Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
12. Perseteruan (1)


__ADS_3

Sudah sebulan lebih Bryant Cassano pergi. Dan dia juga tidak menelepon atau berkirim pesan singkat. Apakah benar adanya dugaannya saat dia pergi meninggalkannya.


Sharmila masih menekuni pekerjaannya. Sekarang ia ditempatkan di bagian keuangan sesuai dengan pendidikan yang dia ambil saat kuliah dulu. Dia menyusun angka-angkanya dan mengeceknya ulang susunan laporan keuangan itu.


"Udah waktunya untuk makan siang. Sharmila yuk bareng !" Ajak David Guetta cowok culun yang satu divisi dengan dia. Mereka berjalan beriringan menuju kantin kantor.


"Kamu tadi bukannya ke toilet. Kok sudah sampai sini ?" Cecar David Guetta pada Anna sui rekan satu divisi juga. Sharmila hanya tersenyum tipis melihat tingkah lakunya seolah-olah tak mengerti.


Sharmila memakan soto ayam favoritnya dengan terkekeh kecil. Melihat perdebatan mereka.


"Kabarnya akan ada pergantian pemimpin. Aku tahu mereka akan mengakuisisi perusahaan dan menjalin kontrak kerjasama." Anna sui memulai gosipnya.


"Yang ada pimpinan baru itu masih putra pemilik perusahaan." Sahut David Guetta.


"Anak kandung dan anak tirinya konon sedang berebut kursi kekuasaan. Entah siapa pemenangnya yang terpenting kita tetap kerja dan di gaji." Sahut Sahidin yang ikut duduk dan nimbrung obrolannya.


Sharmila mengangguk mengerti dan memahami cerita mereka tanpa memberikan komentar.


Mereka melanjutkan makan siangnya setelah itu mereka kembali ke tempat kerjanya masing-masing.


Di suatu tempat. Di ruangan besar serba hitam dan putih mendominasi ruang tersebut. Seorang pria muda tampan duduk di kursinya mendengar laporan anak buahnya.


"Bagaimana perkembangannya ?" Tanyanya.


"Sesuai prediksi, mereka semakin gencar mendekati para pemegang saham untuk melancarkan aksi mereka. Dengan mendapatkan dukungan dari semua maka mereka dapat menyingkirkan tuan." Jelas sang asisten.


Lelaki berparas tampan itu hanya tersenyum tipis tangannya lincah memainkan MacBook membaca laporan dan mengetikkan jari-jarinya dengan lincahnya.


"Teruskan sesuai rencana sebelumnya. Mereka tidak mengetahui sedang berurusan dengan siapa." Gumamnya sambil smirk miringnya terbit menghias wajah tampannya.


Dia adalah Bryant Cassano yang sudah sebulan lebih menghilang dari pandangan Sharmila. Lelaki itu kembali ke negaranya karena perseteruan kekuasaan antara keluarga besarnya.

__ADS_1


Kedua kakak tirinya dan ibunya mencoba mengambil alih kendali perusahaan. Dia terbang pulang dan meninggalkan sang istri yang baru dinikahinya.


Ia kembali ke dunianya kerja dan kesenangan. Tampa di sadari sudah membuat kesalahan dia yang membawa harapan indah namun ia juga yang memberikan lukanya tak terlihat.


"Mom yakin taktik ini akan berhasil ! Anak pungut itu akan dapat dipukul mundur dengan dukungan para pemegang saham maka dia tak akan dapat bertahan di kekuasaannya." Ucap Stevia Cassano dengan memainkan gelas minuman ditangannya menatap ke arah Kedua anaknya.


Wanita itu adalah istri pertama Edward Cassano. Wanita yang selalu membuat huru hara dalam pernikahan mantan suaminya. Karena merasa tidak puas akan kompensasi dari perceraiannya dulu.


Lelaki itu hanya memberi satu rekening dan di nilainya kurang. Dan sebuah rumah mewah dan dua mobil mewah, juga meliputi seluruh koleksi perhiasannya selama menjadi istrinya.


Dari pernikahan sebelumnya mereka dikaruniai dua anak laki-laki dan perempuan. Setelah kelahiran anak keduanya mereka lalu bercerai hingga sekarang tidak pernah akur.


Michelle Cassano dan Darren Cassano hanya menyimak perkataan ibu mereka tanpa ada yang mengomentari.


