
Mereka terdiam duduk di kamarnya Arsy. Sharmila memutuskan menunggu sang putra istirahat sejenak, menjelang magrib nanti ia akan membangunkan nya. Untuk membersihkan diri dan beribadah.
Terimakasih atas karunia Allah, Suamiku sudah mengetahui apa yang dibutuhkan putranya. Dan menjadi ayah yang dapat di andalkan. Menjadi idolanya dan panutan bagi nya.
Tak terasa air matanya mengalir dari kedua belah matanya. Ia terdiam di sisi ranjangnya Arsy. Bryant Cassano hanya menatap kosong kedepan kearah sang istri yang terlihat menangis diam-diam.
" Sayang. Sudah waktunya magrib. Ayo bangun." Sharmila menciumi putranya agar terbangun dari tidurnya. Bryant Cassano tak bergerak sama sekali dari tempat duduknya.
Arsy menggeliat meregangkan otot-otot tubuh nya. " Mom, Daddy ?" Gumamnya lirih sambil menatap kedua nya. " Kami menemani mu tidur, maaf sudah hampir sholat Maghrib. Ayo bersihkan dirimu kita berjamaah, kan Daddy ?" Sharmila menatapnya dengan tatapan matanya memuja.
Bryant Cassano hanya tersenyum mengangguk. " Hanya kita berdua. Momy masih belum bisa pasca melahirkan adik." Sahut Bryant. Arsy mengangguk mengerti.
Sharmila menunggunya di meja makan, menata hidangan makan malam. " Ayo, keburu dingin nanti." Ajaknya sambil terus bergerak cepat menata makanan yang di sukai sang suami dan putranya.
" Daddy sudah sirih orang yang menyakiti kamu harus di hukum sesuai perbuatan. Agar mereka tidak bertindak sesuka hati dan bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Daddy disini untukmu." Jelas Bryant Cassano pada anak sambungnya.
" Jangan pernah berpikir kalian sendiri. Aku disini untukmu ! Apapun masalah nya katakanlah pada ku !" Tegasnya lagi sambil makan makanannya sendiri. Arsy mengangguk mengerti dan Sharmila hanya tersenyum tipis.
"Besuk libur. Karena kakak kelas ujian. Hanya tiga hari. Karena esuk harinya tanggal merah dan akhir pekan. Aku akan dirumah kita bisa main game Daddy ?" Tanya Arsy.
" Tentu. Daddy akan kerja di rumah saja. Kita akan melewati hari-hari layaknya ayah dan anak. Hanya saja Daddy tak akan membawa liburan jauh. Karena adik masih bayi dan mom butuh memulihkan kondisi pasca melahirkan." Jelasnya dengan senyuman manis menatap wajah Arsy.
"Di mana aja Daddy. Aku tak keberatan, asalkan kita bersama." Sahut Arsy bersemangat. " Daddy punya film di laptop untuk segala jenis umur. Sehabis makan kita menonton film." Usul Bryant pada Arsy. Dan dijawabnya dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Seusai makan malam bersama mereka menonton film tersebut di layar lebar karena Bryant Cassano menyatukan laptop nya dengan peralatan mini home theater miliknya.
Sharmila mengikuti kegiatan keduanya tanpa pertanyaan. Mereka berdua saling berbagi argumen mengenai film Ini. Mereka berdebat kecil tentang isi filmnya.
Sharmila menguap beberapa kali dan bersandar pada tepian sofa tangannya sebagai tumpuan agar kepala nya tak jatuh. Rasa ngantuk berat menyergap nya, ia tak ingin momen bersamanya kacau. Ia sudah berusaha terjaga.
Bryant Cassano mengetahui karena beberapa kali meliriknya. Ia pun menarik kepala Sharmila di lengannya. Dan baru menempelkan kepalanya, wanita itu sudah tertidur pulas. Bryant terkekeh kecil.
Arsy masih semangat saja. Bryant Cassano hanya memutar dua filmnya. " Besuk kita lanjutkan sayang. Momy sudah tertidur pulas, lihatlah." Tunjuk nya dengan dagunya.
Ia memberikan arahan untuk mematikannya dan mereka berpisah pergi ke kamarnya masing-masing.
