan mereka pun memulai percintaannya.
"Ini sudah jam 13.00 waktu menjemput Arsy." Sharmila hampir saja lupa keberadaan anaknya karena keenakan dibawah Kungkungan Bryant yang terus menerus bergerak di atasnya.
__ADS_1
"Aku sudah meminta penjaga rumah untuk mengantar dan menjemput dia sayang. Masih ada waktu sebelum dia datang. Dan masalah kantor. Aku sudah mengirimkan surat pengunduran diri atas namamu." Sahut Bryant.
Dia melepaskan tembakan ke dalamnya berulangkali. " Rasanya tidak mau keluar sayang. Jika tak ingat anak kita." Bisiknya sambil menekan kuat-kuat dan menghujaninya ciuman.
"Terimakasih. Sekarang istirahatlah. Aku memberikan istirahat satu hari." Bisiknya lagi.
Dia pun membersihkan Sharmila dari luapan lahar itu dengan tisu.
Dan sesekali mengusap perut ratanya. "Pergilah mandi. Aku sambut Bryant dulu." Titah nya sambil mencium bibir istrinya.
Perlahan ia bangkit dan mengenakan pakaian kasual dan keluar dari kamarnya. Begitu sampai di anak tangga Bryant Cassano melihatnya. Arsy yang tertegun menatapnya.
"Hey, boy. Give me a hug." Teriak Bryant. Bocah berusia lima tahun enam tahun itu berlari menuju ke pelukannya. Bryant menghujani ciuman di seluruh wajahnya.
"Maaf. Daddy buat kamu cemas. Daddy banyak pekerjaan. Daddy jemput kamu dan mom untuk pulang dan mengenalkan mu dengan paman ?"; Ujarnya sambil mengelus rambut kepalanya.
Arsy hanya mengangguk. Kepala dia menengadah ke atas tangga. " Mom ? Sudah sehat ?'" Tanyanya khawatir menatapnya lekat. "Mom, hanya kelelahan. Sudah baikan sedikit." Jawabnya sambil tersenyum.
"Kita makan malam di luar ?" Usul Bryant sambil memangku Arsy di sofa. Sharmila menyusulnya duduk bersama. Tangan Bryant melingkar di pundaknya dan tangan yang satunya memeluk Arsy.
"Yeah. Kita jalan-jalan." Teriak Arsy lantang diiringi kekehan Bryant Cassano.
"Kita akan menetap di luar negeri. Nanti kamu harus belajar ekstra keras. Karena bahasa kita berbeda dengan bahasa kita disini." Bryant menatap Arsy menasehati putra sambung nya. Bocah itu hanya mengangguk mengerti.
"Nanti akan ada guru privat. Apabila kamu berprestasi, Daddy bawa kamu berlibur bersama layaknya keluarga piknik." Tawarnya.
"Jika kau hanya memiliki prestasi biasa. Maka kau akan ikut piknik yang ditawarkan oleh sekolah ? Deal ?" Bryant mengangkat tangan mengajak bersepakat dan Arsy menyalaminya.
"Anak Daddy harus smart and handsome." Serunya sambil mengelus rambut Arsy. Ke-dua lelaki beda generasi itu saling berpelukan erat.
__ADS_1
Sharmila menatapnya dengan penuh haru. Kali pertama Arsy tersenyum lagi dan bersemangat setelah kepergiannya Bryant Cassano yang tiba-tiba.
Tampaknya sang putra benar adanya merindukan sosok ayah sambung nya itu.