Wanita Yang Ditinggalkan

Wanita Yang Ditinggalkan
40. Baper


__ADS_3

Bryant Cassano kembali pada aktivitas nya, pekerjaan menumpuk di kantor. Dan ia seharian penuh dengan berbagai kegiatannya, meeting pagi hingga mengerjakan berkasnya. Ia juga menyambangi lokasi proyek kerjasama dengan para investor.


Sharmila masih berkutat dengan pekerjaannya sebagai ibu dan pemilik toko bunganya. Selain memesan bunga-bunga nya ia juga menanam berbagai jenis bunga di belakang toko ada hamparan bunga yang bermekaran.


Musim salju pertama bersama sang suami, Sharmila begitu antusias. Matanya tak berkedip menatap salju yang turun. Wanita itu hanya menatap sekelilingnya lewat jendela tokonya.


Bryant Cassano memberikan dukungan penuh di pekerjaan ini. Karena dia berpikir wanitanya suka hal-hal yang berkaitan dengan kesukaan kaum hawa dari masakan, pakaian dan bunga adalah pilihannya untuk kegiatan bisnis sang istri.


Ia membeli usaha ini saat akan dijual karena pemilik lama pindah kota. "Aish. Lembut dan halus seperti es serut di tempat aku." Gumam Sharmila. "Apa bisa langsung di makan ?" Ia masih bergumam sendiri.


"Nyonya anda sedang apa ?" Tanya Rere menatap wajah cantiknya Sharmila kebingungan. Pasalnya wanita itu mengambil tempat baki bundar dan besar, mengisinya dengan salju. Sekarang ini dia bermain-main dengan saljunya.


Wanita itu bergumam lirih tak ada yang bisa mendengar kata-kata nya. " Aku hanya bermain salju. Aku hanya melihatnya di tv dan film. Aku ingin merasakan saat menyentuh nya." Jawabnya berbinar seketika menatap wajah Rere.


"Apa nyonya tak pernah melihat salju ?" Tanya Dicky yang melongo melihat ekspresi sang majikan. Wanita itu hanya tersenyum mengangguk sambil terus bergerak tangannya menyentuh salju yang perlahan meleleh karena suhu hangat di ruangan itu.


"Aku datang dari negara tropis jadi tak tahu tentang salju." Sahut Sharmila semangat. "Tapi gak segitunya kali. Secara Nyonya kan orang kaya, kemana saja bisa bepergian dalam hitungan detik." Dicky mencebikkan mulutnya menahan geli melihatnya.


"Yang kaya suami aku. Bukan aku, milikku hanya ini, toko dan anak-anak plus suami." Ucapnya dengan nada cerianya seperti anak kecil yang membanggakan miliknya.


Dicky mendengus kesal dan dua karyawan lainnya terkekeh kecil melihat pertikaian antara mereka.

__ADS_1


Bryant Cassano pulang telat, Sharmila sudah tertidur pulas, lelaki itu keluar dari kamar mandi dengan mengibaskan tangannya mengeringkan rambutnya. Sharmila terbangun karena tak sengaja terkena percikan air nya beberapa kali.


Wanita itu bangkit dan menarik handuknya. " Kau terbangun ? Maaf." Ucap Bryant sambil mencium bibir istrinya. Wanita itu dengan setengah mengantuk menuntun suaminya untuk duduk. Ia pun mengeringkan rambut dengan hair dryer listrik.


Memberikan vitamin rambutnya dan seketika kepala Bryant Cassano ditariknya menengadah padanya. Cup. " Tidurlah !" Ucapnya setelah mencium bibir Bryant sambil mengelus rahangnya. Wanita itu berlalu dan masuk ke dalam selimut hangatnya.


Bryant Cassano hanya tersenyum tipis melihat tingkah lakunya. Ia pun menyusul sang istri memeluknya erat. " Kau sudah makan ?" Tanya Sharmila bergumam. " Sudah. Tadi siang." Jawab Bryant Cassano asal sambil memejamkan matanya. Sharmila terbangun seketika matanya menatap tajam kearah dirinya. "Siang ? Jam berapa ? Kenapa tak makan malam ?" Tanyanya lagi dengan mengguncang lengannya.


"Aku malas sayang. Ayo, aku letih pengin bobok sama kamu." Ucapnya sambil mengelus paha Sharmila, matanya terpejam, nadanya enggan menanggapi istrinya.