Darren Cassano anak tertuanya seorang pendiam dan penyendiri. Dia sangat berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya. Juga minimnya rumor tentang pribadinya.


Lelaki itu jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Berbeda dengan sang adik Michelle Cassano terkenal dengan hobinya yang suka berpergian dan ke tempat hiburan malam.


Dan yang membereskannya adalah Bryant Cassano sang adik kecilnya yang dipandang remeh olehnya.


Namun mereka tak tahu jika Bryant memiliki talenta di dunia bisnisnya. Selain menjalankan tugasnya sebagai anak yakni menjaga perusahaan yang dirintis oleh ayahnya Edward Cassano.


Dia juga mendirikan perusahaan sendiri di bidang konstruksi dan ia memiliki asisten yang dapat di handalkan selain itu dia juga sangat royal mengapresiasi hasil kerjanya.


"Hari ini pertemuan rapat jam 8 pagi. Apa Anda akan hadir ?" Tanya sang asisten kepada Bryant Cassano.


"Tidak biarkan saja mereka yang mengurusi hal-hal remeh itu ! Kita tunggu saja hasilnya." Pria itu asyik mengetik laptop dan melihat semua berkasnya.


Sang asisten mengundurkan diri setelah mendapatkan berkasnya yang sudah ditandatangani oleh Bryant.


Di lain tempat. Di kota yang sama. Sebuah ruangan besar untuk sebuah pertemuan sudah di hadiri separuh dari undangan. Mereka duduk dan membaca laporan yang di berikan oleh pihak Stevia Cassano.

__ADS_1


Adapun laporan mengenai penurunan pendapatan di hotel dan resort namun bukan merugi. Masih ada keuntungan walaupun sedikit minim.


Dan beberapa panduan pandangan yang menyudutkan Bryant Cassano tentunya. Dan lelaki itu sengaja tidak diberi tahu kalau ada pertemuan mendadak.


"Seperti yang anda lihat di laporan. Hotel dan resort kita mengalami penurunan pendapatan dan jika diteruskan maka kedepannya kita akan merugi."


" Disana ada ide yang baru dari putri saya untuk menambah pendapatan. " Stevia Cassano memulai presentasi hingga akhirnya mereka memberikan respon.


Dan masih ada lagi yang mereka katakan tentang hal yang menyudutkan Bryant Cassano. Hingga akhirnya mereka menyalakan mesin proyektor untuk presentasi.


Dan munculah Vidio panas berdurasi sekitar tiga menit tentang Michelle Cassano. Dan lalu vidionya percakapan antara Stevia Cassano dan seorang yang tak jelas karena posisinya di tempat gelap.


"Berhentilah berusaha menyingkirkan anak itu. Kau sudah mendapatkan bagianmu. Dan anak-anak mu juga dia bersedia menyantuni hingga mereka lulus. "


" Mendapatkan sekolah terbaik dan status sosialnya yang dimilikinya dari Cassano beserta kemewahannya. Lelaki malang itu ditakdirkan mandul. Bahkan kau tega menyingkirkan dia di dunia ini." Kata lelaki di bayangan itu.


Timbulnya kasak kusuk dari para peserta rapat pemegang saham. Mereka menatap wajah cantiknya Stevia Cassano dengan tajam.


"Hentikan itu tidak benar !" Teriaknya lantang sambil berlari menuju ke alat proyektor itu.


Namun di cegah oleh Darren Cassano. "Aku ingin tahu kebenaran yang terjadi ibu. Berhentilah !" Teriaknya lantang sambil memegang tangan ibunya kuat.


"Aku tak akan pernah berhenti sebelum mendapatkan semua hartanya. Lelaki itu hanya sendirian kenapa ia hanya memberikan aku seper sekian hartanya. Dasar pelit !" Maki Stevia Cassano.


"Itu wajar. Jika aku lebih baik' orang memanggilku mandul dari pada hartaku jatuh ke anak orang lain. Dan kau kulempar saja tampa uang satu sen pun!" Lanjutnya lagi.


Stevia Cassano mendengus kesal.


"Aku Edward Cassano dengan sadar mewariskan semuanya aset, perusahaan dan kekayaan yang aku miliki untuk putraku Bryant Cassano.


Dan untuk kedua anakku yang lain mereka hanya berhak bekerja atas kemampuan mereka dan keputusan ini aku buat berdasarkan keinginan aku."

__ADS_1


__ADS_2