" Kamu menggemaskan bikin aku ga tahan." Bryant Cassano mengambil posisinya di sampingnya. Ia membawanya ke dalam pelukannya dan mulai memejamkan matanya.
Pagi Bryant Cassano dan Arsy dengan baju putih nya bermain-main di halaman belakang rumah. Mereka bermain sepakbola. Suaranya nyaring terdengar dari kedua nya. Sharmila tertegun melihat ekspresi keduanya yang bersemangat saling menyerang dan bertahan.
Bergegas dia mandi membersihkan diri dan mengenakan dress tanpa lengan berwarna putih sama milik suami dan putranya.
" Sayang." Bryan Cassano menyapanya lantang. Semuanya sudah disiapkan pelayan, yakni handuk kecil untuk melap keringat dan juga minuman dan camilan.
Sharmila duduk dipinggir area tempat mereka bertarung dengan semangat. Wanita itu sudah memangku bayinya. Berjemur dan memberikan Asi nya. " Sudah puas dengan susunya sayang ?" Katanya sambil tersenyum lebar ke bayi itu.
Sharmila memang melepaskan hijab jika di rumah. Wanita itu hanya ingin memanjakan mata sang suami. Tubuhnya sedikit berisi di titik tertentu dan membuat Bryan Cassano sangat menggila jika didekatnya.
__ADS_1
"Kalian hebat." Puji Sharmila ke-dua lelaki beda usia itu saling menatap serempak kedua mendekati Sharmila. Cup. Ciuman keduanya mendarat di pipinya masing-masing. Blush.
Wanita itu tersipu tak menyangka akan mendapat serangan kecil yang membuat jantung nya berdegup.
Keduanya serempak duduk di dekat Sharmila minum air dingin dan makan camilan yang disediakan. "Kita tunggu sebentar lagi baru sarapan pagi." Ucap Bryant memberikan perintah pada putranya. Bocah itu hanya tersenyum.
" Seusai sarapan apa lagi yang kalian kerjakan ?" Tanya Sharmila ingin tahu.
" Meminta dia membantu membuat miniatur atau menggambar gedung pencakar langit ?" Bryant Cassano asal menjawabnya. Karena menurut laporan gurunya Arsy suka merakit Lego dan menggambar.
" Itu kegiatan lelaki membosankan dan tak seru." Sharmila mencebikkan mulutnya. Bryant Cassano hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.
"Baiklah. Aku ikut Daddy aja. Pastinya seru." Sahut Arsy bersemangat. Dan mereka menuju ke meja makan untuk sarapan pagi. Kemudian mereka menuju ke ruangan mini teater yang luas. Mereka mengumpulkan gambar dan alat tulis serta pewarna.
Menghampiri bersama tanpa saling melihat hasil karya yang lainnya. Bryant mensejajari tubuhnya melihat karya Arsy. Aneka bangunan dia membuat nya.
" Ini seperti bangunan indah. Seperti kompleks perumahan lengkap dengan fasilitas umum, juga sarana ibadah dan sekolah ?" Bryant Cassano mengernyitkan dahinya.
" Karena terkadang orang tua sibuk bekerja, alangkah baiknya jika anak mandiri dapat pulang sendiri dengan berjalan atau pun bersepeda." Arsy menjelaskan maksud gambarnya.
Bryant Cassano hanya tersenyum melihat wajah putranya itu. Dia sudah mengetahui jika anak ini spesial, lebih dewasa dari usianya walau sedikit introvert.
"Putraku sudah bertambah kepintarannya. Ayah bangga menjadi orang tua mu." Batin Bryant Cassano hanya tersenyum melihat sang anak.
__ADS_1
Seusai melakukan kegiatan bersama mereka Bryant menyusul Sharmila yang berada di kamarnya. Rebahan menggoda putri kecilnya dengan baby toys. Wanita itu terhenyak kala mendapatkan lengan melingkar di perutnya dan kecupan di tengkuknya
Tubuhnya meremang dibuat nya. "Kalian apa kabar ? Daddy boleh gabung nggak ?" Katanya perlan, baby girl itu mengucapkan kata ala bayi dan Bryant tertawa dan menanggapi sekedarnya. Bahkan ia tertawa tak jelas membuat Sharmila tersenyum geli melihat interaksi bapak dan anaknya.