"Ayo kita turun. Aku temani kau makan." Bujuknya pada sang suami. Namun laki-laki itu hanya terdiam tak bergerak. Sharmila hanya bisa pasrah saja. Namun saat akan membaringkan tubuhnya ia ingat sesuatu ia tersenyum miring.


Di kecup bibirnya Bryant Cassano, satu diam. Dua diam. Tiga terdiam juga ke empat ada respon, ciuman lembut itu di sambut oleh Bryant Cassano. Sharmila mengulang lagi dan lagi.


"Baik sayang. Aku mau kau yang memulainya." Jawabnya sambil memainkan buah favoritnya. Sharmila langsung naik ke atas perut Bryant Cassano. Dan ia pun memulai usaha memuaskan sang suami.


Mereka saling bercumbu, membelit dan bertukar slavina. Bryant menikmati permainan Sharmila. Ini kedua kalinya dia melakukan hal itu. Dan ia menyukainya saat mulut itu menjelajahinya dan di pangkal pahanya.


" Kau bahkan menelan semuanya." Teriak Bryant Cassano saat pelepasannya. " Rasanya tak buruk." Jawabnya sambil menjilati bibirnya menatap sang suami.


Bryant Cassano langsung mengambil alih dan mengukunginya dan memanjakan gairah dan kenikmatannya Sharmila. Seusai merasakan pelepasannya Bryant Cassano duduk mengambil bathrob dan piyama mini sang istri.

__ADS_1


"Ayo. Aku lapar sekali." Ajaknya sambil menunggu sang istri yang mengaitkan pakaiannya.


"Kau melakukannya semangat sekali. Rasanya sakit tahu ! " Sungut Sharmila berjalan perlahan-lahan karena nyeri di daerah itu. Bryant Cassano hanya tersenyum melihat cara jalannya seperti itu. Lelaki itu langsung mengangkatnya dan berjalan ke pantry. Sharmila memasakkan bistik daging sapi dan beberapa sayuran rebus. Dan membuat jahe air gula merah secukupnya. "Minumlah selagi hangat. Agar tak terkena flu nantinya." Katanya sambil tersenyum lebar melihat tingkah Bryant Cassano yang hitungan detik sudah melahap makanan di depannya.


"Kau bilang tak lapar ? Coba kau tengok piringnya !" Tunjuk Sharmila dengan dagunya. Lelaki itu hanya terkekeh kecil.


"Kau yang mengajak bermain sayang, kan butuh tenaga untuk itu." Ucapnya sambil memakan apel kupasan istrinya. " Iya, ya mengerti." Jawabnya sambil tersenyum.


"Lain kali begini terus aku mau dan tak akan bosan." Pintanya sambil berlagak imut dan manja. Sharmila hanya terkekeh geli dan berdiri meninggalkan dirinya sendiri.


Lelaki itu menyuapi Apel terakhirnya dan menggendongnya ala beras, di pundaknya. Sesekali menciumi pahanya yang dekat dengan mulutnya. Ia di rebah kan di kasurnya dan Bryant diberikan hadiah berupa cubitan di perutnya beberapa kali.


Lelaki itu hanya meringis dan mengangkat kedua tangan menyilang di telinga nya sebagai ungkapan berdamai. " Maaf." Ucapnya.


Sharmila langsung memposisikan dirinya tidur membelakangi nya. Bryant Cassano langsung memeluknya erat. Dan menciumi puncaknya.


"Jangan pernah berubah dan berhenti mencintai aku sayang." Bisiknya sambil memejamkan matanya. "Aku juga tak ingin kau duakan. Jangan pernah lakukan itu padaku. Jika kau bosan katakan baik-baik." Sahut Sharmila dengan mata tertutup.


" Tak akan ku tinggalkan dirimu, hanya untuk hal-hal yang sia-sia. Karena mereka tak ada artinya daripada kamu. Kau alasannya aku maju dan berkarya. Dan kau alasannya aku bertahan." Ucapnya sambil menciumi leher, pipinya dan puncaknya.


"Aku akan gila jika tak menemukan mu. Kau adalah nafasku dan anak-anak penyemangat hidup ku." Bisiknya sambil mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Aku bisa mati kehabisan nafas tahu ! Tidurlah ! Aku capek banget!" Hardiknya sambil memukul-mukul tangan nya. Lelaki itu hanya tersenyum dan memperbaiki letak tangannya. Mereka pun menuju ke alam mimpi dan terlelap tidur.


__ADS_2