
Mereka bertiga bercengkrama banyak hal yang di ceritakan Arsy tentang sekolah dan juga teman-teman sekolah nya. Bryan menikmati apa saja yang diceritakan oleh putra sambung nya itu.
"Kita istirahat siang dulu. Kau ganti baju lalu makan dan tidur." Perintah Bryant. "Apa aku boleh tidur sama Daddy ?" Pintanya menatap wajah sang ayah.
Bryant Cassano hanya tersenyum tipis. "Tentu saja." Jawabnya sambil tersenyum. Arsy berteriak kegirangan dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Arsy berlarian menuju ke kamar dan mengganti pakaiannya lalu makan siang dan kembali ke kamarnya orang tua nya. Bryant Cassano sudah duduk di ranjangnya.
Sharmila masih menata kamar yang berantakan karena sehabis mereka bercinta tadi. Bersamaan munculnya Arsy di depan pintu.
"Tidurlah dia di sana !" Perintah Sharmila pada Arsy. Lelaki itu menepuk kasurnya agar Arsy bergerak ke sisinya.
" Anakku kemarilah !" Seru Bryant Cassano. Arsy langsung merangkak naik dan tidur di sisinya.
"Kemarilah Sweetie." Panggilnya pada Sharmila Tagore. Wanita itu menurut perintah untuk tidur bersama. Bryant mencium kedua nya sebelum ia merebahkan tubuhnya istirahat.
Di tempat lain. Di sebuah rumah mewah.
"Aku istrimu ! Aku berhak dong menegur dia. Lihatlah dia menggunakan barang milikku tanpa ijin." Adinda Zahrani memprotes kebijakan Azriel Weizmann, sedang lelaki itu menatap ke-dua wanita miliknya.
"Aku hanya memakai parfum saja yang. Tak lebih, begitu saja pelit " Maria mencebikkan mulutnya kesal.
"Berhentilah ! Jangan berulah ! Aku sudah bilang jangan masuk ke kamar sebelah !" Tegur Azriel pada Maria.
Lelaki itu menatapnya tajam menegaskan tak ingin di bantah. Meninggalkan mereka berdua.
"Sayang, ini malmiing. Kita keluar yuk." Rayu Maria saat mengikutinya ke ruang kerjanya. "Kita bukan..." Belum lagi ia berkata sudah di potong. Maria menciumnya.
"Kita hanya jalan-jalan dan nonton film bagus. Dan itu tak ada kaitannya dengan usia." Bisiknya manja.
"Ayolah sayang." Bujuk rayunya sambil merangkul pinggang Azriel. Akhirnya lelaki itu menuruti nya.
Di mall terbesar. Dari pintu masuk yang berbeda mereka datang ke tempat tujuannya yang sama. Cinema 21.
__ADS_1
Mereka menikmati pemandangan di mall dan akan menonton film animasi yang sedang viral. Bryant membeli tiketnya sedangkan Sharmila dan Arsy mengantri membeli Snack box dan minuman dingin.
Mereka duduk di lobby dan menunggu waktu pintu teater dibuka. Arsy mengobrol cerianya sambil memakan snacks di tangan Sharmila.
Bryant merangkul pundak istrinya dan Arsy duduk di pangkuannya. Pada saat yang sama Azriel melihat adegan keluarga kecil itu.
Mereka saling bersenda gurau ceria. "Lelaki itu mirip sama kamu sayang." Bisik Maria.
Azriel terkejut mendengarnya. Mirip ? Lelaki itu memperlihatkan postur tubuhnya Bryant. Struktur wajah, rambut dan postur tubuh.
Apa yang Maria katakan benar. Bryant agak mirip dengan dirinya. Struktur wajahnya, rambut warna merah sedikit kehitaman.
Namun matanya biru dan aku coklat terang. Batinnya bermonolog.
Azriel memutuskan untuk menghampiri mereka. "Kalian di sini ?" Sapanya. Bryant bangkit dan berdiri mensejajari tinggi nya dengan Azriel. Mereka saling menatap.
"Kalau diperhatikan sepintas kita mirip." Ucap Azriel. "Apakah karena itu kau menikahinya ?" Tanyanya pada Sharmila.
"Kau salah ! Aku yang meminta dia menikahi aku !" Sahut Bryant sengit. Menatap emosi pada Azriel.
Azriel dan Sharmila terkejut mendengar pengakuannya. "Tanyakan pada Ayah mu. Dia juga yang meninggalkan ibu tanpa uang se sen pun ! Dan lihatlah bagaimana kamu bertindak sama seperti ayah !" Makinya dengan penuh kebencian.
"Aku Bryant Cassano. Anak yang di bawa ibu pergi dari kota ini. Dan ibu menikah dengan seorang lelaki kaya raya dan baik hati." Lanjutnya lagi dengan nada dingin.
"Asal kau tahu ayah menikah lagi demi perusahaannya yang di sayangnya ! Sama seperti kamu ! Like father like son." Ucapnya sinis sambil membawa Sharmila pergi dari sana.
Azriel tertegun dan shock mendengar perkataan Bryant Cassano. Dia sama sekali tidak menduga sama sekali tentang hal ini.
Jadi inikah sebabnya lelaki itu memandangi dirinya sengit dan tak bersahabat. Ayah semua karena ayah, bergegas menuju ke rumah orangtuanya. Dia bahkan melupakan kekasihnya.
"Ayah !" Ayah !" Teriaknya lantang begitu memasuki ruangan mewah itu.
"Ada apa berteriak lantang seperti itu !" Hardiknya memelototi Azriel. Lelaki itu kesal ketenangan dia terusik.
__ADS_1
"Apa benar ayah dulu menikah dan memiliki anak kembar ? Ayah menikahi dia karena perusahaan ?" Azriel menunjuk ibunya yang datang dari dapur sambil membawa baki teh dan kue.
Wanita itu langsung terkejut dan menjatuhkan barang yang ditangannya. Karena keterkejutan nya dia tak mengira jika rahasia itu terkuak.
"Dari man kau tahu gosib omong kosong begini ?" Maki Oscar Weitzman menatapnya lekat.
"Bryant Cassano. Dia adalah saudara kembarku. Dia sudah menikahi Sharmila dan dia sudah melakukan proses pengadopsian itu bersama dengan surat cerainya." Jelas Azriel.
"Dia seorang CEO di hotel paling elit di kota ini. Hotel itu anak cabang saja ayah. Pusat nya di kota LN." Lanjutnya lagi dengan nada ketus.
"Katakan padaku. Benar kan aku mempunyai seorang kakak ?" Tanyanya tercekat.
"Iya. Aku mau mengajak nya berpoligami. Namun ibumu memilih pergi dan membawa kakakmu ! Dia yang memutuskan untuk pergi." Jawab Oscar Weitzman menurut asumsi dia.
"Pantas saja dia berusaha sekeras itu. Dia membalasnya Ayah. Laki-laki yang menjadikan Sharmila istrinya adalah kakak aku." Jelas Azriel. "Apa ?" Oscar terduduk lemas.
"Dia ingin aku merasakan sakit di tinggal pergi Sharmila." Cicit nya lirih. Oscar hanya dapat menundukkan kepalanya dan tanpa suara.
"Maafkan ayah. Azriel." Katanya lirih. "Ayah hanya ingin yang terbaik untuk kita semua." Katanya lirih sambil menatap wajah Azriel.
"Semuanya sudah terlambat. Tidak ada jalannya untuk kembali." Ucap Azriel menatap sang ayah
Bryant mengajaknya ke tempat pinggiran kota. Bryant makan malam bersama dengan pemandangan kota di bawahnya.
"Ini indah Daddy. Aku suka." Asry mengoceh tanpa hentinya.
Mereka saling menatap satu sama lainnya. Arsy berlarian melihat pemandangan itu dan Bryant sudah memesan makanan kesukaan semuanya.
"Maafkan aku. Kau harus mendengarkan penjelasan itu dengan cara yang tidak mengenakkan." Bryant Cassano mengecup tangannya Sharmila berulangkali untuk meminta maaf.
"Kau cemburu ? Takut aku memilih dia ?" Tanya Sharmila menatapnya sang suami. Lelaki itu hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Aku milikmu. Kita sudah menikah. Apa kau tidak mengerti tentang hal itu ?" Tanya Sharmila dan mengecup bibir Bryant sepintas lalu.
__ADS_1
Lelaki itu hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut sang istri. "Terimakasih. Sudah setia bersama aku. Aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kalian."
"Nanti biar waktu yang menjawab pertanyaan semuanya." Bisik Bryant sambil mengelus hijab Sharmila.